Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Petani Bance’e Bone Bersuara: Tanaman Jagung Milik Warga hasil Keringat Petani di Rusak dan di Bakar
Selasa, 27-10-2026 - 10:25:29 WIB
TERKAIT:
   
 

LIBURENG, BONE — OPSINEWS.COM-Pelaksanaan latihan militer rutin di wilayah sekitar pemukiman warga kembali menyisakan persoalan serius bagi masyarakat setempat. Warga Dusun Bance’e, Desa Poleondro, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mengeluhkan terjadinya kerusakan fasilitas kebun serta pengambilan hasil tani berupa jagung tanpa izin yang diduga dilakukan oleh oknum peserta latihan, Jumat (23/10/2026) Lalu.

Peristiwa ini memicu reaksi dan keprihatinan mendalam dari warga yang menggantungkan hidupnya dari hasil bumi. Bandu, salah satu warga setempat, menyampaikan keresahan mewakili masyarakat yang terdampak. Menurutnya, warga tidak pernah menutup pintu atau keberatan untuk berbagi, namun prosedur dan etika komunikasi harus diedepankan demi menjaga keharmonisan bersama.

“Semoga ada ganti rugi yang kami dapat warga atas peristiwa ini. Minimal jika tahun berikutnya latihan militer lagi, jangan sampai pagar kebun kami rusak. Dan jagung kami, mintalah dengan izin kami. Insyaallah akan kami berikan,” ujar Bandu dengan nada penuh harap namun tetap santun.

Akar Persoalan: Riwayat Pengelolaan Tanah dan Batas Kewenangan

Di balik insiden kerusakan kebun tersebut, persoalan ini ternyata berakar dari dinamika panjang terkait status penguasaan dan pemanfaatan lahan antara masyarakat dengan pihak institusi. Berdasarkan keterangan warga, masyarakat telah lebih dulu mengelola dan menggarap lahan tersebut jauh sebelum keberadaan asrama TNI di wilayah itu.

Warga menjelaskan bahwa pihak TNI sebelumnya hanya meminjam hak pakai atas lahan tersebut untuk jangka waktu tertentu, yakni selama 20 tahun. Pada masa kepemimpinan Panglima Jenderal TNI M. Jusuf di masa lalu, hubungan dan komunikasi antara aparat dan warga berjalan sangat harmonis tanpa ada gesekan berarti.

Kendati demikian, tensi mulai dirasakan warga setelah perpanjangan izin pakai tahap kedua selama 20 tahun diberlakukan selepas masa kepemimpinan tersebut. Warga menilai ada pergeseran batas pemanfaatan yang dikhawatirkan mengarah pada upaya penguasaan permanen atas lahan ulayat atau garapan masyarakat.

“Duluan masyarakat yang kelola daripada asrama TNI. Pak tentara hanya meminjam hak pakai selama 20 tahun. Kemarin waktu Panglima Yusuf, aman-aman saja tidak ada seperti ini. Nah, berhenti Panglima Yusuf, mereka sambung lagi 20 tahun. Nah, di sini mereka sudah mau memiliki, tapi masyarakat tidak mau, makanya lahan masyarakat dirusak. Tabe,” ungkap perwakilan warga dengan nada prihatin.

Pentingnya Ruang Dialog dan Langkah Penyelesaian Konstruktif.

Kasus di Libureng, Bone ini mencerminkan betapa pentingnya pendekatan persuasif, humanis, serta penyelesaian sengketa agraria secara transparan antara pihak aparat dan warga sipil. Kemitraan antara institusi negara dan rakyat semestinya berpijak pada prinsip saling menghormati hak kepemilikan, perlindungan hak asasi manusia, serta penghormatan terhadap supremasi hukum.

Masyarakat Dusun Bance’e kini menantikan langkah nyata serta itikad baik dari pihak berwenang untuk mengevaluasi prosedur latihan militer di area produktif warga, memberikan ganti rugi yang layak atas kerugian material yang dialami, serta membuka ruang dialog terbuka guna memperjelas status batas kelola lahan agar tidak kembali menimbulkan keresahan di masa mendatang.

Media ini membuka ruang hak jawab dan hak koreksi seluas-luasnya sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Bagi pihak-pihak terkait dalam Pemberitaan ini.
Catatan Redaksi: Pemberitaan ini berdasarkan investigasi lapangan dan keterangan sumber. Seluruhnya masih dalam ranah diduga dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

(Ald)




 
Berita Lainnya :
  • LSM-AMTI Desak APH Periksa Sekda Kampar, Turangan; Dari Dugaan Nepotisme Hingga Anggaran Publikasi Yang Dicoret
  • Petani Bance’e Bone Bersuara: Tanaman Jagung Milik Warga hasil Keringat Petani di Rusak dan di Bakar
  • DPRD KABUPATEN PELALAWAN RAPAT PARIPURNA DALAM RANGKA MEMPERINGATI  HUT KABUPATEN PELALAWAN YANG Ke 27 TAHUN
  • WALI KOTA TEBING TINGGI SALURKAN BANTUAN 10 KG BERAS KEPADA KELUARGA KURANG MAMPU, 10.000 KPM JADI SASARAN
  • Tambang galian C ilegal yang diduga Milik RRN Serta Koordinatornya AZM di Parit Baru Tak Peduli dengan Hukum Buktinya Sampai Saat ini Tetep Operasi 
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 LSM-AMTI Desak APH Periksa Sekda Kampar, Turangan; Dari Dugaan Nepotisme Hingga Anggaran Publikasi Yang Dicoret
    02 Petani Bance’e Bone Bersuara: Tanaman Jagung Milik Warga hasil Keringat Petani di Rusak dan di Bakar
    03 DPRD KABUPATEN PELALAWAN RAPAT PARIPURNA DALAM RANGKA MEMPERINGATI  HUT KABUPATEN PELALAWAN YANG Ke 27 TAHUN
    04 WALI KOTA TEBING TINGGI SALURKAN BANTUAN 10 KG BERAS KEPADA KELUARGA KURANG MAMPU, 10.000 KPM JADI SASARAN
    05 Tambang galian C ilegal yang diduga Milik RRN Serta Koordinatornya AZM di Parit Baru Tak Peduli dengan Hukum Buktinya Sampai Saat ini Tetep Operasi 
    06 Meningkatkan Akuntabilitas Serta Mendukung Pengelolahan Kas Daerah,BPKAD Rohil Agar Akuntabel Transparan
    07 Polsek Siak Hulu Gelar Green Policing di Desa Buluh Cina dan Dukung Penuh Program Kapolri Penanaman Satu Juta Pohon
    08 WALI KOTA TEBING TINGGI SALURKAN BANTUAN PERMAKANAN UNTUK 30 WARGA RENTAN, TEKANKAN PENTINGNYA EMPATI DAN KEPEDULIAN SOSIAL
    09 POLRES SERGAI TEGASKAN PERANG TERHADAP NARKOBA: 1,16 TON KETAMINE DIUNGKAP DI SELAT MALAKA, KAPOLRES AJAK MASYARAKAT PERKUAT BENTENG ANTI-NARKOBA
    10 Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Pimpin Pergantian Pejabat, (Sertijab)Teguhkan Profesionalisme
    11 Sat Reskrim Polres Kampar Berhasil Ungkap Mafia Penimbun BBM Solar Subsidi di Wilayah Tapung
    12 Festival Seni Qasidah XIX Tebing Tinggi Resmi Dibuka, 279 Peserta Siap Tampilkan Bakat dan Lestarikan Budaya Islam
    13 HUT HUMAS POLRI KE-75, POLRES SERGAI SALURKAN BANSOS SEMBAKO KE PANTI ASUHAN ANAK SUMATERA
    14 Polres Kampar Gelar Razia Gabungan Sasar Sarang Narkoba di Wilayah Kampar Kiri
    15 JEJAK SEJARAH BNKP POS PELAYANAN SEI RAMPAH YANG MENGUATKAN PERSAUDARAAN ONO NIHA di KABUPATEN SERGAI
    16 KECELAKAAN MAUT DI SEI BAMBAN: PENUMPANG HONDA CBR 150 TEWAS TERLINDAS TRUK, SOPIR MELARIKAN DIRI
    17 Bupati Sergai Apresiasi Peran TNI dalam Ketahanan Pangan, Panen Raya Jagung Yonif TP 902 Jadi Bukti Sinergi
    18 Kapolres Sergai AKBP Sah Udur Sitinjak Kunjungi Yayasan Nurul Jannah Wreda, Salurkan Tali Asih untuk Lansia
    19 Pemko Tebing Tinggi Raih Predikat Informatif KI Sumut Award 2026, Standar Penilaian Naik Jadi 90
    20 Oknum Mantan RW Disebut Bos Usaha Ilegal Pengolahan Oli Bekas, Bupati Kampar Didesak Tindak Tegas, DLH Tak Mampu Bertindak
    21 FKI.1 Sergai Desak Satpol PP Periksa dan Tertibkan SPPG Tanpa PBG, Dugaan 21 Dapur MBG Jadi Sorotan
    22 Gempur Kawasan Rawan Narkoba di Desa Pon, Tim Gabungan Polres Sergai dan Polda Sumut Amankan 12 Orang, 10 Positif Urine
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik