POLRES SERGAI TEGASKAN PERANG TERHADAP NARKOBA: 1,16 TON KETAMINE DIUNGKAP DI SELAT MALAKA, KAPOLRES AJAK MASYARAKAT PERKUAT BENTENG ANTI-NARKOBA
SERDANG BEDAGAI, OPSINEWS.COM. SUMATERA UTARA | Komitmen memberantas peredaran gelap narkotika kembali ditegaskan melalui deklarasi bersama dan penyematan rompi bertuliskan “Tolak Narkoba” kepada elemen masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Patria Tama Polres Serdang Bedagai, mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB, merupakan bagian dari dukungan terhadap pengungkapan 1,16 ton narkotika jenis ketamine di perairan Selat Malaka melalui operasi gabungan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Sumatera Utara.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polres Sergai bersama unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, tokoh agama, insan pers, hingga kalangan pelajar mengikuti rilis pers secara daring melalui Zoom Meeting.
Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang penyampaian keberhasilan aparat dalam mengungkap kasus narkotika berskala besar. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi penegasan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya mengandalkan aparat penegak hukum.
Kapolres Sergai: Perangi Narkoba Butuh Sinergi Semua Elemen
Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polres Sergai berkomitmen penuh mendukung langkah tegas BNN RI, Bareskrim Polri, Ditjen Bea dan Cukai, serta Polda Sumatera Utara dalam memberantas jaringan peredaran gelap narkotika, termasuk jaringan yang beroperasi lintas negara.
Menurutnya, pengungkapan 1,16 ton ketamine di perairan Selat Malaka menjadi pengingat bahwa ancaman narkotika memerlukan pengawasan, penindakan, serta keterlibatan aktif seluruh komponen bangsa.
Melalui deklarasi bersama dan penyematan rompi “Tolak Narkoba” kepada perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, elemen gerakan desa, dan pelajar, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Kapolres juga menekankan pentingnya membangun benteng ketahanan sosial mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, desa, hingga masyarakat luas.
“Sinergitas seluruh komponen masyarakat sangat krusial guna mewujudkan Kabupaten Serdang Bedagai yang bersih dari narkoba atau Bersinar, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman, damai, dan kondusif,” demikian penegasan Kapolres dalam keterangannya.
Rilis Pers Ungkap 1,16 Ton Ketamine, Operasi Gabungan Jadi Sorotan
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan kedatangan Kapolri di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, yang diikuti secara daring oleh peserta di Aula Patria Tama Polres Sergai.
Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembukaan oleh pembawa acara, serta pembacaan doa.
Peserta selanjutnya menyaksikan penayangan video dokumentasi kronologis pengungkapan dan penangkapan kapal MT Global 168 di perairan Selat Malaka.
Video tersebut menjadi bagian dari pemaparan dalam rilis pers mengenai pengungkapan 1,16 ton ketamine melalui operasi gabungan lintas instansi.
Sejumlah pejabat tingkat pusat dan daerah turut menyampaikan sambutan, di antaranya Gubernur Sumatera Utara, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, serta Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi menolak narkoba yang dipimpin Kapolda Sumatera Utara, Brigjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H.
Penyematan rompi “Tolak Narkoba” dan penandatanganan pakta integritas dilaksanakan secara serentak sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung pemberantasan narkotika.
Rompi Tolak Narkoba: Bukan Sekadar Simbol, Melainkan Komitmen Bersama
Di Aula Patria Tama Polres Sergai, Kapolres AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak secara langsung menyematkan rompi “Tolak Narkoba” kepada perwakilan OPD, tokoh masyarakat, elemen gerakan desa, dan pelajar Kabupaten Serdang Bedagai.
Penyematan rompi tersebut menjadi simbol ajakan kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak memberikan ruang bagi peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing.
Namun, komitmen antinarkoba tidak boleh berhenti pada seremoni maupun slogan. Upaya tersebut perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, edukasi kepada generasi muda, pengawasan sosial yang bertanggung jawab, serta keberanian melaporkan dugaan tindak pidana narkotika kepada aparat berwenang.
Keluarga, sekolah, tokoh agama, pemerintah desa, dan masyarakat memiliki peran strategis dalam mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Dengan demikian, gerakan menuju Kabupaten Serdang Bedagai Bersinar diharapkan tidak hanya menjadi deklarasi, tetapi juga diwujudkan melalui langkah nyata, berkelanjutan, dan terukur.
Dihadiri Bupati hingga Unsur Penegak Hukum
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Serdang Bedagai, H. Darma Wijaya, bersama Kapolres Serdang Bedagai AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H.
Turut hadir Kajari Kabupaten Serdang Bedagai Rahmad Isnaini, S.H., M.H.; perwakilan Ketua DPRD Sergai, yakni Sekretaris Komisi I DPRD Khaidir, S.E.; serta perwakilan Dandim 0204/DS, Mayor Inf Ponidi, selaku Perwira Penghubung (Pabung).
Hadir pula Kepala Pengadilan Agama Sei Rampah Asri Handayani, S.H.I., M.E.; perwakilan Kepala Pengadilan Negeri Sei Rampah, Wakil Ketua Sularko, S.H., M.Lit.; Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Serdang Bedagai; Kepala BNNK Kabupaten Serdang Bedagai; serta Kepala Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi.
Selain itu, kegiatan diikuti perwakilan BIN Kabupaten Serdang Bedagai, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, insan pers dan media mitra Humas Polres Sergai, pengurus pondok pesantren, komunitas, pelajar, serta para kepala desa penyelenggara Gerakan Desa Bersinar (GSN) se-Kabupaten Serdang Bedagai.
Jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Sergai dan para kapolsek turut mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
Perang Melawan Narkoba Harus Berlanjut dengan Tindakan Nyata
Pengungkapan 1,16 ton ketamine di perairan Selat Malaka menjadi pengingat akan besarnya tantangan dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Di sisi lain, keterlibatan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan generasi muda merupakan modal penting untuk memperkuat upaya pencegahan.
Komitmen bersama tersebut diharapkan mampu mempersempit ruang gerak jaringan narkotika sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Pesannya tegas: narkoba bukan hanya persoalan hukum, melainkan ancaman terhadap masa depan generasi bangsa. Karena itu, perang terhadap narkoba tidak cukup hanya dengan deklarasi dan penyematan rompi. Diperlukan konsistensi, pengawasan, pencegahan, serta penegakan hukum yang tegas dan berkelanjutan.
Melalui sinergi seluruh elemen masyarakat, Kabupaten Serdang Bedagai diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkotika. (Mendrova)
Komentar Anda :