Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
KABUT ASAP KEMBALI SELIMUTI PEKANBARU, PC PMII DESAK PEMERINTAH PERKUAT LANGKAH KONKRET DAN PENANGANAN SUMBER ASAP
Rabu, 07-10-2026 - 08:26:30 WIB
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU, OPSINEWS.COM- Kembalinya kabut asap dengan intensitas yang semakin terasa di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru menjadi alarm serius bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Persoalan kualitas udara tidak boleh dipandang sebatas fenomena musiman, sebab dampaknya menyentuh langsung aspek kesehatan masyarakat, pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga kualitas hidup warga.

Pantauan kondisi udara pada Selasa (6/10/2026) menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Kota Pekanbaru sempat mencapai 298,7 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB, yang masuk dalam kategori berbahaya. Kondisi tersebut kemudian mengalami penurunan, namun kualitas udara masih berada pada tingkat yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Situasi ini turut berdampak terhadap sektor pendidikan. Pemerintah Kota Pekanbaru kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD hingga SMP pada 6–7 Oktober 2026 sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan siswa.

Sekretaris PC PMII Kota Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, menilai memburuknya kualitas udara harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap tata kelola pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, kebijakan PJJ dan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan memang penting sebagai langkah mitigasi. Namun, kebijakan tersebut tidak boleh berhenti pada penanganan dampak. Pemerintah juga harus memastikan sumber persoalan ditelusuri secara serius.

Masyarakat membutuhkan udara yang sehat, bukan sekadar imbauan ketika kabut asap sudah menyelimuti kota. Pemerintah harus bekerja dari hulu sampai hilir, mulai dari memastikan sumber asap, melakukan pencegahan, sampai memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Gusti Pardamean Nasution.

PC PMII Kota Pekanbaru juga menyoroti informasi BMKG yang menyebutkan bahwa kondisi asap di Riau tidak hanya dipengaruhi oleh titik panas yang berada di wilayah Riau. Asap dari wilayah Sumatera Selatan dan Jambi turut berkontribusi karena kondisi angin dominan dari arah tenggara membawa partikel asap menuju wilayah Riau.

BMKG juga mendeteksi sejumlah titik panas di wilayah Riau, termasuk di Kota Pekanbaru. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kabut asap membutuhkan penanganan lintas wilayah dan koordinasi antarlembaga yang lebih kuat.

Gusti menegaskan, persoalan kabut asap harus ditempatkan sebagai persoalan publik yang membutuhkan kebijakan berbasis data, koordinasi kelembagaan, serta penegakan hukum yang konsisten apabila ditemukan adanya pelanggaran.

Kita tidak ingin setiap tahun masyarakat kembali menghadapi persoalan yang sama, sementara penyelesaiannya hanya bersifat reaktif. Kalau ada aktivitas yang terbukti menjadi sumber pencemaran dan melanggar ketentuan, maka harus ada proses hukum yang transparan dan tegas,” tegasnya.

PC PMII Kota Pekanbaru juga mendorong pemerintah daerah bersama kepolisian, TNI, BPBD, DLHK, BMKG, serta instansi terkait untuk memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap titik panas maupun potensi kebakaran lahan.

Selain itu, pemerintah dinilai perlu memastikan informasi mengenai kualitas udara dapat disampaikan secara terbuka, mudah diakses, dan diperbarui secara berkala. Informasi tersebut penting agar masyarakat dapat menentukan langkah perlindungan diri berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Bagi PC PMII Kota Pekanbaru, keselamatan masyarakat harus menjadi orientasi utama dalam setiap kebijakan penanganan kabut asap. Kelompok rentan, khususnya anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan, harus memperoleh perlindungan yang memadai.

PMII Kota Pekanbaru berpandangan bahwa udara bersih bukan sekadar kebutuhan ekologis, tetapi merupakan bagian dari hak dasar masyarakat yang harus dijamin negara.

Karena itu, PC PMII Kota Pekanbaru meminta pemerintah tidak menjadikan kabut asap sebagai persoalan yang hanya diselesaikan ketika situasi sudah memburuk. Pencegahan, pengawasan, transparansi informasi, penegakan hukum, serta pemulihan lingkungan harus berjalan secara berkelanjutan.

Jangan sampai masyarakat kembali menjadi pihak yang paling dirugikan dari persoalan yang berulang. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang terukur, berbasis data, dan berpihak pada keselamatan publik. Kabut asap hari ini harus menjadi bahan evaluasi serius, bukan sekadar berita yang berulang setiap tahun,” tutup Gusti Pardamean Nasution. RED*




 
Berita Lainnya :
  • Semenisasi Desa Langkan diduga dikerjakan asal jadi, Tanpa Berkualitas dan Tdak Bermutu.
  • Wilayah Kabupaten Pelalawan Rawan Gudang BBM ilegal Jenis Solar di duga Oknum APH dapat Jatah
  • Lebih dari Lima Tahun Dedy Iskandar Pimpin Dinas Pertanian Sergai, Keluhan Petani Bermunculan: Program dan Anggaran Dipertanyakan
  • Polres Sergai Gagalkan Dugaan Peredaran Sabu di Teluk Mengkudu, Dua Pria Diamankan
  • KABUT ASAP KEMBALI SELIMUTI PEKANBARU, PC PMII DESAK PEMERINTAH PERKUAT LANGKAH KONKRET DAN PENANGANAN SUMBER ASAP
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Semenisasi Desa Langkan diduga dikerjakan asal jadi, Tanpa Berkualitas dan Tdak Bermutu.
    02 Wilayah Kabupaten Pelalawan Rawan Gudang BBM ilegal Jenis Solar di duga Oknum APH dapat Jatah
    03 Lebih dari Lima Tahun Dedy Iskandar Pimpin Dinas Pertanian Sergai, Keluhan Petani Bermunculan: Program dan Anggaran Dipertanyakan
    04 Polres Sergai Gagalkan Dugaan Peredaran Sabu di Teluk Mengkudu, Dua Pria Diamankan
    05 KABUT ASAP KEMBALI SELIMUTI PEKANBARU, PC PMII DESAK PEMERINTAH PERKUAT LANGKAH KONKRET DAN PENANGANAN SUMBER ASAP
    06 Jeritan Petani Sergai Menggema, Bantuan dan Anggaran Dipertanyakan, Bupati Didesak Evaluasi Kadis Pertanian
    07 Di Uji nyali Kapolres Pelalawan yang baru dalam Memberantas Mafia BBM Subsidi jenis Solar di wilayah Hukumnya
    08 Tabrak Lari di Tol Tebing Tinggi–Medan, PNS Asal Mandailing Natal Tewas di TKP
    09 Kecelakaan Maut Dua Honda Supra di Sei Rampah, Satu Remaja Meninggal di TKP
    10 Meriahkan HUT ke-81 TNI, Polres Sergai Sambangi Kodim 0204/DS dan Brigif-7/Rimba Raya
    11 Program dan Anggaran Dinas Pertanian Sergai Dipertanyakan, Kadis Dedy Iskandar Belum Merespons Konfirmasi Wartawan
    12 Deninteldam XIX/TT Ungkap Dugaan Penimbunan Pupuk di Riau, 69,2 Ton Diamankan
    13 Kapolres Sergai Gelar Temu Ramah dengan Wartawan, Bahas Percepatan Informasi dan Pemberantasan Narkotika
    14 Tinjau Tanggul Sungai Padang, Wali Kota Tebing Tinggi dan Komisi V DPR RI Pastikan Pengendalian Banjir Berjalan Optimal
    15 Kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam Spektrum dan Lanskap Polri Bersama Masyarakat dan Bhayangkara Negara
    16 Polri Bersama Masyarakat, Arah Pengabdian Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto
    17 Kapolres Sergai Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026, Forkopimda Teguhkan Sinergitas
    18 Pemko Tebing Tinggi Tegaskan Komitmen Perkuat Program KB dan Kesehatan Reproduksi
    19 Kapolsek Binawidya Kinerja Nyata danTindaklanjuti Informasi lewat Pemberitaan di Media
    20 Diduga Terlibat Penggelapan Sepeda Motor, Pria di Perbaungan Diamankan Usai Kedapatan Bawa Sabu
    21 Gerak Cepat, Polsek Sei Rampah Ringkus Terduga Pelaku Curanmor di Alun-Alun Sergai, Onderdil Motor Disita
    22 Polsek Dolok Masihul Ringkus DPO Pencuri Kompresor AC Kantor Desa Pekan Kamis hingga ke Riau
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik