Terkesan Lemahnya Pengawasan Pasien RSJ Hingga Kabur dan ditemukan di duga bunuh diri
Pekanbaru, OPSINEWS.COM-Pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Pekanbaru ditemukan meninggal dunia di kawasan belakang Rumah Sakit Universitas Riau, berjenis kelamin laki-laki, usia 23 tahun di Jalan HR Subrantas, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru, Selasa (8/9/2026). Kejadian di RSJ ini menimbulkan Pertannya publik,
Agus ketua LSM KPK TIPIKOR, PENGAWASAN SDM PEMERINTAH PROVINSI RIAU, Angkat suara dengan tegas Mempertanyakan, Apa kerja pejabat RS jiwa dan jajaran nya? Dan bagaimana Pertangung jawaban nya Pimpinan Rumah sakit ini ?
Lanjut Agus, Kejadian ini sudah berulang kali terjadi Pada tahun 2020 dan 2025 pasien ditemukan bunuh diri , Namun sangat di sayangkan tidak juga menjadi perhatian serius pihak Rumah Sakit dan Pejabat Rumah sakit jiwa' ini , dan Akhirnya terulang lagi,
Apakah Bu direktur tidak mampu meningkatkan kualitas SDM Rumah sakit ini.. Bidang pengawasan pasien sebagai orang yang bertanggung jawab dan pimpinan atas kejadian ini.
Tahun 2025 : Pasien mati bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan baju lengan panjang yg diberikan oleh petugas RS J hasil dr sumbangan pegawai RS, pihak RS J memberikan uang damai ke pihak keluarga pasien uang Rp.50jt. Kemudian pasien berkelahi sehingga salah 1 pasien cidera patah leher dirawat di ICU RSUD Bangkinang dan menghembuskan Nafas terakhir (meninggal) ini pasien dari Kab. Kampar. Tegas Agus.
Menurut informasi yang di Himpun Korban diketahui bernama Candra Andika, warga Kepulauan Meranti. Jasad korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB oleh warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi.
Kapolsek Binawidya Pekanbaru Kompol Nusirwan, S.H., mengatakan, penemuan tersebut bermula saat seorang pekerja bangunan, Artadi (46), bersama rekannya hendak bekerja di sekitar lokasi.
Saat itu, saksi melihat seorang laki-laki dalam kondisi tergantung di sebuah pohon. Temuan tersebut kemudian diberitahukan kepada warga lainnya sebelum diteruskan kepada petugas keamanan.
“Setelah mendapat informasi, saksi melaporkan kejadian tersebut kepada piket fungsi Polsek Binawidya,” kata Kapolsek.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Binawidya yang dipimpin Wakapolsek AKP Sony J.R., S.H., didampingi Piket Pawas Kanit Reskrim IPTU Martin L. Munthe, S.H., langsung mendatangi lokasi.
Petugas kemudian melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta menghubungi Unit Inafis Polresta Pekanbaru untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Usai proses pemeriksaan di lokasi, jasad korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Pekanbaru.
Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan petugas keamanan RSJ Tampan, korban sebelumnya merupakan pasien RSJ Tampan yang telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang pada Senin (07/09/2026).
“Korban rencananya dijemput oleh pihak keluarga. Namun, keluarga sebelumnya telah menyampaikan kepada pihak rumah sakit bahwa penjemputan ditunda selama dua hari,” ujar Nusirwan.
Namun, korban diduga tidak sabar menunggu proses penjemputan. Pada Senin sekitar pukul 15.30 WIB, korban meninggalkan area RSJ Tampan dan kemudian tidak lagi berada dalam pengawasan pihak rumah sakit.
Pihak RSJ Tampan selanjutnya melakukan pencarian terhadap korban. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga korban akhirnya ditemukan meninggal dunia di kawasan belakang RS UNRI.
Namun pihak Rumah Sakit RSJ masih belum memberikan keterangan hingga berita ini di terbitkan.
Agus ketua LSM KPK TIPIKOR, PENGAWASAN SDM PEMERINTAH PROVINSI RIAU, Minta Gubernur untuk mengevaluasi kinerja direktur RSJ Bila perlu copot jabatanya, Karna kejadian serupa sudah tiga kali, tegasnya, tim
Komentar Anda :