Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Wartawan Opsinews.com Diteror Pesan dan Audio dari Nomor Tak Dikenal Usai Soroti Dugaan Galian C Kuta Baru
Senin, 31-08-2026 - 10:18:15 WIB
TERKAIT:
   
 

SERDANG BEDAGAI, OPSINEWS.COM. SUMATERA UTARA | Upaya memperoleh informasi dan melakukan kontrol sosial terhadap aktivitas yang diduga berkaitan dengan pertambangan tanah urug di Dusun I, Desa Kuta Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, mendapat respons bernada intimidatif dari seseorang yang identitasnya hingga kini belum diketahui.

Seorang wartawan Opsinews.com menerima sejumlah pesan WhatsApp dan rekaman suara dari nomor berkode internasional +60 pada Sabtu (30/8/2026) siang. Pengirim tidak memperkenalkan identitasnya dan menolak ketika diminta menunjukkan siapa dirinya.

Dalam pesan tertulis, pengirim mempertanyakan sikap wartawan yang memberitakan aktivitas tersebut. Ia juga menyarankan agar wartawan lebih baik meliput pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang disebut memiliki anggaran besar.

“Woi bos, wartawan kan kau kira kau sudah paling benar jadi manusia. Kalau memang merasa hebat jadi wartawan, pergi kau foto pembangunan Koperasi Merah Putih itu, dananya yang besar,” demikian salah satu isi pesan yang diterima wartawan.

Pengirim kemudian kembali mempertanyakan alasan wartawan memberitakan aktivitas penggalian tanah tersebut.

“Lagian bukan ada harta bapak kau yang dikorek orang itu. Jadi enggak usah macam kau yang paling dirugikan,” tulisnya.

Ketika wartawan meminta identitas dan foto pengirim untuk memastikan dengan siapa dirinya berkomunikasi, pengirim justru menjawab bahwa wartawan tidak perlu mengetahui siapa dirinya.

“Enggak perlu kau tahu siapa aku,” tulis pengirim.

Muncul dalam Bentuk Rekaman Suara

Tak berhenti pada pesan tertulis, pengirim juga mengirimkan rekaman audio melalui WhatsApp.

Dalam rekaman tersebut, terdengar suara seorang laki-laki yang antara lain mengatakan bahwa aktivitas penggalian bukan berada di atas harta milik keluarga wartawan dan mempertanyakan mengapa wartawan merasa dirugikan.

“Bukan tanah bapak kau yang dikorek orang itu... Jadi enggak usah kau macam kau pula yang paling merasa dirugikan,” demikian bagian pernyataan dalam rekaman tersebut.

Pengirim juga mengarahkan wartawan untuk mendatangi dan memberitakan pembangunan Koperasi Merah Putih.

“Itu Koperasi Merah Putih itu kau datangi. Nah, pembangunan Koperasi Merah Putih itu kau datangi. Itu kau foto, kau korankan,” demikian isi rekaman audio tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, identitas pengirim pesan dan audio tersebut belum diketahui. Belum ada pula bukti yang dapat memastikan bahwa pengirim memiliki hubungan dengan pemilik lahan, pengelola aktivitas galian, pihak perusahaan, kelompok masyarakat, maupun pihak pemerintahan tertentu.

Berkaitan dengan Pemberitaan Sebelumnya?

Pesan tersebut diterima setelah Opsinews.com memberitakan dugaan aktivitas galian C tanah urug di Dusun I, Desa Kuta Baru, Kecamatan Tebing Tinggi.

Sebelumnya, Opsinews.com menerbitkan berita berjudul “Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug Kuta Baru Sergai Bebas Beroperasi” sebagai bagian dari upaya jurnalistik untuk menggali informasi mengenai legalitas, pengawasan pemerintah, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap aktivitas tersebut.

Dalam pemberitaan tersebut, substansi yang disoroti bukan persoalan kepemilikan harta pribadi wartawan maupun keluarga wartawan, melainkan kepentingan publik terhadap dugaan aktivitas pertambangan atau penggalian tanah, aspek perizinan, dampak lingkungan, serta pengawasan pemerintah terhadap kegiatan tersebut.

Karena itu, munculnya pesan dan rekaman bernada menyudutkan wartawan setelah pemberitaan tersebut menjadi hal yang patut dicermati.

Namun demikian, Opsinews.com tidak menarik kesimpulan bahwa pengirim pesan merupakan pihak yang terlibat dalam aktivitas galian C tersebut. Hubungan antara pengirim dengan aktivitas yang diberitakan masih belum diketahui dan membutuhkan pembuktian lebih lanjut.

Wartawan: Kritik dan Konfirmasi Bukan Bentuk Kepentingan Pribadi

Wartawan Opsinews.com menegaskan bahwa kegiatan jurnalistik dilakukan berdasarkan kepentingan publik, bukan karena adanya kepentingan pribadi terhadap tanah atau harta benda yang berada di lokasi pemberitaan.

“Saya tidak mengenal orang tersebut dan tidak mempunyai urusan pribadi dengannya. Pemberitaan yang dilakukan adalah bagian dari tugas jurnalistik untuk memperoleh informasi dan meminta pertanggungjawaban pihak terkait atas persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.”

Menurutnya, apabila terdapat pihak yang merasa keberatan terhadap pemberitaan, ruang yang tepat adalah memberikan klarifikasi, data, dokumen perizinan, atau hak jawab, bukan menyerang pribadi wartawan atau mengarahkan wartawan mengenai apa yang harus dan tidak harus diberitakan.

Terlebih, dalam prinsip jurnalistik, informasi yang menyangkut kepentingan publik harus diuji melalui konfirmasi kepada pihak-pihak terkait agar pemberitaan tidak hanya bersumber dari satu pihak.

Legalitas dan Pengawasan Tetap Menjadi Pertanyaan

Persoalan utama dalam pemberitaan ini tetap berkaitan dengan aktivitas penggalian tanah urug di Kuta Baru, termasuk siapa pengelolanya, apa dasar perizinannya, apakah kegiatan tersebut memiliki legalitas yang sesuai, serta bagaimana pengawasan pemerintah terhadap aktivitas tersebut.

Pertanyaan tersebut semestinya dijawab melalui data dan dokumen resmi oleh pihak yang memiliki kewenangan.

Jika kegiatan tersebut ternyata memiliki perizinan lengkap dan sesuai ketentuan, maka informasi tersebut justru penting disampaikan kepada publik secara terbuka. Sebaliknya, apabila ditemukan pelanggaran, masyarakat juga berhak mengetahui langkah penertiban dan penegakan aturan yang dilakukan pemerintah.

Dengan demikian, perdebatan mengenai siapa yang merasa dirugikan tidak boleh mengaburkan substansi persoalan yang sedang dikonfirmasi.

Opsinews.com tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang merasa berkepentingan atau disebut dalam pemberitaan.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas pengirim pesan dan audio tersebut belum diketahui, demikian pula belum ada bukti yang menghubungkan pengirim dengan aktivitas galian tanah urug yang menjadi objek pemberitaan.

Opsinews.com akan terus melakukan penelusuran dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait secara profesional, berimbang, dan berdasarkan data. (Mendrova)




 
Berita Lainnya :
  • Dugaan Limbah Sungai Bah Sombu Makin Terang: Camat Klaim Sudah Laporkan ke DLH, Kabid Perkim-LH Sergai Tegaskan “Sampai Semalam Gak Ada Surat Terkait TSP”
  • Dibangun Tahun 2025, Puskesmas Pembantu Pkl.Kerinci Timur Sudah Rusak, Siapa yang Bertanggung jawab
  • Kantor Disdik Pelalawan Terlihat Seperti Tak Terurus Bahkan Kondisi Bangunan Memprihatinkan
  • Humas PKS PT TSP Disorot Tajam, Respons Dugaan Limbah Sungai Bah Sombu Minim; Rangkap Peran Kades Jadi Perhatian Publik, Kadis PMD: Belum Ada Larangan Khusus
  • Gerebek Sarang Narkoba di Pulau Tagor, Polisi Temukan Bong dan Peralatan Diduga Bekas Pakai Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Dugaan Limbah Sungai Bah Sombu Makin Terang: Camat Klaim Sudah Laporkan ke DLH, Kabid Perkim-LH Sergai Tegaskan “Sampai Semalam Gak Ada Surat Terkait TSP”
    02 Dibangun Tahun 2025, Puskesmas Pembantu Pkl.Kerinci Timur Sudah Rusak, Siapa yang Bertanggung jawab
    03 Kantor Disdik Pelalawan Terlihat Seperti Tak Terurus Bahkan Kondisi Bangunan Memprihatinkan
    04 Humas PKS PT TSP Disorot Tajam, Respons Dugaan Limbah Sungai Bah Sombu Minim; Rangkap Peran Kades Jadi Perhatian Publik, Kadis PMD: Belum Ada Larangan Khusus
    05 Gerebek Sarang Narkoba di Pulau Tagor, Polisi Temukan Bong dan Peralatan Diduga Bekas Pakai Sabu
    06 Wartawan Opsinews.com Diteror Pesan dan Audio dari Nomor Tak Dikenal Usai Soroti Dugaan Galian C Kuta Baru
    07 Warganet Tantang Camat Sipispis dan Kades Silau Padang Mandi di Sungai Bah Sombu Saat Diduga Ada Aliran Limbah PKS
    08 Kades Kuta Baru Tegaskan Pemdes Tak Pernah Terbitkan Rekomendasi Galian C, Camat dan Polres Tebing Tinggi Belum Beri Jawaban Lanjutan
    09 Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C Tanah Urug di Kuta Baru Sergai Bebas Beroperasi
    10 Viral Dugaan Aliran Cairan ke Sungai Bah Sombu, Camat Sipispis Klaim Sudah Laporkan ke DLH Sergai, Kini Menunggu Kroscek Lapangan
    11 Empat Bulan Buron, Terduga Pelaku Pencurian Microbus Senilai Rp110 Juta Ditangkap Tim URC Polres Sergai
    12 Dugaan Aliran Cairan ke Sungai Bah Sombu Disorot, Respons Kabid Perkim-LH Sergai Dipertanyakan
    13 Wali Kota Tebing Tinggi Hadiri Rakor Regional Sumatera, Perkuat Sinergi Lintas Sektor Kejar Target Zero Stunting
    14 Warga Minta Bupati Sergai Evaluasi Camat Sipispis, Soroti Respons Dugaan Limbah ke Sungai Bah Sombu
    15 Dinas Perkim-LH Sergai Tegaskan Pengawasan Tetap Berjalan, Warga Soroti Respons Camat Sipispis dan Kepala Desa Silau Padang
    16 Sempat Buang Barang Bukti Saat Dikejar Polisi, Residivis Narkoba di Pantai Cermin Kembali Diringkus
    17 Dugaan Aliran Limbah ke Sungai Bah Sombu Disorot, Camat Sipispis dan Kades Silau Padang Belum Beri Tanggapan
    18 Dump Truk Bawa Solar Ditetapkan Jadi Barang Temuan Oleh Polres Pelalawan
    19 Camat Sipispis Sebut Belum Ada Laporan Tertulis Warga soal Dugaan Limbah ke Sungai Bah Sombu
    20 Warga Kembali Resah, Dugaan Aliran Limbah ke Sungai Bah Sombu Sipispis Kembali Disorot
    21 Sona Halawa Klarifikasi Berita Yang Terkesan Lindungi Mafia BBM Subsidi Dan Menyudutkannya.
    22 Cabdis Pendidikan Wilayah III Sumut Dalami Foto Pribadi yang Dikaitkan dengan Guru PNS SMA Negeri 1 Tebingtinggi: “Sedang Kita Proses”
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik