Warga Kembali Resah, Dugaan Aliran Limbah ke Sungai Bah Sombu Sipispis Kembali Disorot
SERDANG BEDAGAI, OPSINEWS.COM. SUMATERA UTARA | Keresahan warga di sekitar Sungai Bah Sombu, Desa Silau Padang, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), kembali mencuat. Warga mempertanyakan kondisi aliran sungai yang disebut mengalami perubahan dan menduga terdapat aliran cairan dari kawasan sekitar industri yang masuk ke badan Sungai Bah Sombu.
Dugaan tersebut kembali menjadi perhatian setelah sebuah rekaman video beredar melalui media sosial Facebook. Dalam video itu terlihat aliran air dengan debit cukup deras menuju Sungai Bah Sombu.
Pemilik akun Facebook Bang Well dalam unggahannya menyampaikan tudingan bahwa aliran yang terlihat dalam rekaman tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Tenera Sergai Perkasa (PT TSP) di Desa Silau Padang.
Dalam rekaman tersebut, seorang warga juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi Sungai Bah Sombu dan mengimbau masyarakat yang berada di wilayah hilir agar turut memperhatikan kondisi sungai.
Peristiwa dalam video disebut terjadi pada 4 Agustus 2026 sekitar pukul 23.30 WIB.
Namun demikian, keberadaan aliran dalam rekaman tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa telah terjadi pencemaran maupun bahwa sumber aliran berasal dari PT TSP. Identitas sumber aliran, karakteristik cairan, serta kandungannya masih harus dipastikan melalui pemeriksaan lapangan dan pengujian laboratorium.
Warga Minta Pemerintah Turun Langsung
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai melalui instansi yang membidangi lingkungan hidup segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap lokasi yang terekam dalam video.
Masyarakat menilai pemeriksaan tidak cukup hanya berdasarkan pengamatan kasatmata, seperti perubahan warna, bau, maupun debit air. Untuk memastikan ada atau tidaknya pencemaran, diperlukan pengambilan sampel air dengan prosedur yang benar dan pemeriksaan terhadap parameter kualitas air di laboratorium yang kompeten.
Pengambilan sampel juga dinilai perlu dilakukan pada sejumlah titik pembanding, antara lain sebelum lokasi yang diduga menjadi sumber aliran, di sekitar titik sumber dugaan, dan setelah titik tersebut.
Perbandingan hasil pengujian dari beberapa titik dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi kualitas air sekaligus membantu mengidentifikasi kemungkinan perubahan parameter kualitas air di sepanjang aliran.
Bukan Kali Pertama Dipersoalkan
Sorotan terhadap kondisi Sungai Bah Sombu bukan kali pertama terjadi.
Persoalan serupa juga pernah mencuat pada 2025. Saat itu, terdapat keluhan masyarakat mengenai perubahan kondisi air sungai. Bahkan, beredar informasi mengenai ikan yang disebut mengalami kondisi tidak normal dan oleh sebagian pihak diduga berkaitan dengan pencemaran dari aktivitas PKS.
Namun, informasi tersebut juga perlu ditempatkan sebagai klaim atau dugaan yang membutuhkan pembuktian, bukan sebagai fakta yang telah terbukti secara ilmiah.
Di sisi lain, pada April 2025 terdapat pemberitaan mengenai hasil pemantauan sejumlah wartawan dan lembaga swadaya masyarakat yang menyebut kondisi Sungai Bah Sombu ketika diperiksa terlihat jernih dan tidak ditemukan indikasi pencemaran secara kasatmata.
Dalam pemberitaan tersebut, perubahan warna air yang sebelumnya dipersoalkan dikaitkan dengan faktor alam serta rembesan material cangkang sawit setelah hujan.
Adanya informasi yang berbeda tersebut justru menunjukkan bahwa persoalan Sungai Bah Sombu membutuhkan data pembanding dan pemeriksaan resmi, bukan sekadar klaim, dugaan, maupun bantahan.
Uji Laboratorium Jadi Kunci
Persoalan lingkungan tidak seharusnya berhenti pada perdebatan mengenai warna atau kondisi air yang terlihat secara kasatmata.
Kualitas air harus dinilai berdasarkan parameter yang relevan melalui prosedur pengambilan sampel dan pengujian laboratorium yang sesuai. Dari hasil tersebut, barulah dapat diketahui apakah kualitas air memenuhi ketentuan yang berlaku atau terdapat parameter tertentu yang melampaui baku mutu.
Jika hasil pemeriksaan resmi menunjukkan Sungai Bah Sombu tidak tercemar dan tidak terdapat keterkaitan antara kondisi air dengan aktivitas PT TSP, maka hasil pemeriksaan tersebut penting disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Sebaliknya, apabila ditemukan adanya pencemaran dan dapat dibuktikan terdapat hubungan dengan aktivitas tertentu, instansi berwenang perlu menindaklanjutinya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk memastikan sumber pencemar dan pihak yang bertanggung jawab.
PT TSP Berhak Memberikan Klarifikasi
Nama PT Tenera Sergai Perkasa disebut dalam dugaan yang disampaikan masyarakat. Karena itu, manajemen perusahaan memiliki ruang yang sama untuk memberikan penjelasan, klarifikasi, maupun hak jawab.
Pemberitaan sebelumnya pada Juni 2026 juga mencatat adanya upaya konfirmasi kepada pihak manajemen PT TSP terkait dugaan aliran limbah menuju Sungai Bah Sombu. Namun, pada saat pemberitaan tersebut diterbitkan, belum diperoleh jawaban substantif dari pihak perusahaan.
OPSINEWS.COM menegaskan bahwa penyebutan PT TSP dalam pemberitaan ini tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan bahwa perusahaan telah melakukan pencemaran. Informasi tersebut disajikan sebagai bagian dari dugaan yang disampaikan masyarakat dan masih membutuhkan verifikasi serta pembuktian lebih lanjut.
Redaksi tetap membuka ruang yang seluas-luasnya bagi manajemen PT TSP maupun pihak terkait lainnya untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
Publik Menunggu Kepastian Berbasis Data
Kini perhatian masyarakat tertuju kepada pemerintah dan instansi yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan lingkungan.
Pertanyaannya sederhana: apakah Sungai Bah Sombu benar mengalami pencemaran, dan dari mana sebenarnya sumber aliran yang dipersoalkan warga?
Jawaban atas pertanyaan tersebut tidak seharusnya ditentukan melalui asumsi.
Pemeriksaan lapangan, penelusuran jalur aliran, pengambilan sampel secara benar, pengujian laboratorium, serta keterbukaan hasil pemeriksaan kepada masyarakat merupakan langkah yang jauh lebih objektif.
Masyarakat tidak membutuhkan polemik berkepanjangan. Mereka membutuhkan kepastian berdasarkan data: jika tidak tercemar, tunjukkan hasil pemeriksaannya; jika ditemukan pencemaran, ungkap sumbernya dan lakukan penanganan sesuai aturan.
Sungai Bah Sombu merupakan bagian dari lingkungan hidup yang turut dimanfaatkan dan menjadi perhatian masyarakat di sepanjang wilayah alirannya. Karena itu, setiap dugaan pencemaran patut ditangani secara serius, transparan, objektif, dan berbasis bukti ilmiah.
OPSINEWS.COM akan terus mengedepankan prinsip verifikasi, keberimbangan, praduga tidak bersalah, serta hak jawab seluruh pihak dalam setiap perkembangan informasi mengenai kondisi Sungai Bah Sombu.
Catatan Redaksi: Dugaan pencemaran dalam berita ini belum merupakan kesimpulan hukum maupun hasil pemeriksaan laboratorium. Kepastian mengenai sumber dan kandungan aliran hanya dapat ditentukan melalui pemeriksaan serta pengujian oleh instansi atau laboratorium yang berkompeten. (Tim)
Komentar Anda :