Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Soal Orang Tua Diminta Periksa Suhu Anak Sendiri, Pegawai Klinik Djohan Disebut Diberi SP
Kamis, 13-08-2026 - 12:57:00 WIB
TERKAIT:
   
 

Tebingtinggi, OPSINEWS.COM. Sumatera Utara | Manajemen Klinik Djohan, Jalan Kapten F. Tandean, Kota Tebingtinggi, disebut telah memberikan Surat Peringatan (SP) kepada salah seorang pegawainya yang sebelumnya dipersoalkan keluarga pasien terkait dugaan pelayanan yang dinilai tidak profesional.

Informasi mengenai pemberian SP tersebut diperoleh awak media saat mendatangi Klinik Djohan pada Rabu (12/8/2026) untuk meminta konfirmasi terkait perkembangan persoalan pelayanan terhadap seorang pasien anak yang sebelumnya menjadi sorotan.

Staf personalia Klinik Djohan mengatakan pimpinan klinik sedang tidak berada di tempat. Namun, ia mengaku telah menerima informasi bahwa petugas yang bersangkutan telah diberikan surat peringatan.

“Pimpinan sedang tidak ada di tempat. Saya mendapat informasi hari ini yang bersangkutan telah diberi surat peringatan,” ujarnya.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai bentuk, jenis, maupun dasar pemberian surat peringatan tersebut, staf personalia belum dapat memberikan penjelasan secara rinci.

Sementara itu, Penanggung Jawab Klinik Djohan, dr. Junica Handayani, telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp untuk memastikan informasi mengenai pemberian SP tersebut sekaligus meminta penjelasan mengenai hasil evaluasi internal pihak klinik.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, dr. Junica Handayani belum memberikan keterangan lebih lanjut.

Berawal dari Keluhan Orang Tua Pasien

Persoalan tersebut sebelumnya mencuat setelah keluarga seorang pasien anak mempersoalkan pelayanan di Klinik Djohan pada Senin (10/8/2026) sore.

Saat itu, seorang anak berusia 6 tahun dibawa ke klinik dalam kondisi demam tinggi untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Orang tua pasien, Irlan Jaya Situmorang, SH, mengaku kecewa setelah dirinya diminta memeriksa sendiri suhu tubuh anaknya saat berada di ruang pelayanan.

Menurut Irlan, persoalan bermula ketika seorang petugas perempuan meletakkan termometer di atas meja dokter dan kemudian meminta dirinya sebagai orang tua pasien untuk memeriksa sendiri suhu tubuh anak tersebut.

Tindakan itu kemudian dipertanyakan Irlan karena menurutnya pemeriksaan kondisi pasien seharusnya dilakukan oleh tenaga kesehatan sesuai dengan prosedur pelayanan yang berlaku.

“Kenapa kami yang memeriksa anak kami sendiri yang sedang sakit? Kami datang kemari mau berobat. Kami serahkan dan percayakan semua penanganannya kepada tenaga medis atau tenaga kesehatan. Kami sebagai masyarakat tidak tahu soal medis,” tegas Irlan saat menyampaikan keberatannya.

Kepastian Hasil Evaluasi Masih Dinanti

Dengan adanya informasi mengenai pemberian Surat Peringatan terhadap petugas yang bersangkutan, keluarga pasien maupun publik kini menantikan kejelasan dari manajemen Klinik Djohan mengenai hasil pemeriksaan atau evaluasi internal yang dilakukan.

Pemberian SP, apabila benar telah dilakukan, juga perlu dijelaskan secara proporsional oleh pihak manajemen, termasuk mengenai pelanggaran atau hasil evaluasi yang menjadi dasar tindakan tersebut.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Penanggung Jawab Klinik Djohan mengenai substansi pemeriksaan internal, bentuk sanksi yang diberikan, maupun langkah perbaikan pelayanan yang akan dilakukan.

Konfirmasi dari pihak manajemen penting untuk memastikan persoalan tersebut tidak hanya berhenti pada pemberian sanksi internal, tetapi juga menjadi bagian dari evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan hak pasien memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan profesional.

Berita ini masih terbuka untuk keterangan dan klarifikasi resmi dari pihak Klinik Djohan maupun petugas yang bersangkutan. (Tim)




 
Berita Lainnya :
  • Di duga Menimbulkan Ke gaduhan Antara Dua Institusi, Statmen Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Sebut Oknum TNI Backing Galian C Terkesan Benturkan Institusi TNI dan Polri
  • Soal Orang Tua Diminta Periksa Suhu Anak Sendiri, Pegawai Klinik Djohan Disebut Diberi SP
  • Buruknya Pelayanan Klinik Djohan Disorot, Orang Tua Pasien Demam Tinggi Diminta Periksa Suhu Anaknya Sendiri, Viral di Media Sosial Tiktok dan Facebook
  • Diskominfo Kampar di laporkan ke Kajati Riau Terkait Anggaran Kerja sama Media
  • Praktisi Hukum Alfianto, S.H., Soroti Keluhan Pasien Anak di Klinik Djohan, Minta Pemko Tebing Tinggi Bertindak Jika Terbukti Ada Pelanggaran
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Di duga Menimbulkan Ke gaduhan Antara Dua Institusi, Statmen Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Sebut Oknum TNI Backing Galian C Terkesan Benturkan Institusi TNI dan Polri
    02 Soal Orang Tua Diminta Periksa Suhu Anak Sendiri, Pegawai Klinik Djohan Disebut Diberi SP
    03 Buruknya Pelayanan Klinik Djohan Disorot, Orang Tua Pasien Demam Tinggi Diminta Periksa Suhu Anaknya Sendiri, Viral di Media Sosial Tiktok dan Facebook
    04 Diskominfo Kampar di laporkan ke Kajati Riau Terkait Anggaran Kerja sama Media
    05 Praktisi Hukum Alfianto, S.H., Soroti Keluhan Pasien Anak di Klinik Djohan, Minta Pemko Tebing Tinggi Bertindak Jika Terbukti Ada Pelanggaran
    06 dr. Junica Handayani Bungkam soal Hasil Pemeriksaan Internal, Kejelasan Pelayanan Pasien Anak di Klinik Djohan Masih Dinanti
    07 Polres Kampar Tindaklanjuti Pengaduan Jadi Laporan Polisi Korban Mafia Tanah di Desa Rimbo Panjang
    08 Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Sertijab Asintel dan Kakesdam, Tradisi Satuan Berlangsung Khidmat
    09 Ngeri..HIV Kabupaten Pelalawan Hingga Juli 2026 Bertambah Tercatat 600 Orang, 320 Laki-laki dan 280 Perempuan
    10 Keluhan Pelayanan Pasien Anak di Klinik Djohan Tebing Tinggi Disorot, Keluarga Pertanyakan Standar Pemeriksaan dan SOP
    11 Tertabrak KA Putri Deli di Perlintasan Tanpa Palang, Dua Warga Labuhanbatu Utara Tewas di Sergai
    12 Tertabrak KA Putri Deli di Perlintasan Tanpa Palang, Dua Warga Labuhanbatu Utara Tewas di Sergai
    13 Kematian Winda Lorenza Gowasa Dilaporkan ke Polda Sumut, Keluarga Persoalkan Sejumlah Temuan pada Tubuh Korban, Penyebab Kematian Kini Menunggu Pembuktian Hukum, Atumbukha Mendrova Desak Kapolri dan Kapolda Ungkap Fakta Secara Transparan
    14 Dinilai Kurang Responsif Soal Anggaran Kehumasan, Ketua JMSI Irlan Jaya Situmorang, S.H., Minta Manajemen PTPN IV Evaluasi Kinerja APK Kebun Rambutan
    15 Ijeck Ukir Prestasi di Tobasari, Sabet Gelar APRC 2026 dan Juara Nasional Rally 2026
    16 Diduga Bacok Kepala Lansia dengan Parang, Pria 24 Tahun Ditangkap Polsek Sei Rampah
    17 Anggaran Kehumasan PTPN IV Kebun Rambutan Dipertanyakan, APK Belum Buka Rincian Total dan Penggunaannya, Ketua JMSI Akan Layangkan Surat Resmi Permohonan InformasiĀ 
    18 Anggaran Kehumasan PTPN IV Kebun Rambutan Tertunda Dua Bulan, JMSI Soroti Transparansi dan Pertanggungjawaban Keuangan
    19 Kurang dari 6 Jam, Polsek Kotarih Ringkus Terduga Pelaku Curanmor hingga ke Tebing Tinggi
    20 Pererat Sinergi Antarlembaga, Polres Sergai dan Pengadilan Agama Gelar Latihan Menembak Bersama
    21 Respons Cepat Laporan Masyarakat, Sat Intelkam Polres Sergai Amankan Sopir Truk Tangki Diduga Konsumsi Sabu di Jalinsum Sei Rampah
    22 Respons Cepat Laporan Masyarakat, Sat Intelkam Polres Sergai Amankan Sopir Truk Tangki Diduga Konsumsi Sabu di Jalinsum Sei Rampah
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik