Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Polres Kampar Tindaklanjuti Pengaduan Jadi Laporan Polisi Korban Mafia Tanah di Desa Rimbo Panjang
Rabu, 12-08-2026 - 14:38:51 WIB
TERKAIT:
   
 

Kampar -- OPSINEWS.COM-Pemilik Tanah Kavlingan di desa Rimbo Panjang Cukup lega setelah (Dumas) Surat Pengaduan yang dilayangkannya ke Polda Riau pada tahun 2025 silam dilimpahkan ke polres Kampar dan sudah ditindaklanjuti dan saat ini Resmi jadi laporan polisi Nomor: LPB/163/2026/SPKT/Polres Kampar Polda Riau 02 Juni 2026.
Terlapornya adalah Inisial ER dan inisial SY dan dibantu inisial AL, Alias Sanok, dengan Uraian Kejadian sebagai berikut: Pelapor memiliki tanah/lahan di Jalan Manunggal RT 02 RW 02 Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar dengan surat berupa SKGR. 

Awalnya Pelapor hendak memecah surat tanahnya mendapat Informasi bahwa tanahnya tersebut dikuasai oleh orang lain, setelah di telusuri yang mengakui tanah pelapor ternyata SY, pelapor juga mencari tahu apa dasarnya SY mengakui tanah tersebut miliknya, berdasarkan Poto kopi Surat tanah Yang digunakan SY ternyata berasal membeli dari ER yang mengaku Ahli warisnya Nurma. 

SY terlapor juga mengatakan ia mempunyai tanah dengan cara hibah dari orang tua ER atas nama Nurma yang mana Nurma tersebut diketahui pekerjaannya mengurus rumah tangga. Akan tetapi dalam Surat tanah yang diakui oleh ER tersebut dituliskan namanya Nurma, pekerjaan Bidan sehingga tidak sesuai antara Nurma orang tua asli ER dengan yang ada didalam surat tanah pelapor, berdasarkan perbedaan tersebut pelapor membuat laporan ke Polres Kampar 02 Juni 2026.

Untuk diketahui modus operandi Mereka sangat terorganisir, diduga  erat hubungannya dengan kelompok mafia tanah, meskipun didalam surat tanah yang digunakan SY Nama Sama Akan tetapi oran yang berbeda, namun mereka tetap Menggunakan surat tanah orang lain tersebut untuk menguasai lahan kavlingan secara ilegal.

Sedangkan Dasar surat tanah pelapor SKGR (Surat Keterangan Ganti Kerugian) yang diterbitkan kepala Desa Rimbo Panjang tahun 1992 atas Nama Nurma, umur 53 tahun, Pekerjaan Bidan, Alamat Jl.Prof, M.Yamin GG. Randang Kacang.Kelurahan Sukaramai Pekanbaru.

Pada tahun 1993 Tanah Nurma tersebut sudah habis di kavling semuanya, namun entah dapat dari mana SY surat dasar Nurma tersebut yang seharusnya jadi Arsip dikantor Camat justru digunakannya dan diakuinya tanah tersebut milik ER yang mengaku Ahli Waris Nurma "Palsu"
Setelah ditelusuri Ternyata ER yang mengaku Anak Nurma, sedangkan Nama Nurma Yang digunakannya untuk menguasai lahan tersebut dan diakuinya milik orang tuanya orang yang berbeda, sebagaimana tercantum didalam surat keterangan tahun 2001,Nama Nurma, pekerjaan ibu Rumah Tangga, Alamat, JL.Subrantas RT 01/RW 05/Kelurahan Simpang Baru Kec. Binawidya. Saat itu Nurma yang diakui ER orang Tuanya umur 55 Tahun, Sedangkan Nurma yang pemilik SKGR yang diterbitkan pemerintahan desa Rimbo panjang tahun 1992 usianya 53 tahun, sangat jauh perbedaannya meskipun nama sama akan tetapi orangnya berbeda, Mulai dari usia Pekerjaan, dan alamat semuanya berbeda.

Sebelum dilaporkan ke polisi persoalan pemalsuan surat tanah yang diduga dilakukan SY, AL, Alias  Sanok sudah di ingatkan pihak pemerintahan Desa Rimbo panjang dan kecamatan Tambang saat mediasi berlangsung, agar SY mengembalikan tanah pemilik kavlingan yang sudah terlanjur diterbitkan surat oleh pemerintah desa Rimbo panjang dan kecamatan Tambang atas nama SY, ER dan AL Alias  Sanok yang dijualnya kepada orang lain,  justru SY ia menolak, bahkan iya sempat mengancam pemilik kavlingan ketika hendak membersihkan lahan tersebut.

Bahkan jalan kavlingan Milik Nurma tersebut yang menghubungkan ke perumahan justru ditutupnya, dan diminta uang ganti rugi sekitar Rp 300 juta kepada developer.
Menggunakan surat tanah orang lain untuk menguasai lahan secara ilegal merupakan salah satu modus operandi utama mafia tanah yang sangat terorganisir. 

Tindakan ini melanggar hukum perdata maupun pidana karena merampas hak milik sah orang lain demi keuntungan sepihak.
Pelaku penguasaan tanah ilegal ini dapat dijerat dengan pasal-pasal berlapis dalam KUHP, antara lain: Pasal 263 KUHP: Pidana pemalsuan surat atau dokumen dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun. Hingga berita ini dilansir pihak pihak terkait lainnya belum dapat dikonfirmasi (Tim)




 
Berita Lainnya :
  • Pemko Tebing Tinggi Raih Predikat Informatif KI Sumut Award 2026, Standar Penilaian Naik Jadi 90
  • Oknum Mantan RW Disebut Bos Usaha Ilegal Pengolahan Oli Bekas, Bupati Kampar Didesak Tindak Tegas, DLH Tak Mampu Bertindak
  • FKI.1 Sergai Desak Satpol PP Periksa dan Tertibkan SPPG Tanpa PBG, Dugaan 21 Dapur MBG Jadi Sorotan
  • Gempur Kawasan Rawan Narkoba di Desa Pon, Tim Gabungan Polres Sergai dan Polda Sumut Amankan 12 Orang, 10 Positif Urine
  • KWITANSI GAJI CATAT POTONGAN JAMSOSTEK Rp115.400, STATUS BPJS KETENAGAKERJAAN ALMARHUM AHMAD HASAN DIPERTANYAKAN
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Pemko Tebing Tinggi Raih Predikat Informatif KI Sumut Award 2026, Standar Penilaian Naik Jadi 90
    02 Oknum Mantan RW Disebut Bos Usaha Ilegal Pengolahan Oli Bekas, Bupati Kampar Didesak Tindak Tegas, DLH Tak Mampu Bertindak
    03 FKI.1 Sergai Desak Satpol PP Periksa dan Tertibkan SPPG Tanpa PBG, Dugaan 21 Dapur MBG Jadi Sorotan
    04 Gempur Kawasan Rawan Narkoba di Desa Pon, Tim Gabungan Polres Sergai dan Polda Sumut Amankan 12 Orang, 10 Positif Urine
    05 KWITANSI GAJI CATAT POTONGAN JAMSOSTEK Rp115.400, STATUS BPJS KETENAGAKERJAAN ALMARHUM AHMAD HASAN DIPERTANYAKAN
    06 HUT ke-75 Prabowo Subianto, Gerindra Sergai Gelar Aksi Sosial di RSUD Sultan Sulaiman, Budi SE, MM: Kepedulian Harus Diwujudkan melalui Tindakan Nyata
    07 Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Revitalisasi Sekolah dari Pemerintah Pusat, Total Anggaran 2026 Capai Rp6,85 Miliar
    08 Sudah Disegel tapi Masih Beroperasi! APH Didesak Bertindak Usaha Pengolahan Oli Bekas di Siak Hulu Tetap Berjalan, Warga Tercekik Bau Menyengat
    09 Jurnalis Sergai Resmi Surati PT STS, 39 Pertanyaan Dilayangkan soal Dugaan BPJS Ketenagakerjaan Almarhum Ahmad Hasan
    10 31 Tahun Bekerja di PT STS, Ahmad Hasan Meninggal Dunia Diduga Tanpa Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan
    11 Polsek Tambang Sikat 3 Orang Pengedar Narkoba dan Sita Belasan Paket Sabu-sabu Serta Pil Ekstasi
    12 Pasar Malam Tanjung Marulak di duga Tidak Memiliki Izin Keramaian dari Kepolisian Setempat
    13 BUPATI SERGAI TEKANKAN APBD 2027 HARUS TEPAT SASARAN: JANGAN HANYA KEJAR SERAPAN ANGGARAN, MANFAAT NYATA UNTUK RAKYAT JADI PRIORITAS
    14 DUA TAHUN PERKARA BELUM TUNTAS, OPSINEWS.COM DESAK KEJELASAN PENYIDIKAN DAN LANGKAH KONKRET POLRES SERGAI CARI DPO RIDWAN FALEFFI
    15 Polres Sergai Terbitkan DPO Ridwan Faleffi, Tersangka Dugaan Penipuan dan Penggelapan Masih Dicari
    16 Residivis Curanmor Lintas Wilayah Ditahan di Polsek Tualang Sementara Polsek Binawidya Bantah Tak Lanjutkan 4 Laporan Polisi Agus
    17 Wujud Kepedulian Sosial, Kapolres Sergai Salurkan Tali Asih ke Yayasan Cahaya Hati Kemanusiaan
    18 KECELAKAAN BERUNTUN DI PERBAUNGAN: SOPIR ANGKOT KUPM MENINGGAL DUNIA, SEMBILAN ORANG LUKA-LUKA
    19 Aksi Koboy Preman Jalanan Todongkan Pistol Kepada Pedagang Di jalan Arifin Ahmad, Kecamatan bukit Raya, Kota Pekanbaru Viral
    20 Wali Kota Tebing Tinggi Dorong Perluasan PJU hingga Gang Permukiman, PLN Targetkan Listrik Kolam Renang Kembali Menyala Oktober
    21 GSN di Desa Tarean, Tim Gabungan Sisir Pondok Diduga Lokasi Penyalahgunaan Narkoba, Pelaku Nihil
    22 Polres Sergai Bedah Rumah Warga Kurang Mampu di Perbaungan, Kapolres Letakkan Batu Pertama
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik