Kelangkaan Pertalite Kembali Dikeluhkan, Antrean Panjang Terjadi di SPBU Tebing Tinggi dan Sergai, Warga Berharap Pemerintah Segera Bertindak
Selasa, 14-07-2026 - 17:30:33 WIB
Tebing Tinggi, Sumatera Utara. OPSINEWS.COM - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali dikeluhkan masyarakat di Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), termasuk di SPBU 14.202.154 yang berada di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Pabatu, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi, pada Selasa (14/7/2026).
Pantauan Opsinews.com di lokasi menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular sejak pagi. Banyak pengendara mengaku harus menghabiskan waktu cukup lama untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite.
Salah seorang warga yang ikut mengantre mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir dan dinilai sangat memberatkan masyarakat, khususnya mereka yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja.
"Setiap hari saya berangkat kerja harus menghadapi antrean panjang di hampir setiap SPBU di wilayah Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi. Kalau Pertalite habis, saya terpaksa membeli dari pengecer dengan harga yang jauh lebih mahal, berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000 per liter. Tentu ini sangat membebani kami sebagai masyarakat kecil," ujarnya kepada Opsinews.com.
Warga berharap persoalan kelangkaan BBM dapat segera ditangani sehingga aktivitas masyarakat tidak terus terganggu. Mereka juga meminta adanya kepastian distribusi agar antrean panjang tidak terus berulang.
Berdasarkan pantauan Opsinews.com, kondisi serupa tidak hanya terjadi di Kota Tebing Tinggi, tetapi juga di sejumlah SPBU yang berada di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. Antrean kendaraan terlihat hampir setiap hari, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Situasi tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas warga, terutama para pekerja, pelaku usaha kecil, pengemudi angkutan, hingga masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada kendaraan bermotor.
Masyarakat berharap pemerintah, Pertamina, serta instansi terkait segera turun langsung ke lapangan untuk mengevaluasi kondisi distribusi BBM, mengidentifikasi penyebab terjadinya kelangkaan, dan mengambil langkah cepat agar pasokan kembali normal.
Warga juga berharap adanya solusi yang konkret dan berkelanjutan sehingga kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi, aktivitas ekonomi tetap berjalan lancar, serta kepercayaan publik terhadap pelayanan distribusi energi dapat terus terjaga. (Mendrova)
Komentar Anda :