Warga Serbajadi Geger, Pria Diduga ODGJ Ditemukan Meninggal di Depan Rumah Kosong
Serdang Bedagai, Sumatera Utara. OPSINEWS.COM - Warga Dusun I, Desa Tanjung Harap, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mendadak geger setelah ditemukan sesosok mayat laki-laki di depan sebuah rumah kosong, Jumat (15/5/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Dapot Sihombing (35), warga Dusun I Desa Damak Tolong Buho, Kecamatan Bintang Bayu. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Salim (70), seorang penjaga malam setempat, sekitar pukul 06.30 WIB dalam kondisi telungkup dan tubuh telah kaku.
Menerima laporan warga, personel Polsek Dolok Masihul bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Sergai langsung turun ke lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolsek Dolok Masihul, AKP Inja V. Kaban, S.H., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh tim Inafis yang didampingi bidan desa serta pihak keluarga, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan fisik sementara, tidak ditemukan luka ataupun tanda kekerasan pada tubuh korban. Di kantong baju korban juga ditemukan uang tunai sebesar Rp46 ribu,” ujar AKP Inja.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, korban diketahui sudah berada di sekitar area tersebut selama kurang lebih satu minggu terakhir.
Sementara itu, pihak keluarga yang hadir di lokasi mengungkapkan bahwa Dapot telah mengalami gangguan kejiwaan selama sekitar 10 tahun dan meninggalkan rumah sejak empat tahun lalu.
Kasi Humas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, S.H., M.H., membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian sempat berkoordinasi dengan keluarga terkait rencana autopsi guna memastikan penyebab kematian korban.
“Benar, telah ditemukan seorang laki-laki bernama Dapot Sihombing (35). Berdasarkan keterangan masyarakat, korban diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Korban ditemukan dalam posisi telungkup dan tubuh sudah kaku,” jelas AKP Bringin Jaya.
Sekitar pukul 13.00 WIB, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka di Desa Damak Tolong Buho menggunakan ambulans Desa Pulau Gambar.
Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, keluarga korban menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
“Pihak keluarga yang diwakili Petrus Manulang telah membuat surat pernyataan resmi di atas materai untuk tidak dilakukan autopsi. Keluarga mengaku ikhlas dan meminta jenazah segera dibawa pulang untuk dimakamkan,” pungkasnya. (Mendrova)
Sumber Humas Polres Sergai
Komentar Anda :