Apresiasi TMMD Kodim 0212 Tapsel, Warga Lingkungan 4 Huta Tonga Harapkan Aliran Listrik Hingga Pembangunan Jembatan
TAPSEL- OPSINEWS.COM-Masyarakat Lingkungan 4, Kelurahan Angkola Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), berterimakasih atas terlaksananya kegiatan Pengerasan dan Pelebaran Jalan oleh TNI dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Kepala Lingkungan (Kepling) 4 yang bernama Cari Baik Buulolo, apresiasi kegiatan TMMD oleh Kodim 0212 Tapanuli Selatan, di daerah mereka. Ia menuturkan bahwa masyarakat tempatan sangat berterimakasih dengan kegiatan tersebut.
"Saya mewakili masyarakat, khususnya warga di Lingkungan 4 ini, berterimakasih kepada pemerintah terkhusus TNI, karena dengan kegiatan ini akses jalan di daerah kami menjadi lebih baik dari sebelumnya," ungkapnya kepada awak media, pada Senin sore (2/3/2026), di Huta Tonga.
Terlepas dari itu, Kepling juga menyampaikan bahwa mereka juga berharap agar aliran listrik memasuki wilayah mereka.
"Karena akses jalan sudah mulai membaik, harapan kami pemerintah juga memperhatikan bahwa di daerah kami ini masih belum masuk aliran listrik. Ini juga merupakan hal yang sangat penting bagi kami untuk penerangan jalan dan juga penting untuk kebutuhan rumah tangga," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, salah satu Tokoh Adat di Angkola Sangkunur yaitu Samsudin Halawa, menegaskan bahwa aliran listrik memang sangat mereka butuhkan mengingat Lingkungan 4 Huta Tonga sudah berumur kurang lebih 30 tahun namun belum juga dimasuki aliran listrik dari pemerintah.
"Huta Tonga ini dibuka atau sudah ada mulai tahun 1996, namun sampai saat ini belum ada aliran listrik. Padahal, setiap pesta demokrasi suara warga di sini tetap dibutuhkan oleh para calon yang memiliki dapil di sini," tandasnya.
Selain itu, hal penting lainnya yang dibutuhkan di Lingkungan 4 Kelurahan Angkola Sangkunur adalah Pembuatan Bronjong dan Jembatan penyeberangan.
"Pasca bencana longsor yang disertai air besar di Sungai Sangkunur kemarin menyebabkan pinggir sungai yang tidak jauh dari Gereja GPI sudah mulai erosi, dan tentu sangat rentan mengalami longsor apabila terjadi banjir besar kembali," ungkapnya.
Lanjut Samsudin menjelaskan, jarak tepi Sungai Sangkunur dengan gereja GPI yang ada di Huta Tonga hanya sekitar kurang lebih 150 meter. "Jika tidak cepat di buatkan Bronjong, pinggir sungai yang rentan itu dapat dengan mudah terkikis dan air akan naik dan mernerjang pemukiman warga yang berada tepat di bawah gereja," tandasnya.
Kemudian, jembatan penyeberangan sangat dibutuhkan karena sejauh ini bila banjir besar, warga tidak bisa menyeberang dari Kampung Baru (Lingkungan 4) menuju ke Pasir Bidang.
"Sulitnya lagi, apa bila anak-anak dari Lingkungan 4 ingin pergi ke sekolah yang berada di Pasir Bidang. Mereka harus menyeberang Sungai Sangkunur, bila hujan tiba-tiba datang dan volume air sungai naik hingga banjir, itu kan sangat berbahaya. Oleh karena itu kami harap pemerintah juga memperhatikan itu," pungkasnya.
Di waktu terpisah, Babinsa setempat yakni Koptu SB Siregar saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa kegiatan yang mereka lakukan adalah Mencuci jalan dan sekaligus melakukan Pengerasan.
"Mencuci maksudnya membersih badan jalan itu sejauh 2.600 meter, sementara pengerasan jalan 1.700 meter, dan lebarnya 4 meter. Itu dilakukan untuk jalan penghubung antara Lingkungan 2 Batu Rosak dan Lingkungan 4 Huta Tonga," ungkapnya pada Senin malam di Huta Tonga.
Koptu SB Siregar juga menjelaskan bahwa kegiatan TMMD atau Tentara Manunggal Membangun Desa yang tengah berjalan dan hampir selesai itu merupakan kegiatan TMMD yang ke 127 Kodim 0212 Tapanuli Selatan.
"Mewakili atasan, kami harap dengan terlaksananya kegiatan ini warga setempat tidak kesulitan lagi dengan akses jalan. Dulu hanya jalan setapak, kini jadi lebar 4 meter. Sudah bisa dilalui kendaraan bermotor dan juga kendaraan roda empat, walaupun masih harus menyesuaikan dengan medan yang ada. Kegiatan ini dimulai 10 Februari 2026 hingga 10 Maret 2026," sebutnya.
Terkait keluhan masyarakat seperti pembuatan Bronjong dan Jembatan penyeberangan ia menyarankan agar disampaikan langsung kepada pihak pemerintah yang berkompeten bila peresmian jalan ini nantinya.
"Pada peresmian nanti mungkin bupati akan datang, bisa langsung disampaikan saat peresmian jalan pada tanggal 10 Maret 2026," ucap Koptu SB Siregar diakhir penyampaiannya.
(Tim)
Komentar Anda :