Dua Alat Xscapator Sedang Beroperasi Mengali Tanah Urug Hingga Makam Umum Terancam Longsor
Sabtu, 31-01-2026 - 16:17:45 WIB
 |
| Lokasi galian C dan kuburan |
Siak hulu, OPSINEWS.COM-Wilayah Desa Baru Terancam Longsor akibat Bebasnya tambang Galian C Ilegal, bahkan makam orang meninggal pun terancam. Hal di temukan di jalan pembangunan Desa Baru, Kecamatan Siak hulu. Kabupaten Kampar Senin,31/01/2026.
Tambang galian C Ilegal ini sangat bebas beroperasi yang disebut - sebut milik Berinisial IPN, bahkan Polsek Siak hulu terkesan tak berdaya untuk memberantasnya.
Hasil investigasi tim di lapangan terlihat dua unit Escavator yang sedang melakukan kegiatan dan juru tulis,
Warga setempat menceritakan keresahan mereka, di tambang itu ada dua alat berat bang, Satu untuk muat pasir di mobil dan truk dan satu untuk muat tanah Urug. Ungkapnya.
Lanjutnya kami pun disini bang merasa heran padahal hal tambang ilegal itu bang sudah jelas ilegal dan tak jauh jalan umum bahkan polisi lalu-lalang, mustahil mereka tidak tau.
Bahkan menurut informasi pemilik Galian C Ilegal ini berdalih untuk membantu biaya mesjid dan sudah ada kordinasi dengan Polsek Siak hulu.
Sebagai aktivis Dr, Freddy Simanjuntak,SH.MH, Sangat menyayangkan hal ini, seharusnya pihak Polsek Siak hulu harus bertindak jangan karena sudah ada koordinasi dengan pemilik Galian C Ilegal berarti di biarkan,
Lanjut Freddy, Polsek Siak hulu harus bertindak dan mempertimbangkan keselamatan warga dan lingkungannya setempat. jangan biar kan mafia menguasai hukum, selagi tidak memiliki Izin yang resmi penambangan dari pemerintah daerah atau instansi terkait seperti Dinas ESDM atau lingkungan hidup
harus di tutup. Tegasnya.
Dasar hukumnya sudah jelas. Berdasarkan Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2022, pengelolaan pertambangan batuan termasuk tanah urug berada di bawah kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi. Penambangan tanpa izin resmi merupakan tindak pidana ilegal.
Warga meminta TNI /Polri agar kegiatan ilegal Milik IPN yang merusak lingkungan hingga terancam keselamatan warga agar segera di tutup jangan di tunggu ada warga yang mengalami korban longsor.
Namun pihak terkait masih belum memberikan keterangan terkait temuan ini hingga terbit berita ini.
Redaksi.
Komentar Anda :