Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
SDN 021 Tarai Bangun Disinyalir Ada Pungutan 50 Ribu Persiswa
Selasa, 09-08-2022 - 18:51:54 WIB
TERKAIT:
   
 

KAMPAR,  OPSINEWS,COM-Diduga Adanya pungutan sebesar 50 Ribu rupiah yang dilakukan oleh Kepsek SDN 021 Tarai bangun kecamatan Tambang Kampar Aspinati Harahap telah membuat resah Wali murid. Sumbangan yang dipatok perkepala keluarga tersebut bertujuan untuk menimbun lapangan sekolah. Dimana menurut Kepsek lapangan tersebut sering tergenang air maka perlu ditimbun. Selasa,09/08/22.

Sebenarnya untuk menyumbang bagi kemajuan sekolah wali murid pada dasarnya tidak keberatan.Hanya saja yang menjadi masalah adanya besarnya sumbangan yang harus dipenuhi oleh wali murid. Memang tujuannya baik untuk kemajuan sekolah.

Namun semua itu terasa berat bagi orang tua siswa disaat ekonomi yang belum stabil ini.Harusnya pihak sekolah bisa mengambil langkah bijak dengan memberi keleluasaan bagi wali murid untuk menyumbang tampa adanya besaran sumbangan.Selain pihak sekolah bisa juga mensiasati dengan mencari donator donator yang mau menyumbang jika memang dana bos tidak memungkinkan atau tidak ada buat kegiatan tersebut.

Menurut kades Tarai Bangun  Kecamatan Tambang kabupaten Kampar Andra saat menerima keluhan warga, menyampaikan bahwa pihak desa sudah sering mendapatkan pengaduan pengaduan dari wali murid.Masalah yang dilaporkan wali murid tentang pungutan pungutan di SDN 021 Tarai bangun bukan kali ini saja.

"Pihak desa sudah sering menerima pengaduan dari warga .Banyak sumbangan sumbangan yang tidak ada dasarnya sering dikeluhkan oleh wali murid pada desa.Para wali murid menganggap bahwa kepala sekolah seakan akan menjadikan sekolah sebagai ladang bisnis",ujar Andra

"Hari ini masyarakat menyampaikan bahwa ada pungutan tiap Kepala keluarga agar membayar sebesar 50 ribu untuk menimbun lapangan sekolah.Sebelumnya juga ada pengaduan tentang uang perpisahan yang cukup besar disaat wabah Covid 19 melanda.Belum lagi masalah uang baju dan juga pembelian LKS oleh sekolah".

"Belum lagi adanya pungutan saat pengambilan ijazah yang dipungut biaya juga.Ada juga janji untuk menerima bantuan dari dinas dipungut biaya.Tentu kami sebagai perangkat desa akan tetap menampung aspirasi dari para warga.Namun soal penindakan dan penyelesaian bukan lagi wewenang kami"tutup Andra.

Apa yang telah dilakukan oleh kepala Sekolah tersebut diduga telah menyalah gunakan jabatan.Kepsek dengan semena mene melakukan pungutan liar pada wali murid.Seharusnya Kepsek bisa mencari solusi terbaik agar anak bisa nyaman bersekolah tampa memberi beban berat pada wali murid apalagi setelah baru usai dari virus Covid yang cukup menggoncang perekonimian.

Selain itu kepsek juga harus bisa mensiasati dana bos demi kemajuan sekolah.Karena untuk kegiatan pembangunan sarana dan prasana sekolah dana bos reguler telah mengakomodir. Bahkan dari pantauan dilapangan saat ini ada murid yang belajar tampa ada meja dan bangku.Tapi kepsek seakan tak peduli masalah tersebut dan lebih mementingkan penimbunan lapangan.

Saat Tim bakinnews menayakan hal tersebut pada kepala bidang pembinaan ketenagaan disdikpora kampar menyampaikan bahwa memang tidak boleh memaksakan untuk menyumbang kepada wali murid.Jika memang belum mampu untuk dilaksanakan kegiatan penimbunan tidak perlu.Tapi kalau hanya menyumbang secara suka rela dan tidak dipaksa mungkin sah sah saja apalagi jika bisa mencarikan donatur.

Selain itu admiral menyampaikan bahwa pengaduan secara lisan maka dijawab juga secara lisan.kalau memang pengaduan dari wali murid akan ditindak secara tertulis perlu dibuat laporan tertulis.Memang apa yang disampaikan adalah sebuah masukan,namun dinas tetap berasumsi praduga tidak bersalah sebelum dilakukan pengecekan kesekolah.

Krisruh yang terjadi di SDN 021 tarai bangun bukan hanya sekali ini saja. Namun melihat Respon yang disampaikan oleh kabid pembinaan ketenagaan membuat masyarakat merasa bahwa Kepsek  SDN 021 berani melaksanakan pungutan pungutan tampa ada aturannya sebab dinas seperti tutup mata dan membiarkan kegiatan tersebut dilakukan berulang ulang.

Harusnya dinas bisa memberi respon lebih pada pengaduan masyarakat.Apalagi kegiatan itu sudah sering terjadi.Meskipun memang jarak antara kantor dinas dengan sekolah lumayan jauh tapi Disdikpora tidak boleh abai dalam melaksanakan kontrol pada sekolah sekolah. Agar tidak ada kebijakan sekolah yang menyimpang dari aturan yang ada. Untuk keseimbangan Berita Media mencaba Menjumpai Kepala Sekolah SDN 021 Tarai Bangun Namun Kepsek tidak Berhasil ditemui hingga berita ini ditayangka.
Red** 




 
Berita Lainnya :
  • Musim Hujan Tak Henti dan Banjir Rendam Pemukiman, DPC Partai Gerindra Sergai Salurkan Bantuan Makanan ke Warga Dusun V Bakaran Batu
  • Polres Serdang Bedagai Intensif Pantau Situasi Hujan Deras, Berikan Himbauan Keselamatan kepada Masyarakat
  • Oknum Satpol PP Terjaring bisnis N4rkob4
  • Dugaan Pungli di SMP Negeri 1 Sei Bamban: Publik Resah, Transparansi Dipertanyakan, dan Masa Depan Anak Bangsa Menjadi Taruhan
  • Kepsek SMPN 1 Sei Bamban Diduga Blokir Wartawan Saat Dimintai Klarifikasi Pungli Rp4.000/Bulan, DPRD Sergai: “Kadis Sudah Hentikan Pengutipan Itu”
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Musim Hujan Tak Henti dan Banjir Rendam Pemukiman, DPC Partai Gerindra Sergai Salurkan Bantuan Makanan ke Warga Dusun V Bakaran Batu
    02 Polres Serdang Bedagai Intensif Pantau Situasi Hujan Deras, Berikan Himbauan Keselamatan kepada Masyarakat
    03 Oknum Satpol PP Terjaring bisnis N4rkob4
    04 Dugaan Pungli di SMP Negeri 1 Sei Bamban: Publik Resah, Transparansi Dipertanyakan, dan Masa Depan Anak Bangsa Menjadi Taruhan
    05 Kepsek SMPN 1 Sei Bamban Diduga Blokir Wartawan Saat Dimintai Klarifikasi Pungli Rp4.000/Bulan, DPRD Sergai: “Kadis Sudah Hentikan Pengutipan Itu”
    06 PT MUP Gunakan Oknum TNI dan Pensiunan TNI Bersenjata Api Hadapi Masyarakat Penjaga Kebun di Langgam Pelalawan
    07 Anti Kritik, Larshen Yunus : Pak Ahmad Yuzar Takut dengan Spanduk, Bukan Takut Khianati Rakyat
    08 Aktivitas PETI Kuansing Renggut 6 Nyawa Korban Pekerja, Masih Terpantau Beroperasi di Desa Serosah
    09 9 Hari pasca Pembunuhan, Polres Pelalawan masih Belum Menetapkan Tersangka
    10 Dugaan Pungli Berkedok Donasi Guncang SMPN 1 Sei Bamban Sergai: Siswa Wajib Setor Rp4.000/Bulan, Sekolah dan Dinas Bungkam
    11 Luar Biasa di Tengah Efisiensi Anggaran, PJ Kades Desa Baru Boyong Istri, Perangkat Desa dan Staf Flexing Jalan-Jalan ke Luar Negeri
    12 Peletakan Batu Pertama Pembangunan SPPG ke-5 Polres Sergai di Desa Batu 12
    13 Miss Komunikasi, Kades Batang Nilo Kecil Sampaikan Klarifikasi yang Sebenarnya
    14 Pelaku Pengeroyokan Warga di Desa Sinama Nenek di Tangkap Satreskrim Polres Kampar
    15 SPPG Bukit Raya Diduga Dikuasai Yayasan Milik Istri Anggota DPRD Riau
    16 Dugaan Pungli Berkedok Donasi di SMPN 1 Sei Bamban: Siswa Dikutip Rp4.000 per Bulan, Kepala Sekolah Tak Beri Respons
    17 Blessing FC Melaju ke Final Piala Walikota cup 2025 Cabor Futsal Setelah Taklukkan Tim futsal kita kita Adu Pinalti
    18 Bernama Asril Telpon dan Lobiy Wartawan agar jangan di Beritakan Terkait Dugaan Praktik Penimbunan BBM Bersubsidi di Kawasan Tenayan Raya
    19 Oknum Polisi di Indragiri Hulu Dipecat Terlibat "Nyabu", Kapolres: Tak Ada Toleransi Bagi Anggota polisi di Polres Indragiri Yang Terlibat Narkoba
    20 Natal Rote Bersatu 2025 Siap Sambut Lebih Dari Seribu Undangan di Jakarta
    21 Semangat Membara! Inkanas Kampar
    22 Identitas Kerangka Manusia dalam Batang Pohon Aren Terungkap: DNA Cocok 99,99% dengan Anak Amrita Hamid
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik