Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Kedelai Mahal, Ini Penjelasan KPPU
Senin, 21-02-2022 - 12:42:19 WIB
Ilustrasi. @net
TERKAIT:
   
 

OPSINEWS.COM - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mulai menyoroti mahalnya harga kedelai impor. Imbas dari mahalnya komoditas kedelai membuat harga tempe dan tahu melejit dipasaran.

"Untuk kedelai, saat ini (KPPU) pantau terus perkembangannya," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur saat kepada Merdeka.com di Jakarta, Senin (21/2).

Akan tetapi, KPPU belum menemukan indikasi adanya dugaan kartel dibalik mahalnya harga kedelai impor yang terjadi belakangan ini. Sebab, belum adanya temuan bukti kuat indikasi pelanggaran terhadap regulasi persaingan usaha.

"Saat ini, masih belum cukup informasi atas (kartel) tersebut," tutupnya.

Meski sebelumnya telah menyatakan untuk mogok produksi mulai 21 hingga 23 Februari 2022, Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) akhirnya mengeluarkan kembali surat edaran agar para perajin tahu dan tempe membatalkan aksi mogok produksi. Aksi ini mogok produksi tahu dan tempe ini rencananya berlangsung tiga hari mulai hari ini 21 Februari 2022 hingga 23 Februari 2022.

Namun meskipun ada surat edaran baru tersebut, terdapat beberapa perajin tempe dan tahu yang sudah terlanjur atau tetap menjalankan aksi mogok produksi.

“Menyusul surat kami No: 007/Gakoptindo/1/2022 tanggal: 15 Januari 2022. Perihal Himbauan Untuk Tidak Mogok Produksi/Demo,” tulis surat himbauan yang ditandatangani pada Minggu 20 Februari 2022.

Pembatalan mogok produksi tahu tempe tersebut berdasarkan 4 hal. Pertama, sesuai hasil pertemuan koordinasi antara Pengurus Gakoptindo dengan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan pada 4 Februari 2022.
 
Mendag: Kenaikan Kedelai Impor Disebabkan Badai La Nina di Amerika Selatan

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi mengungkapkan, kenaikan kedelai impor salah satunya diakibatkan oleh badai La Nina di Amerika Selatan. Sehingga, menyebabkan suplai kedelai dunia terganggu.

"Harga dunia loncat dari USD 12 menjadi 18 karena terjadi La Nina di Argentina dan Amerika Selatan yang menyebabkan suplai jadi sangat terbatas dan harga jadi naik," tuturnya usai melakukan sidak di Pasar Pa'baeng-baeng Makassar, Kamis (17/2).

Selain La Nina, masalah restrukturisasi peternakan babi di China juga menjadi pemicu harga kedelai di pasar Internasional. Ia mengaku saat ini peternakan di China menjadikan kedelai sebagai konsumsi babi.

Lutfi mengaku untuk mengatasi masalah kenaikan harga kedelai tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan mitigasi untuk mengatasi hal tersebut. Ia mengaku minggu depan akan mengumumkan kebijakan mengatasi kenaikan harga kedelai.

"Sekarang kita sudah siapkan mitigasinya untuk mengambil kenaikan harga. Kita akan putuskan kesempatan minggu depan dan akan saya umumkan kebijakannya," ujarnya.
 




 
Berita Lainnya :
  • Pemko Tebing Tinggi Raih Predikat Informatif KI Sumut Award 2026, Standar Penilaian Naik Jadi 90
  • Oknum Mantan RW Disebut Bos Usaha Ilegal Pengolahan Oli Bekas, Bupati Kampar Didesak Tindak Tegas, DLH Tak Mampu Bertindak
  • FKI.1 Sergai Desak Satpol PP Periksa dan Tertibkan SPPG Tanpa PBG, Dugaan 21 Dapur MBG Jadi Sorotan
  • Gempur Kawasan Rawan Narkoba di Desa Pon, Tim Gabungan Polres Sergai dan Polda Sumut Amankan 12 Orang, 10 Positif Urine
  • KWITANSI GAJI CATAT POTONGAN JAMSOSTEK Rp115.400, STATUS BPJS KETENAGAKERJAAN ALMARHUM AHMAD HASAN DIPERTANYAKAN
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Pemko Tebing Tinggi Raih Predikat Informatif KI Sumut Award 2026, Standar Penilaian Naik Jadi 90
    02 Oknum Mantan RW Disebut Bos Usaha Ilegal Pengolahan Oli Bekas, Bupati Kampar Didesak Tindak Tegas, DLH Tak Mampu Bertindak
    03 FKI.1 Sergai Desak Satpol PP Periksa dan Tertibkan SPPG Tanpa PBG, Dugaan 21 Dapur MBG Jadi Sorotan
    04 Gempur Kawasan Rawan Narkoba di Desa Pon, Tim Gabungan Polres Sergai dan Polda Sumut Amankan 12 Orang, 10 Positif Urine
    05 KWITANSI GAJI CATAT POTONGAN JAMSOSTEK Rp115.400, STATUS BPJS KETENAGAKERJAAN ALMARHUM AHMAD HASAN DIPERTANYAKAN
    06 HUT ke-75 Prabowo Subianto, Gerindra Sergai Gelar Aksi Sosial di RSUD Sultan Sulaiman, Budi SE, MM: Kepedulian Harus Diwujudkan melalui Tindakan Nyata
    07 Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Revitalisasi Sekolah dari Pemerintah Pusat, Total Anggaran 2026 Capai Rp6,85 Miliar
    08 Sudah Disegel tapi Masih Beroperasi! APH Didesak Bertindak Usaha Pengolahan Oli Bekas di Siak Hulu Tetap Berjalan, Warga Tercekik Bau Menyengat
    09 Jurnalis Sergai Resmi Surati PT STS, 39 Pertanyaan Dilayangkan soal Dugaan BPJS Ketenagakerjaan Almarhum Ahmad Hasan
    10 31 Tahun Bekerja di PT STS, Ahmad Hasan Meninggal Dunia Diduga Tanpa Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan
    11 Polsek Tambang Sikat 3 Orang Pengedar Narkoba dan Sita Belasan Paket Sabu-sabu Serta Pil Ekstasi
    12 Pasar Malam Tanjung Marulak di duga Tidak Memiliki Izin Keramaian dari Kepolisian Setempat
    13 BUPATI SERGAI TEKANKAN APBD 2027 HARUS TEPAT SASARAN: JANGAN HANYA KEJAR SERAPAN ANGGARAN, MANFAAT NYATA UNTUK RAKYAT JADI PRIORITAS
    14 DUA TAHUN PERKARA BELUM TUNTAS, OPSINEWS.COM DESAK KEJELASAN PENYIDIKAN DAN LANGKAH KONKRET POLRES SERGAI CARI DPO RIDWAN FALEFFI
    15 Polres Sergai Terbitkan DPO Ridwan Faleffi, Tersangka Dugaan Penipuan dan Penggelapan Masih Dicari
    16 Residivis Curanmor Lintas Wilayah Ditahan di Polsek Tualang Sementara Polsek Binawidya Bantah Tak Lanjutkan 4 Laporan Polisi Agus
    17 Wujud Kepedulian Sosial, Kapolres Sergai Salurkan Tali Asih ke Yayasan Cahaya Hati Kemanusiaan
    18 KECELAKAAN BERUNTUN DI PERBAUNGAN: SOPIR ANGKOT KUPM MENINGGAL DUNIA, SEMBILAN ORANG LUKA-LUKA
    19 Aksi Koboy Preman Jalanan Todongkan Pistol Kepada Pedagang Di jalan Arifin Ahmad, Kecamatan bukit Raya, Kota Pekanbaru Viral
    20 Wali Kota Tebing Tinggi Dorong Perluasan PJU hingga Gang Permukiman, PLN Targetkan Listrik Kolam Renang Kembali Menyala Oktober
    21 GSN di Desa Tarean, Tim Gabungan Sisir Pondok Diduga Lokasi Penyalahgunaan Narkoba, Pelaku Nihil
    22 Polres Sergai Bedah Rumah Warga Kurang Mampu di Perbaungan, Kapolres Letakkan Batu Pertama
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik