HUKRIM 

PERAS KADES, OKNUM LSM DIJEBLOSKAN TAHANAN

PASURUAN – Berdalih sebagai anggota LSM dan seorang wartawan, Khusairi(45) asal Jl. Karang Juwet RT 32-RW 05, Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan harus berurusan dengan tim saber pungli Polres Pasuruan. Ikhwal tertangkapnya oknum LSM dan wartawan oleh petugas gabungan dari Polsek Wonorejo dan Tim Saber Pungli Polres Pasuruan, berawal dari laporan Toyib(41) Kepala Desa Karang Asem, Kecamatan Wonorejo,Kab.Pasuruan yang merasa diperas jutaan rupiah oleh pelaku(Khusairi). Menurut Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso, mengatakan,” pelaku kami tangkap saat menerima uang dari korbannya atau Operasi Tangkap Tangan (OTT),”tegasnya.
Diterangkan olehnya, pelaku ditangkap dirumah makan Anda jalan raya Pasuruan-Malang masuk wilayah Desa Cobanblimbing,Kecamatan Wonorejo pada Kamis siang(27/9)sekitar pukul 11:30 Wib. Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti diantaranya uang tunai 7juta,Surat Somasi berkop LSM DPN LPPNRI Jakarta,CD Rekaman pembicaraan,2 HP, 1 unit mobil Toyota Crown nopol N 997 VS,amplop warna coklat,ID Card LPK, ID Card LSM Barata dan ID Card wartawan dari kantor berita Forum Indonesia Tabloid.
Sedangkan kronologi sebagai berikut, sekitar awal bulan Agustus 2018 korban ditelepon oleh pelaku yang mengaku dari LSM Barata dan minta bertemu untuk membicarakan temuan adanya penyalahgunaan DD tahun 2017 Desa Karangasem, agar perkara tersebut tidak sampai ramai dan dilaporkan kemana mana pelaku minta uang Rp. 3juta. Penyerahan pertama Rp.1juta di Alfa Mart depan pabrik Teh Pucuk Kejayan pada 7 Agustus 2018 dan yang kedua jarak 2 minggu kemudian sebesar Rp. 2juta di Alfa Mart Alun2 Contong 21 Agustus 2018. Pada saat itu pelaku mengataka kasus dinyatakan selesai.
Namun pada 24 September 2018 korban kembali mendapatkan Somasi pertama dan terakhir dari LSM DPN LPPNRI Jakarta yang intinya juga sama ada temuan dugaan lahgun penggunaan DD tahun 2017 dan surat sudah dikirim ke Polda Jatim.Korban yang merasa dibohongi dan minta pertanggungjawaban kepada pelaku dan pelaku sanggup mencabutkan pengaduan tersebut ke Polda asalkan korban menyediakan uang Rp.50juta untuk biaya pencabutan perkara di Polda dan pihak LSM yang telah membuat surat pengaduan. Karena korban tidak punya uang sesuai pemintaan dan dinego serta disepakati Rp.15juta. Penyerahan pertama sebesar Rp.7juta dan sisanya Rp.8juta seminggu kemudian. Korban (Kades Karangasem) melaporkan pada petugas Polsek Wonorejo dan diteruskan ke tim saber pungli Polres Pasuruan. Pelaku terpancing dan kemudian tertangkap oleh petugas. Saat ini pelaku masih dalam proses penyidikan dan dijerat dengan pasal 368 subs pasal 369 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9tahun penjara,”pungkas AKP Busan sapaan akrab Kasat Reskrim Polres Pasuruan. (Indra/Hans)

Related posts

Leave a Comment