Jendela 

Cak Narto “Kalau Sudah Tiada Baru Terasa”

SURABAYA, www.opsinews.com – Suami atau istri umumnya adalah orang yang pertama dilihat saat bangun tidur dan orang yang terakhir dilihat saat akan tidur. Tak heran akan ada duka dan kehilangan besar saat pasangan meninggal. Seperti yang dirasakan Cak Narto Ketua (Paguyuban Bendera Arek- Arek Suroboyo) PBAS, yang beralamatkan di jalan Pulo Wonokromo 137 Surabaya. Saat istrinya meninggal Jumat, 07 September 2018 kemaren karena penyakit kanker serviks yang dideritanya selama 8 bulan. Ada kesedihan yang dia rasakan. Apalagi melihat ketiga anaknya yang harus kehilangan seorang ibu. Sementara sang istri, Ny. Eny meninggal di usia yang relatif masih muda 55 tahun.
Mengenang almarhumah mendiang Ny Eny beliau Sangat aktif semasa hidupnya dalam kegiatan di kampungnya. Bahkan beliau aktif dalam keanggotaan Ibu-Ibu PKK. Terakhir kegiatan yang di ikuti mendiang adalah mengikuti kegiatan aksi damai tolak Risma Cawagub. Beliau sebagai ketua kordinator. Kepergianya yang terlalu cepat ini juga menyisahkan kisah pilu buat para kerabat tetangganya. Begitu aktifnya mendiang selama masa hidupnya, hingga mengundang beberapa tokoh masyarakat turut serta merasakan kesedihan atas kepergianya menghadap sang ilahi.
Terlihat dari rangkaian bunga bunga ucapan yang datang terlihat dari Bu Tri Rismaharini, MT (Walikota Jawa Timur), PBSI Pemkot Surabaya, Fuad Benardi S.Kom (Putra Ibu Risma). Bagi Cak Narto, istrinya telah meninggalkan jutaan kenangan indah sebelum meninggal. “Dia adalah seorang ibu yang penuh kasih dan fantastis bagi ketiga anak kami yang menawan. Dia akan tetap menjadi istri, adik, bibi, anak perempuan maupun cucu. Dia akan hidup dalam ingatan kita, sebagai panutan dan inspirasi,” tutur Ketua PBAS ini.
Dalam hidup semua ini hanyalah titipan sementara, kehilangan orang yang di sayang jika takdir tuhan telah memutuskan lalu kita apa boleh buat. Kehilangan itu memang sangat sakit memilukan membuat hati hampa, galau teramat pilu. Namun kita tidak boleh patah semangat mudah menyerah dalam menghadapi kehilangan orang yang di cintai.
Yakinlah bahwa tuhan masih menyimpan sebuah keajaiban buat kita semua. (kkh/sam)

Related posts

Leave a Comment