Jendela 

Perkuat Jati Diri Bangsa Dengan Pencak Silat

SURABAYA – Pencak Silat Nurharias adalah salah satu aliran Pencak Silat tertua yang telah melahirkan berbagai perguruan Silat di Indonesia, bahkan di Jawa Timur tepatnya di Kampung Seni THR Surabay. Seni Bela Diri sangat menyebar luas dan banyak sekali peminatnya karena di sambil olahraga mengarah yang bermanfaat maka banyak sisi lain bisa menjaga keselamatan diri sendiri. Ada seorang Pendekar Pencak Silat yang disegani. Pada pertengahan abad ke XVIII (kira-kira tahun 1760), pertama kali memperkenalkan kepada murid-muridnya jurus silat.
Oleh karena itu, di Jawa Timur sendiri banyak sekali perguruan Pencak Silat yang ada di Surabaya sendiri khususnya terdapat perguruan pencak silat yang bernama Nurharias yang sudah berdiri dari sejak tahun 1927 yang didirikan beliau Atho’illah. Pencak Silat Nurharias ini mengunakan jurus gerakanya dari Cimande yang merupakan Pencak Dor atau dengan istilahnya Pencak Bebas.
Surabaya tepatnya di Kampung Seni THR merupakan tempat berlatihnya siswa siswi Pendekar Nurharias. Dibawah Pimpinan Mas Wawan (36) selalu mengadakan latihan rutin tiap malam Kamis dan malam Minggu. Mas Wawan sabar dan tekun mengajari muridnya guna untuk menjadikan muridnya menjadi pesilat yang handal dan tangguh. Saat ditemui awak Media OPSI di sela kesibukanya melatih siswanya, mas Wawan menjelaskan makna dan tujuanya pencak Nurharias sendiri merupakan seni bela diri yang mengajarkan para siswa siswinya agar tidak berlaku menyombongkan diri meskipun memiliki ilmu seni bela diri.
Karena makna yang di miliki Nurharias ini sendiri ialah Nur yang berarti Cahaya Harias berarti Padi yang unggul. Jadi intinya ialah padi makin berisi makin merunduk. Prinsip inilah yang harus ditanamkan pada siswa siswinya saya sejak usia dini. Jadi jangan pernah sombong dan selalu jaga sifat kekeluargaan, persaudaraan dan kemasyarakatan. Jadilah orang seperti padi makin berisi makin merunduk pungkasnya. (sam/red)

Related posts

Leave a Comment