OPSI JATIM 

Diduga Drainase Buruk, Akibatkan Rusak Jalan Nasional

BANYUWANGI -Penataan sistem drainase yang seharusnya dikelola dengan baik nampaknya kurang diperhitungan dengan matang oleh Pemerintah Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Hal ini terjadi pada Rabu malam (16/5) tepatnya di sepanjang jalan utama Desa Jajag Kec.  Gambiran. Tentu saja hal ini sangat mengganggu para pengguna jalan yang sedang melintas di kawasan Jajag. Selain itu dampaknya dari luberan air yang keluar dari saluran air itu bisa merusak jalan karena bisa berakibat timbulnya lubangan. Untuk itu harapannya agar Pemerintah Kecamatan dan Desa serta Instansi terkait harus segera turun tangan melakukan evaluasi mengenai tata kelola saluran air di Wilayah Jajag ini.

Marto (56) salah satu warga desa Jajag menuturkan hal ini setiap terjadi turun hujan selalu terjadi luberan bahkan luapan air sampai mengenangi jalan raya nasional. “Maklum mas sepertinya drainase ini harus dibenahi supaya air tidak meluber lagi di jalan raya karena hal ini sangat mengganggu pengguna jalan bahkan masyarakat sekitar”, papar Marto kepada awak media. Tidak hanya warga hal ini juga dikeluhkan oleh Nana salah satu pemilik toko yang ada di kawasan Jajag yang kebetulan tepat di depan tokonya merupakan saluran drainase. Ia sangat terganggu dengan kondisi seperti ini karena para pembeli yang hendak belanja ke tokonya kini terganggu dengan luapan air. “Wah kalau seperti ini bisa menggangu para pembeli yang mau belanja mas dan ini bisa berpengaruh pada pendapatan saya”, ujar Nana dengan sedih.  (NJP)

 

Related posts

Leave a Comment