Jendela 

Budaya Adat Masih Melekat Dihati Masyarakat

NGANJUK – Sebuah fenomena dikalangan rakyat jelata mulai  dari nenek moyang kita dahulu yaitu suatu peringatan yang dinamakan “ Sedekah bumi “ atau nyadran atau bisa dibilang bersih desa, itu adalah sebuah peristiwa yang sampai saat ini masih menancap di sanubari para rakyat kita lebih – lebih yang ada di kawasan pelosok desa, hal itu sampai sekarang masih banyak yang disakralkan. Di Desa  Sumbersono, Kec. Lengkong pada Jum’at, 6 April 2018 kemarin ada acara “ bersih desa “ yang secara rutin mengambil hari yang diyakini yaitu Jum’at Legi. Acara selamatan dilaksanakan di Punden Sumbersono, di tengah kerumunan warga kira – kira sejumlah 150 an yaitu hadir KADES Sumbersono (SUGENG WALUYO), Camat lengkong (HARIS SUJATMIKO), BABINSA Sumbersono, Sertu WARIYANTO dan satu anggota SERDA J.UMBORO.R, BABINKAMTIBMAS AIPTU HANDOKO dan masih banyak lagi para undangan tua muda pria maupun wanita. Sementara Subandi selaku Modin Sumbersono yang memimpin do’a dan selanjutnya Subandi memaparkan kata pemahaman sejarah cikal bakal Desa Sumbersono kepada para siswa ± 30 an dari SMP NEGERI II LENGKONG dibawah pimpinan UNTUNG KASWONO selaku gurunya.

Para Muspika dan Warga di Punden

Sejarah terjadinya / adanya Desa Sumbersono diceritakan dulu berwujud hutan yang lebat dan banyak hewan banteng oleh mbah SUROSONO sekitar tahun 1860 an hutan tersebut dibabat digunakan untuk tanah pertanian. Saat nebangi hutan mbah SUROSONO haus lalu menemukan sumber air dibawah pohon sono lalu air tersebut diminum seusai lepas dahaga Mbah SUROSONO sehat kembali dan bisa melanjutkannya sampai areal luas. Areal ini dulu ada Kedung dan banyak binatang banteng maka orang menyebut lokasi ini adalah Kedung Banteng. Mbah SUROSONO  dimakamkan dilokasi ini. Maka warga secara turun temurun setiap tahun mengambil hari Jum’at Legi mengadakan tasyakuran di areal ini sebagai wujud tanda terima kasih kepada Mbah SUROSONO  selaku orang yang pertama cikal bakal babat tempat ini untuk dijadikan desa. Kemudian yang kedua bertujuan sedekah untuk menghormati kepada Mbah Danyang  Sumbersono yaitu Plenting Kuning.

Sumur Sumber Air yang ditemukan Mbah  Surosono dulu

 

SUGENG WALUYO, KADES Sumbersono menambahkan apabila acara tumpengan / selamatan pagi yang pertama di punden setelah selesai dari punden lalu dilanjutkan selamatan lagi di rumah Kepala Desa. Nanti sore di pentaskan hiburan wayang kulit semalam suntuk dengan Ki Dalang Gatot Wicaksono dari Kediri dengan lakon “WAHYU KETENTREMAN ANGGODO BALIK“ lalu diteruskan lagi besuk pagi Sabtu, 07 April 2018 acara drum band dari TK, SD, SMP Sumbersono serta arak – arakan jaranan Ragil Saputro dari Desa Sumbersono , yang akan di pentaskan untuk menghibur masyarakat. Harapan kami semoga tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan agar warga saya bisa nonton dengan nyaman dan tentram. “Kata KADES“. (TUT/LAM)

Related posts

Leave a Comment