Nusantarta 

NASIB TRAGIS MENIMPA TKW SUKABUMI

SUKABUMI – Akibat seribu janji dan bahkan di buai bujuk rayu akan di iming imingi sejumlah gaji besar.Akhirnya nasib tragis yang di alami oleh seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita) yang berinisial (eel) yang berasal dari Pelabuhan Ratu Sukabumi. Cita citanya kandas di tangan sponsor dan penyalur TKW. Hasil konfirmasi dan keterangan yang di himpun dari narasumber. Pada bulan Februari 2017, korban di jemput oleh seorang wanita yang berinisial (y) dari Pelabuhan Ratu menuju Cianjur menginap satu malam lalu berangkat ke Jakarta dan dibawa ke PT. PTM yang berada di kawasan Jakarta. Disitu korban menanyakan berapa gaji yang akan di berikan?. Lalu dari pihak PT menerangkan bahwa gaji untuk EX adalah seribu enam ratus sampai seribu tujuh ratus  real.

Tetapi yang bersangkutan hanya menerima seribu tiga ratus dengan kontrak dua tahun. Dan masih menurut keterangan dari yang bersangkutan, dari Jakarta menuju Batam lalu Malaysia terus ke Singapura menuju lagi ke Colombia lalu ke Riyadh. Barulah tiba di Serikat Agent Penampungan Mahara. Walupun dalam keadaan sakit yang bersangkutan di paksa untuk bekerja. Setelah bekerja dalam kurun waktu lima bulan yang bersangkutan mengalami pendarahan hebat dan yang bersangkutan berobat ke RS OBED mengeluarkan biaya sendiri. Sampai akhirnya yang bersangkutan pulang ke Tanah Air setelah bekerja dalam jangka lima bulan.

Hasil komfirmasi  dengan  (P4TKI) yang berinisial (Si, il) bahwa untuk penempatan perekrutan tenaga kerja ke sembilan belas negara termasuk Arab Saudi tidak di perbolehkan lagi bahkan sangat melanggar aturan ujarnya. Sedangkan kita ketahui di dalam Permenaker dan Moratorium hal tersebut diduga berkaitan dengan adanya dugaan pelanggaran Undang Undang no 21 tahun 2007. Dan tidak sesuai dengan protokol palerno pada ayat 3 yang berbunyi Perekrutan, pengiriman, pemindah tangan pengiriman orang apalagi ada dugaan menurut keterangan dari yang bersangkutan mengunakan visa kosong serta paspor wisata bukan sebagai TKI. Sejauh ini patut di pertanyakan, apakah P4TKI untuk kabupaten Sukabumi sudah memberikan perlindungan maksimal?. Atau hanya isapan jempol. (ANDI)

Related posts

Leave a Comment