OPSI JATIM 

Warga Desa Ringinpitu Resah Terhadap Proyek Pengerasan Jalan

Banyuwangi, opsinews.com – Anggaran silva atau anggaran dana desa Ringinpitu tahun 2017 sebesar 52 juta yang dialokasikan untuk pengerasan jalan dan plat decker atau bak cor menuai polemik ditengah masyarakat. Hal itu disebabkan dalam pengerjaan yang dilaksanakan oleh tiga kepala dusun yaitu Suprapto Kadus Ringinanom, Giyanto Kadus Bayat serta Wasito Kadus Ringinasri dinilai warga terdapat penyimpangan dalam hal jumlah rit/truck.

Menurut salah satu warga yang enggan disebut namanya mengatakan jika grasak yang seharusnya berjumlah 36 rit/truck hanya didatangkan 29 rit/truck sedangkan sisanya 7 rit/truck tidak ada kelanjutannya.

“Hanya dikirim 29 rit/truck yang dikirim mas, sedangkan yang 7 rit/truck tidak jelas,” ujar salah satu warga tersebut.

Saat hal ini di konfirmasikan ke Suprapto selaku kadus Karanganom Senin (25/3) menurutnya, informasi yang disampaikan warga itu tidak benar. Memang benar masih kurang 3 rit/truck atas kesepakatan kadus Bayat yang bernama Giyanto, pengiriman grasak sengaja dihentikan karena ada tuduhan yang mengatakan pihaknya melakukan korupsi.

“Sengaja saya hentikan karena saya hanya ingin tau siapa yang menyebar tuduhan saya dan teman-teman melakukan korupsi mas, padahal keuangan sebenarnya sudah saya bayarkan ke supplier. Monggo silahkan di cek kebenarannya kalau tidak percaya dengan saya,” papar Suprapto.

Menurut Suprapto, pihaknya juga sudah pernah dipanggil sekcam Tegaldlimo atas dasar surat somasi dari salah satu lembaga swadaya masyarakat untuk menjelaskan kronologisnya.

“Alhamdulillah semua sudah saya jelaskan ke pak sekcam dan beliau bisa menerima semua penjelasan saya,” pungkas Suprapto dengan tersenyum. (TIM)

Related posts

Leave a Comment