Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Retorika Kapolri Diuji, Waketum IWO-I Kritik Pedas Polsek Tapung Hulu
Kamis, 11-12-2025 - 14:35:09 WIB
TERKAIT:
   
 

Kampar, OPSINEWS.COM- Wakil Ketua Umum DPP IWO-I Ali Sofyan melontarkan kecaman keras terhadap penanganan kasus dugaan penggelapan brondolan sawit 80 kilogram yang menyeret seorang karyawan PT. ATS II (Arindo Tri Sejahtera Dua) di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.(11/12/25).

Ali Sofyan menilai kasus dengan nilai kerugian yang tidak sampai setengah juta rupiah itu telah diproses secara berlebihan, tidak manusiawi, dan bertentangan dengan semangat keadilan substantif.

Dalam pernyataannya, Ali Sofyan menegaskan bahwa apa yang terjadi di lapangan membuktikan bahwa slogan Kapolri tentang “Hukum Jangan Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah” tidak lebih dari sekadar retorika kosong.

“Ucapan Kapolri itu terbukti hanya isapan jempol. Kasus kecil seperti ini diproses dengan brutal, tetapi kasus besar kerap menguap. Ini tamparan keras bagi institusi Kepolisian,” tegas Ali.

Ali juga mengecam keras sikap penyidik Polsek Tapung Hulu yang tetap nekat menjerat pekerja tersebut dengan Pasal 372/374 KUHP, meski Kerugian perusahaan sangat kecil, Pelaku adalah karyawan kecil, Warga setempat, Memiliki bayi berusia 4 bulan, Telah ada permohonan maaf tertulis, Pemerintah Desa dan Camat sudah mengajukan mediasi.

Meski Ada jalur Restorative Justice dalam Perpol Nomor 8 Tahun 2021,Namun seluruh dasar kemanusiaan itu diabaikan total.

“Perpol 8/2021 itu jelas, transparan, dan wajib dijalankan. Tapi yang terjadi Polsek Tapung Hulu justru gagal total. Ini bukan sekadar kelalaian, ini pengabaian terhadap aturan internal Polri,” kecamnya.

Lebih jauh, Ali Sofyan meminta Kapolres Kampar dan Kejaksaan Negeri Bangkinang turun tangan dan menghentikan kriminalisasi terhadap rakyat kecil. Ia meminta aparat penegak hukum mengedepankan prinsip Azas Kemanusiaan, Azas Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia sebagaimana termaktub dalam Sila Kelima Pancasila.

“Pancasila itu bukan hiasan dinding. Sila ke lima wajib diterapkan, bukan ditertawakan. Masa 80 kilogram brondol sawit mengalahkan nyawa dan masa depan keluarga? Ini tidak masuk akal,” ujar Ali geram.

Bahkan menurutnya, PT. ATS II seharusnya hanya memberikan sanksi administratif atau pemecatan, bukan memaksa karyawan kecil masuk penjara hanya karena persoalan brondol tercecer.

“Penyidik Polsek Tapung Hulu lebih memilih memenjarakan daripada mempertimbangkan kemanusiaan. Ini memalukan. Hukum berubah menjadi alat menindas rakyat kecil,” tegas Ali.

“Negara tidak boleh kalah oleh korporasi. Hukum tidak boleh berpihak pada yang kuat. Keadilan tidak boleh mati hanya karena uang empat ratus ribu rupiah,” pungkas Ali Sofyan.(Tim Redaksi PRIMA).

 




 
Berita Lainnya :
  • Syukur dalam Kebersamaan: HUT ke-16 STM Fahasara Dodo Kota Tebing Tinggi, Menguatkan Iman dan Persaudaraan di Tengah Zaman
  • Natal STM Fahasadodo 2025 dan HUT ke-16: Meneguhkan Iman, Menguatkan Keluarga, Menebar Damai di Tengah Perubahan Zaman
  • Wujud Empati, Wali Kota Tebing Tinggi Layat Keluarga Pedagang Pasar Gambir dan Jenguk Warga di Brohol
  • Wali Kota Tebing Tinggi Pimpin Gotong Royong Jelang Peresmian Pasar Inpres, Tegaskan Kios Bukan untuk Diperjualbelikan
  • As Berstatus Istri Sah Seorang Pria bahkan Gunakan Identitas Palsu Serta Marga Kerja di Tempat Esek-esek
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Syukur dalam Kebersamaan: HUT ke-16 STM Fahasara Dodo Kota Tebing Tinggi, Menguatkan Iman dan Persaudaraan di Tengah Zaman
    02 Natal STM Fahasadodo 2025 dan HUT ke-16: Meneguhkan Iman, Menguatkan Keluarga, Menebar Damai di Tengah Perubahan Zaman
    03 Wujud Empati, Wali Kota Tebing Tinggi Layat Keluarga Pedagang Pasar Gambir dan Jenguk Warga di Brohol
    04 Wali Kota Tebing Tinggi Pimpin Gotong Royong Jelang Peresmian Pasar Inpres, Tegaskan Kios Bukan untuk Diperjualbelikan
    05 As Berstatus Istri Sah Seorang Pria bahkan Gunakan Identitas Palsu Serta Marga Kerja di Tempat Esek-esek
    06 Sopir Angkot Diamankan Polres Sergai Terkait Dugaan Perbuatan Asusila, Kasus Berakhir dengan Pembinaan
    07 Dit Binmas Polda Sumut Lakukan Pembinaan Intensif Personel Bhabinkamtibmas di Wilayah Polres Sergai
    08 Kapolsek Binawidya Berkunjung Ke Pasar Baru Panam Bersilahturahmi  Deng Pedagang Dan Pengurus APPSI
    09 2 Korban Laka Tunggal di Koridor PT RAPP Ternyata Karyawan BPR Dana Amanah Pelalawan
    10 Polres Serdang Bedagai Gelar KRYD THM, Ciptakan Keamanan dan Ketertiban Wilayah Malam Hari
    11 Klarifikasi Kepala BPJS Kesehatan Sergai Risdamayani Sarumaha: Rujukan Pasien Emergency Ditegaskan Sesuai Indikasi Medis
    12 Kebakaran Maut di Labuhan Bilik: Luka Tak Sekadar Terbakar, Keluarga Minta Polisi Buka Semua Fakta
    13 Kepala BPJS Kesehatan Sergai Belum Beri Penjelasan Substantif, Transparansi Rujukan Pasien Emergency Dipertanyakan
    14 RSUD Kumpulan Pane Tegaskan Tidak Pernah Menolak Pasien, Klarifikasi Isu Viral Dugaan Penolakan
    15 Upacara Pemakaman Purnawirawan Polri Kompol H. Ahmad Yani Siregar, SH Berlangsung Khidmat di Sei Rampah
    16 Polsek Dolok Masihul Amankan Tiga Buruh Bangunan, Dua Batang Diduga Pohon Ganja Ditemukan di Dapur Rumah
    17 22 Tahun Pemekaran Sergai, Warga Naga Raja I dan Panglong Masih Terjebak Jalan Lumpur Sejak Zaman Kemerdekaan
    18 Pasien BPJS Emergency Terkendala Rujukan, Respons Kepala BPJS Sergai Dinilai Minim Klarifikasi
    19 Diduga Kepsek SMAN 2 Kampar Hambat Pembangunan Koperasi Merah Putih, Warga Angkat Bicara Ada dengan Kepsek Ini
    20 Kapolres Sergai Hadiri Rapat Paripurna Hari Jadi ke-22 Kabupaten Serdang Bedagai
    21 Pasien BPJS Alami Kendala Rujukan, Puskesmas Desa Pon Tak Terbitkan Rujukan Lanjutan
    22 Mengawali Tahun 2026 dengan Kasih, Warga Jemaat BNKP Pos Pelayanan Sei Rampah Berbagi Berkat untuk Anak Panti Asuhan Damai Indah
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik