Dugaan Pungli di SMP Negeri 1 Sei Bamban: Publik Resah, Transparansi Dipertanyakan, dan Masa Depan Anak Bangsa Menjadi Taruhan
Sergai, Sumut. OPSINEWS.COM - Isu dugaan pungutan liar (pungli) di SMP Negeri 1 Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, terus menjadi perhatian publik. Upaya awak media menggali informasi berjalan dinamis, namun jawaban yang dinanti tak kunjung datang. Sikap bungkam yang ditunjukkan oknum Kepala Sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai semakin memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
“Ada apa dengan Dinas Pendidikan? Mengapa tidak terbuka?” Pertanyaan itu kini menggema di ruang publik, terutama dari kalangan orang tua siswa yang khawatir anak-anak mereka menjadi korban praktik yang merusak tatanan pendidikan.
Masyarakat juga menanti sikap tegas Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya, sebagai pemimpin tertinggi di daerah tersebut. Publik berharap Bupati tidak hanya melakukan pemanggilan atau pengambilan keterangan, tetapi juga menghadirkan langkah konkret yang mampu membersihkan praktik-praktik yang merugikan dunia pendidikan dan masa depan generasi muda.
Pendidikan: Pilar Masa Depan yang Tak Boleh Dirusak
Masyarakat Sergai menegaskan bahwa sektor pendidikan adalah pondasi masa depan bangsa. Di tangan para pendidik dan pemimpin institusi, Pendidikanlah nasib generasi penerus berada. Karena itu, dugaan pungli "jika benar adanya" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah besar yang melekat pada profesi guru maupun pejabat pendidikan.
Warga juga mengingatkan bahwa pendidikan dan kesehatan adalah dua sektor vital yang sepatutnya steril dari praktik mencari keuntungan pribadi.
“Pendidikan menentukan masa depan generasi kita. Dan kesehatan adalah tempat orang datang untuk sembuh, bukan untuk mati,” ujar masyarakat dengan penuh harap, menegaskan bahwa kedua layanan publik tersebut wajib dijaga kebersihannya.
Pesan Moral Masyarakat: Jabatan Hanya Sementara, Amanah Bersifat Abadi
Di tengah keprihatinan itu, masyarakat turut menyampaikan pesan moral yang menohok sekaligus menyentuh perasaan. Pesan ini ditujukan kepada para pejabat yang mengemban amanah pelayanan publik.
“Ingat bapak-ibu, jabatan itu hanya sementara. Tidak selamanya seseorang berada di atas. Suatu saat jabatan itu akan hilang, dan kita kembali seperti masyarakat biasa,” kata salah satu tokoh masyarakat.
Ia melanjutkan,
“Setiap perbuatan, baik di dunia dan di akhirat, pasti akan kita pertanggungjawabkan. Jika manusia tidak melihat, Tuhan pasti melihat, sebab Tuhan tidak pernah tidur.”
Pesan penuh makna itu menjadi refleksi bersama bahwa kekuasaan bukanlah tempat untuk mengambil keuntungan pribadi, melainkan sarana untuk melayani rakyat.
Harapan kepada pihak Polres Serdang Bedagai: Usut Tuntas, Jangan Berhenti pada Pemanggilan
Masyarakat Sergai juga berharap pihak kepolisian bertindak lebih jauh. Pemanggilan oknum kepala sekolah untuk dimintai keterangan dianggap belum cukup. Publik meminta aparat penegak hukum turun langsung ke lapangan, memeriksa lebih dalam, dan mengungkap apakah benar terdapat jaringan pungli yang telah menggurita di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai.
Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa modus pungutan sudah menjadi rahasia umum dan diduga ada kepentingan pribadi maupun keluarga yang diuntungkan.
Jika hal ini benar terjadi, dampaknya tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mengikis kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan, sesuatu yang sangat mahal dan sulit dipulihkan.
Harapan Akhir: Momentum Perbaikan, Bukan Sekadar Sorotan Sesaat
Di balik keprihatinan dan kritik yang disampaikan, masyarakat sebenarnya memiliki satu harapan sederhana: perbaikan nyata dan berkelanjutan di sektor pendidikan.
Masyarakat ingin agar kasus ini tidak hanya menjadi polemik sementara yang hilang ditelan waktu. Mereka berharap menjadi momentum besar bagi pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan seluruh pihak terkait untuk berbenah dan memastikan kejadian serupa tidak lagi terulang.
Masa depan anak-anak adalah tanggung jawab bersama. Ketika dunia pendidikan tercemar oleh dugaan pungli, maka bukan hanya uang yang dirugikan, melainkan kepercayaan, karakter, dan kesempatan anak bangsa untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Kini publik menunggu langkah tegas, transparan, dan berpihak kepada kebenaran. Karena masa depan anak-anak Sergai tidak boleh dikorbankan oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan di atas penderitaan orang lain.
Penulis/editor: redaksi
Jurnalis: Mendrova
Komentar Anda :