Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Dugaan Pungli Berkedok Donasi Guncang SMPN 1 Sei Bamban Sergai: Siswa Wajib Setor Rp4.000/Bulan, Sekolah dan Dinas Bungkam
Senin, 24-11-2025 - 12:40:00 WIB
TERKAIT:
   
 

Sergai, Sumut. OPSINEWS.COM - Dugaan praktik pungutan liar (pungli) berkedok donasi kembali mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Serdang Bedagai. SMP Negeri 1 Sei Bamban kini menjadi sorotan publik setelah sejumlah siswa dan orang tua murid mengungkap adanya pungutan rutin yang disebut sebagai iuran OSIS, ditambah pungutan lain saat sekolah menggelar kegiatan tertentu.

Kadis Pendidikan Sergai Janji Telusuri, Namun Tanpa Rincian

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai, Raden Cici Sistiansyah S.Sos, menanggapi dugaan tersebut dengan pernyataan singkat bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan itu.

Namun, saat dikonfirmasi Opsinews.com pada Jumat (21/11/2025), Kadis tidak menjelaskan langkah konkret apa yang akan dilakukan. apakah melalui audit, pemanggilan pihak sekolah, atau pemeriksaan internal.
“Akan kita tindaklanjuti,” ujarnya tanpa memberikan penjelasan tambahan.

Hingga berita ini dipublikasikan, Dinas Pendidikan belum memberikan informasi lanjutan tentang bentuk investigasi yang akan dilakukan maupun batas waktu penyelesaian.

Kepala Sekolah Bungkam, Upaya Klarifikasi Tak Direspons

Kepala Sekolah SMPN 1 Sei Bamban, Siti Naisah Dalimunte, memilih tidak memberikan komentar atas dugaan pungli tersebut. Upaya klarifikasi yang kembali dilakukan Opsinews.com pada hari yang sama tidak mendapatkan respons, baik melalui komunikasi langsung maupun telepon.

Diamnya pihak sekolah menimbulkan pertanyaan publik terkait transparansi pengelolaan dana OSIS dan tanggung jawab pihak sekolah dalam memastikan kebijakan yang sesuai aturan.

Testimoni Siswa dan Orang Tua: Setoran Rp4.000/Bulan Telah Berlangsung Lama

Informasi awal mengenai pungutan diperoleh melalui laporan dari siswa dan orang tua murid. Mereka membenarkan adanya kewajiban membayar iuran OSIS sebesar Rp4.000 setiap bulan kepada seseorang berinisial M, bersama bendahara OSIS. Pungutan ini disebut telah berlangsung lama tanpa ada sosialisasi terbuka kepada seluruh orang tua.

Seorang siswa kelas VIII mengakui bahwa ia sudah mulai membayar sejak tahun sebelumnya.
“Kami memang bayar uang OSIS, Pak. Dari saya kelas VIII sudah bayar,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sejumlah siswa kelas IX juga menyampaikan bahwa pungutan tambahan sering dilakukan ketika sekolah mengadakan kegiatan tertentu, seperti peringatan Maulid Nabi dan Natal.

“Kalau ada acara Maulid dan Natal, kami dikutip juga, Pak,” ucap mereka.

Nilai Pungutan Diduga Capai Puluhan Juta Rupiah

Dengan jumlah siswa sekitar 800 orang, pungutan Rp4.000 per bulan diperkirakan menghasilkan sekitar Rp3,2 juta setiap bulan, atau Rp38,4 juta per tahun. Angka sebesar ini menimbulkan sorotan publik karena berada di lingkungan sekolah negeri, yang berdasarkan regulasi tidak diperbolehkan memungut iuran wajib dalam bentuk apa pun.

Legitimasi Pungutan Dipertanyakan

Hingga kini belum jelas apakah pungutan tersebut merupakan kebijakan resmi sekolah atau inisiatif pihak tertentu. Merujuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, setiap pungutan yang membebani siswa harus memiliki dasar hukum, mekanisme yang transparan, serta persetujuan orang tua melalui komite sekolah.

Pungutan yang tidak sesuai aturan berpotensi dikategorikan sebagai pungli dan bertentangan dengan prinsip pendidikan yang bebas dari tekanan biaya tidak resmi.

Menunggu Langkah Tegas dan Transparansi

Kasus ini sebelumnya telah diberitakan Opsinews.com dengan judul “Dugaan Pungli di SMP Negeri 1 Sei Bamban: Siswa Dikutip Rp4.000 per Bulan, Kepala Sekolah Tak Beri Respons.”

Hingga kini, masyarakat menanti klarifikasi resmi dari pihak sekolah dan tindakan konkret dari Dinas Pendidikan Sergai.

Kasus ini menambah panjang daftar keluhan terkait pungutan tidak jelas di sekolah, yang sering kali membebani siswa dan orang tua tanpa dasar hukum yang kuat. Publik berharap pemerintah daerah segera melakukan pemeriksaan komprehensif dan memberikan sanksi bila ditemukan pelanggaran.

Opsinews.com akan terus memantau perkembangan investigasi dan membuka ruang klarifikasi bagi pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai.  (Mendrova)




 
Berita Lainnya :
  • Musim Hujan Tak Henti dan Banjir Rendam Pemukiman, DPC Partai Gerindra Sergai Salurkan Bantuan Makanan ke Warga Dusun V Bakaran Batu
  • Polres Serdang Bedagai Intensif Pantau Situasi Hujan Deras, Berikan Himbauan Keselamatan kepada Masyarakat
  • Oknum Satpol PP Terjaring bisnis N4rkob4
  • Dugaan Pungli di SMP Negeri 1 Sei Bamban: Publik Resah, Transparansi Dipertanyakan, dan Masa Depan Anak Bangsa Menjadi Taruhan
  • Kepsek SMPN 1 Sei Bamban Diduga Blokir Wartawan Saat Dimintai Klarifikasi Pungli Rp4.000/Bulan, DPRD Sergai: “Kadis Sudah Hentikan Pengutipan Itu”
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Musim Hujan Tak Henti dan Banjir Rendam Pemukiman, DPC Partai Gerindra Sergai Salurkan Bantuan Makanan ke Warga Dusun V Bakaran Batu
    02 Polres Serdang Bedagai Intensif Pantau Situasi Hujan Deras, Berikan Himbauan Keselamatan kepada Masyarakat
    03 Oknum Satpol PP Terjaring bisnis N4rkob4
    04 Dugaan Pungli di SMP Negeri 1 Sei Bamban: Publik Resah, Transparansi Dipertanyakan, dan Masa Depan Anak Bangsa Menjadi Taruhan
    05 Kepsek SMPN 1 Sei Bamban Diduga Blokir Wartawan Saat Dimintai Klarifikasi Pungli Rp4.000/Bulan, DPRD Sergai: “Kadis Sudah Hentikan Pengutipan Itu”
    06 PT MUP Gunakan Oknum TNI dan Pensiunan TNI Bersenjata Api Hadapi Masyarakat Penjaga Kebun di Langgam Pelalawan
    07 Anti Kritik, Larshen Yunus : Pak Ahmad Yuzar Takut dengan Spanduk, Bukan Takut Khianati Rakyat
    08 Aktivitas PETI Kuansing Renggut 6 Nyawa Korban Pekerja, Masih Terpantau Beroperasi di Desa Serosah
    09 9 Hari pasca Pembunuhan, Polres Pelalawan masih Belum Menetapkan Tersangka
    10 Dugaan Pungli Berkedok Donasi Guncang SMPN 1 Sei Bamban Sergai: Siswa Wajib Setor Rp4.000/Bulan, Sekolah dan Dinas Bungkam
    11 Luar Biasa di Tengah Efisiensi Anggaran, PJ Kades Desa Baru Boyong Istri, Perangkat Desa dan Staf Flexing Jalan-Jalan ke Luar Negeri
    12 Peletakan Batu Pertama Pembangunan SPPG ke-5 Polres Sergai di Desa Batu 12
    13 Miss Komunikasi, Kades Batang Nilo Kecil Sampaikan Klarifikasi yang Sebenarnya
    14 Pelaku Pengeroyokan Warga di Desa Sinama Nenek di Tangkap Satreskrim Polres Kampar
    15 SPPG Bukit Raya Diduga Dikuasai Yayasan Milik Istri Anggota DPRD Riau
    16 Dugaan Pungli Berkedok Donasi di SMPN 1 Sei Bamban: Siswa Dikutip Rp4.000 per Bulan, Kepala Sekolah Tak Beri Respons
    17 Blessing FC Melaju ke Final Piala Walikota cup 2025 Cabor Futsal Setelah Taklukkan Tim futsal kita kita Adu Pinalti
    18 Bernama Asril Telpon dan Lobiy Wartawan agar jangan di Beritakan Terkait Dugaan Praktik Penimbunan BBM Bersubsidi di Kawasan Tenayan Raya
    19 Oknum Polisi di Indragiri Hulu Dipecat Terlibat "Nyabu", Kapolres: Tak Ada Toleransi Bagi Anggota polisi di Polres Indragiri Yang Terlibat Narkoba
    20 Natal Rote Bersatu 2025 Siap Sambut Lebih Dari Seribu Undangan di Jakarta
    21 Semangat Membara! Inkanas Kampar
    22 Identitas Kerangka Manusia dalam Batang Pohon Aren Terungkap: DNA Cocok 99,99% dengan Anak Amrita Hamid
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik