Home Nasional Daerah Politik Ekonomi Hukrim Olahraga LifeStyle Peristiwa Pendidikan Internasional Indeks
 
Ibu Korban Menangis saat Menjalani Pemeriksaan di Ruang Penyidik
"Air Mata Seorang Ibu di Ambang Keadilan". Imelda Pergi di Usia 18 Tahun: Keluarga Gugat Tiga Pihak, Publik Menunggu Keadilan
Sabtu, 08-11-2025 - 08:19:59 WIB
Keterangan gambar: Ibunda almarhum Imelda, Ana R. Aruan dan Saksi didampingi Kuasa hukum Zainul Arifin saat memberikan keterangan kepada penyidik Unit 1 Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara.
TERKAIT:
   
 

Medan, Sumut. OPSINEWS.COM - Kesedihan keluarga almarhum Imelda Sabatini Sihombing kini berubah menjadi perjuangan panjang di jalur hukum. Dengan langkah yang terasa seperti menapak luka yang belum kering, ibunda korban, Ana R. Aruan, resmi menggugat tiga pihak yang dinilai bertanggung jawab atas dugaan kelalaian medis yang merenggut nyawa putrinya yang baru menginjak usia 18 tahun.

Gugatan tersebut diajukan melalui tim kuasa hukum yang dipimpin Zainul Arifin dari Kantor Hukum Zai Hasibuan & Mhd. Fahmi & Partners. Perkara ini telah resmi didaftarkan ke Pengadilan Negeri Sei Rampah dengan Nomor: 82/Pdt.G/2025/PN.Srh.

“Ada tiga pihak yang kita gugat, yaitu Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai Cq. Bupati Serdang Bedagai sebagai Tergugat I, Dinas Kesehatan Sergai Cq. Kepala Dinas sebagai Tergugat II, dan Direktur RSUD Sultan Sulaiman sebagai Tergugat III,” ujar Zainul Arifin saat mendampingi keluarga di Mapolda Sumut, Jumat siang (7/11/2025).

Zainul menegaskan bahwa gugatan ini bukan hanya untuk menuntut keadilan atas meninggalnya Imelda, tetapi juga untuk mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar layanan medis di Kabupaten Serdang Bedagai. “Kami meminta putusan seadil-adilnya agar kejadian seperti ini tidak terulang. Pengawasan harus diperbaiki,” tegasnya.

Kronologi yang Mengiris Hati: Dari Sakit Perut hingga Kehilangan Nyawa

Menurut penuturan keluarga dan para saksi, peristiwa ini bermula pada 28 Agustus 2025, ketika Imelda mengeluh sakit perut dan dilarikan ke UGD RSUD Sultan Sulaiman. Dokter mendiagnosisnya mengalami gangguan pencernaan (sembelit) dan memutuskan untuk melakukan perawatan intensif.

Empat hari kemudian, tim medis memutuskan melakukan operasi usus buntu melalui pembedahan di bagian tengah perut. Namun, keluarga menyatakan bahwa selama enam hari setelah operasi, tidak ada pemeriksaan lanjutan meskipun kondisi Imelda kian memburuk.

Pada 6 September 2025, keadaan Imelda memburuk drastis. Perutnya membengkak, ia sulit bernapas, dan setelah pemasangan selang, terjadi pendarahan hebat dari bagian dubur hingga ia kehilangan kesadaran. Imelda dipindahkan ke ICU, tetapi nyawanya tidak terselamatkan dan ia menghembuskan napas terakhir pada Jumat, 12 September 2025 pukul 06.55 WIB.

Kepergian mendadak itu menghancurkan hati kedua orang tuanya. Banyak kejanggalan yang mereka rasakan, hingga akhirnya keluarga sepakat membawa persoalan ini ke jalur hukum. Pada 9 Oktober 2025, keluarga resmi membuat laporan dugaan malpraktik dan kelalaian medis ke Polda Sumatera Utara melalui LP/B/1650/X/2025/SPKT/POLDA SUMUT.

Polda Sumut kemudian menerbitkan SP2HP Nomor B/88/X/RES.7.1/2025/Ditreskrimsus tertanggal 23 Oktober 2025, yang menyatakan laporan tersebut sedang dalam proses penyelidikan oleh Unit 1 Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus.

Isak Seorang Ibu di Depan Penyidik

Didampingi suaminya Labuan Sihombing, Ana Aruan kembali memberikan keterangan di Direktorat Krimsus Polda Sumut pada Jumat (7/11/2025). Dengan suara yang pecah oleh tangis, ia memohon agar kasus putrinya mendapatkan titik terang.

“Kami meminta kepada Bapak Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., dan Bapak Bupati Sergai untuk memberi keadilan. Cukup anak saya yang menjadi korban. Ini sangat menyakitkan. Ia bisa saja selamat kalau nyawa manusia tidak dianggap sepele,” ucap Ana, menahan air mata yang terus jatuh.

Kesedihan itu menggambarkan betapa besar kehilangan yang harus ditanggung keluarga. Imelda adalah putri yang tumbuh dengan harapan orang tua, namun pergi begitu cepat dan penuh tanda tanya.

Publik Menanti Kejelasan dan Ketegasan

Kasus ini kini menjadi perhatian publik. Banyak yang menunggu transparansi dan langkah tegas dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan pihak rumah sakit. Perkara ini tidak lagi sekadar soal prosedur medis, tetapi menyangkut harga diri profesi kesehatan dan keselamatan pasien.

Kematian Imelda menjadi alarm bagi keluarga pasien di berbagai daerah bahwa keselamatan tidak boleh ditawar. Di tengah duka yang belum mereda, keluarga terus melangkah, membawa nama Imelda sebagai simbol perjuangan yang tidak boleh padam. (Mendrova)




 
Berita Lainnya :
  • Musim Hujan Tak Henti dan Banjir Rendam Pemukiman, DPC Partai Gerindra Sergai Salurkan Bantuan Makanan ke Warga Dusun V Bakaran Batu
  • Polres Serdang Bedagai Intensif Pantau Situasi Hujan Deras, Berikan Himbauan Keselamatan kepada Masyarakat
  • Oknum Satpol PP Terjaring bisnis N4rkob4
  • Dugaan Pungli di SMP Negeri 1 Sei Bamban: Publik Resah, Transparansi Dipertanyakan, dan Masa Depan Anak Bangsa Menjadi Taruhan
  • Kepsek SMPN 1 Sei Bamban Diduga Blokir Wartawan Saat Dimintai Klarifikasi Pungli Rp4.000/Bulan, DPRD Sergai: “Kadis Sudah Hentikan Pengutipan Itu”
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Musim Hujan Tak Henti dan Banjir Rendam Pemukiman, DPC Partai Gerindra Sergai Salurkan Bantuan Makanan ke Warga Dusun V Bakaran Batu
    02 Polres Serdang Bedagai Intensif Pantau Situasi Hujan Deras, Berikan Himbauan Keselamatan kepada Masyarakat
    03 Oknum Satpol PP Terjaring bisnis N4rkob4
    04 Dugaan Pungli di SMP Negeri 1 Sei Bamban: Publik Resah, Transparansi Dipertanyakan, dan Masa Depan Anak Bangsa Menjadi Taruhan
    05 Kepsek SMPN 1 Sei Bamban Diduga Blokir Wartawan Saat Dimintai Klarifikasi Pungli Rp4.000/Bulan, DPRD Sergai: “Kadis Sudah Hentikan Pengutipan Itu”
    06 PT MUP Gunakan Oknum TNI dan Pensiunan TNI Bersenjata Api Hadapi Masyarakat Penjaga Kebun di Langgam Pelalawan
    07 Anti Kritik, Larshen Yunus : Pak Ahmad Yuzar Takut dengan Spanduk, Bukan Takut Khianati Rakyat
    08 Aktivitas PETI Kuansing Renggut 6 Nyawa Korban Pekerja, Masih Terpantau Beroperasi di Desa Serosah
    09 9 Hari pasca Pembunuhan, Polres Pelalawan masih Belum Menetapkan Tersangka
    10 Dugaan Pungli Berkedok Donasi Guncang SMPN 1 Sei Bamban Sergai: Siswa Wajib Setor Rp4.000/Bulan, Sekolah dan Dinas Bungkam
    11 Luar Biasa di Tengah Efisiensi Anggaran, PJ Kades Desa Baru Boyong Istri, Perangkat Desa dan Staf Flexing Jalan-Jalan ke Luar Negeri
    12 Peletakan Batu Pertama Pembangunan SPPG ke-5 Polres Sergai di Desa Batu 12
    13 Miss Komunikasi, Kades Batang Nilo Kecil Sampaikan Klarifikasi yang Sebenarnya
    14 Pelaku Pengeroyokan Warga di Desa Sinama Nenek di Tangkap Satreskrim Polres Kampar
    15 SPPG Bukit Raya Diduga Dikuasai Yayasan Milik Istri Anggota DPRD Riau
    16 Dugaan Pungli Berkedok Donasi di SMPN 1 Sei Bamban: Siswa Dikutip Rp4.000 per Bulan, Kepala Sekolah Tak Beri Respons
    17 Blessing FC Melaju ke Final Piala Walikota cup 2025 Cabor Futsal Setelah Taklukkan Tim futsal kita kita Adu Pinalti
    18 Bernama Asril Telpon dan Lobiy Wartawan agar jangan di Beritakan Terkait Dugaan Praktik Penimbunan BBM Bersubsidi di Kawasan Tenayan Raya
    19 Oknum Polisi di Indragiri Hulu Dipecat Terlibat "Nyabu", Kapolres: Tak Ada Toleransi Bagi Anggota polisi di Polres Indragiri Yang Terlibat Narkoba
    20 Natal Rote Bersatu 2025 Siap Sambut Lebih Dari Seribu Undangan di Jakarta
    21 Semangat Membara! Inkanas Kampar
    22 Identitas Kerangka Manusia dalam Batang Pohon Aren Terungkap: DNA Cocok 99,99% dengan Anak Amrita Hamid
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © OPSINEWS.COM | Transformasi untuk Publik