OPSI JATIM 

PKL GEMBONG ASIH MENGELUH SEPI PEMBELI

Surabaya, opsinews.com – Para PKL jalan Kapasari kini sudah di maksimalkan masuk kedalam sentral PKL Gembong Asih yang sudah di siapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya, para pedagang barang bekas sudah tidak diperbolehkan berjualan di pinggir jalan raya supaya tidak menggangu para pengguna jalan yang melintas di jalan Kapasari dan Ngalik.

Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya menata rapi agar para pedagang tidak kembali lagi ke pinggir jalan. Fasilitas dan prasarana sentral PKL Gembong Asih akan terus di tingkatkan agar kenyamanan dapat di rasakan langsung oleh para pedagang. Selain itu. Pemerintah Kota memberikan gerobak secara gratis yang terbuat dari aluminium dengan ukuran yang sama khusus untuk para pedagang makanan dan minuman supaya dipandang terkesan lebih rapi.

Lain hal dengan pedang barang bekas maupun baru yang pada waktu lalu sedikit mengalami adu mulut sesama antar pedagang. Dengan adanya tambahan pedagang sepatu dari luar yang sebelumnya mereka berjualan di pojok perempatan jalan Ngaglik mereka rata rata adalah pedagang sepatu bekas yang akan menggeser pedagang yang sudah terlebih dahulu menempati salah satu blok pertama.

Kini oleh satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) para PKL sepatu ini, harus masuk kesentral PKL Gembong Asih. Semua pedagang harus di jadikan satu tempat yang sudah di siapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Para pedagang masih mengelu dengan sepinya pembeli sejak berada dalam lokasi sentral PKL Gembong Asih, seperti pengungkapan salah satu pedagang aksesoris handphone yang tidak mau disebutkan namanya.

“Mau tidak mau ya harus di terima mau gimana lagi orang di luar sudah tidak di perbolehkan untuk berjualan. Waktu dulu saat masih berada di luar mulai pagi sudah mendapatkan pelaris dan lumayan pendapatan saat diluar, lain dengan sekarang sudah setengah hari masih laku 3 biji , kalau sampai terus terusan seperti ini ya tinggal melihat jangka kedepannya aja bagaimana,” ujarnya.

Sama hal dengan yang di rasakan oleh pedagang sepeda onthel hampir sore belum laku satupun dagangan sepedanya. Harapan mereka meminta agar Pemerintah Kota Surabaya bisa memberikan solusi mengenai pembeli  agar pedagang bisa di lihat atau di ketahui oleh pengguna jalan raya Kapasari agar nasib pedagang tidak memprihatinkan selama berada di dalam lokasi Gembong Asih walaupun tidak kepanasan ataupun kehujanan. (Burhanuddin)

Related posts

Leave a Comment