Puluhan User Tagih Janji PT. Dwipa Palapa Pengembang Royal Palace

SURABAYA – DI Restoran Mahameru. Senin 27 September 2017 pukul 12.30 beberapa pembeli/user ruko Royal Palace yang berlokasi di Waru Sidoarjo menggelar jumpa pers para pembeli /user yang hadir sekitar 12 orang dan masih banyak yang berhalangan hadir. Para user yang di wakili oleh bapak Sudarmadji menyampaikan pembeli atau user ruko Royal Palace sejak tahun 2012 dan 2014 serta di janjiin oleh pengembang 18 bulan atau bulan Juli 2014 serah terima ruko tapi sampai saat ini belum realisasi. Para user juga membawa bukti bukti berupa surat BBN, BPHTB, tanda terima pembayaran beserta surat dari notaris. Sudarmadji juga menyampaikan setelah di cek ke Bupati ternyata ijinnya baru turun Agustus 2014 maka dari situ sudah rencana gak baik dari pengembang.

Kekecewaan user terhadap PT Dwipa Palapa yang pemiliknya adalah Gunawan dan Ibu Tri Susilowati atau yang akrab di sapa ibu Cin Cin juga di laporkan ke Polrestabes.  Bu Cin Cin adalah istri Gunawan. Dalam jumpa pers pembeli atau user ruko Royal Palace Waru menyampaikan pembangunan ruko Royal Palace Waru pemecah rekor karena 5 tahun belum jadi, kata salah satu User. Bahkan menurut salah satu user pembangunan ruko di lokasi lain hanya butuh waktu paling lama 12 bulan udah jadi.

Tapi sampai sekarang belum ada realisasi dan para user udah menanyakan ke Pengembang Desember 2016 di gedung The Empire Palace Surabaya dan katanya datanya hilang terus para user menyerahkan data yang mereka punya tapi sampai sekarang juga belum ada kabar. Maksud dari jumpa pers ini supaya masyarakat luas tahu dan hanya kita di tipu dan merasa di rugikan karena selama ini kami udah berusaha negosiasi secara kekeluargaan atau pertemanan, tapi hanya di janjiin doang. Tujuan kami menggelar jumpa pers adalah meminta hak kami dan tuntutan kami adalah (1). Minta kepastian kejelasan waktu kapan serah terima dan sesuai perjanjian awal, (2). Minta pihak pengembang menyelesaikan surat-surat sertifikat serta kapan perpanjangan HGB udah jatuh tempo (3). Minta bukti pajak setoran PPN dan (4). Minta IMB, jelasnya.   (JOK

Related posts

Leave a Comment