HUKRIM 

Arek Banyu Urip di Jatuhi Hukuman Pidana 4 Tahun Penjara

SURABAYA – Dedy Valentino pemuda asal Banyu Urip Kidul I /5,Surabaya, duduk sebagai pesakitan di Peradilan Negeri,Surabaya. Pada hari kamis, 28/9/2017), melalui kuasa hukumnya, dalam pembelaan (pledoi) yang di sampaikan di depan Majelis Hakim, berupa secara yuridis fakta di persidangan bahwa, Dedy Valentino, saat di tangkap di jalan Dinoyo, Surabaya, oleh jajaran Polrestabes Surabaya, kemudian di lakukan pengeledahan di rumah terdakwa, jalan Banyu Urip, telah di temukan, barang bukti 3 klip narkoba (sabu) di antaranya, 2 pocket  sabu sisa pakai dengan berat 0,19 gram dan 1 pocket sabu seberat 0,24 gram di akui milik terdakwa sembari menyampaikan terdakwa bukan pengedar tetapi pengguna.

Marshandi, selaku Jaksa Penuntut Umum, Kejari,Surabaya, dalam kesimpulannya, terdakwa diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) kurang relevan, maka kuasa hukum Dedy Valentino, memohon Majelis Hakim sebelum keputusan agar mempertimbangkan terdakwa sebagai pengguna sekaligus terdakwa wajib mendapatkan rehabilitasi. Di samping itu, Majelis Hakim menjatuhkan vonis seringan-ringannya dan biaya perkara di bebankan negara.

Saat Majelis Hakim, membacakan, Hal-hal yang meringankan terdakwa adalah, kooperatif dalam memberikan keterangan tidak berbelit-belit serta terdakwa tidak pernah tersangkut hukum sebelumnya. Hal-hal yang memberatkan terdakwa melawan program pemerintah terkait, penyalah gunaan  narkoba jenis sabu.Akhirnya Majelis Hakim, dalam amar putusan menjatuhkan, terdakwa dengan memberi putusan kepada terdakwa berupa, hukuman pidana 4 tahun penjara.  (Met)

 

Related posts

Leave a Comment