Jendela 

Danramil Tanah Merah : Pemutaran Film G30S/PKI sebagai Pengingat Sejarah atas Kebiadaban PKI

BANGKALAN – Panglima TNI jendral Gatot Nurmantyo menjelaskan tujuan instruksi agar seluruh prajuritnya untuk menggelar nonton bareng film G30S/PKI. Menurutnya, tidak ada tujuan lain terkait instruksi itu kecuali untuk mengingat sejarah bangsa Indonesia. Hal itu ditegaskan jendral Gatot Nurmantyo saat ziarah ke makam Bung Karno, Kota Blitar, dalam rangka hari jadi TNI ke-72, Senin (18/9). Menurutnya tujuan pemutaran film G30S/PKI itu adalah untuk mengingatkan generasi muda tentang sejarah bangsa. “Penting untuk mengajak generasi muda membaca sejarah,” ungkap jendral Gatot Nurmantiyo.

Lebih jauh saat ditanya terkait banyaknya Ormas yang memprotes pemutaran film G30S/PKI, Jendral Gatot Nurmantyo menegaskan jika yang berhak melarang hanya pemerintah. Bahkan Menteri Dalam Negeri juga sudah memberikan lampu hijau terkait hal itu.

“Emang saya pikirin, Mendagri saja sudah bilang silakan. Mau jadi apa bangsa ini jika kita tidak boleh menceritakan sejarah,” tegasnya.

Untuk diketahui, di era Orde Baru, film G30S/PKI wajib diputarkan dan ditonton di televisi tiap 30 September. Seluruh sekolah juga mengharuskan murid-muridnya menonton film tersebut. Namun pada 1998 lalu, bersamaan dengan lengsernya kekuasaan Orde Baru, peraturan tersebut dihapus. Di Kec. Tanah Merah Bangkalan – Madura Selasa, 26 September 2017 juga memutar film Gerakan 30S/PKI tepatnya di Desa Tanah Merah Laok dengan durasi 3 jam. Danramil Tanah Merah, Bangkalan Kapten Infanteri Suharjo menyatakan, peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965 sangat biadab yang membunuh para Jendral kita, tegasnya. (Abd. Kadir)

 

Related posts

Leave a Comment