Jendela 

Sego Rongewu Warnai Larangan Sehat 2017

SURABAYA – Upaya menekan permasalahan kaum marjinal, kembali Ikatan Alumni SMP X Surabaya (IKASDASA) dalam lawatannya yang ke-13, menyapa warga Larangan RW.01 Sukolilo Baru Kecamatan Bulak. Salah satu program unggulan Warung Sego Rongewu nya, selalu dinantikan kehadirannya oleh banyak masyarakat. Namun ada yang unik pada event kali ini karena bertepatan dengan adanya senam lansia warga larangan dengan tema ‘Larangan Sehat 2017’. Ketua RW.01 Larangan, Moch Soelehan mengatakan acara yang digagas adik-adik kartar Spartan bukan melarang untuk hidup sehat namun warga yang tinggal di kampung larangan ini malah diajak untuk hidup sehat. “Nama kampung larangan ini sudah ada sejak jaman belanda, Konon para penjajah belanda dilarang memasuki wilayah ini karena saat itu ada seorang kyai sakti dengan mengibaskan surbannya saja mampu mengusir para penjajah,” jelas Soelehan pada wartawan pojok kiri.

Ketua Kegiatan Drs Bambang Udi Ukoro SH, MSi mengatakan Ikasdasa Sebagai generasi yang sadar akan pentingnya berbagi dengan masyarakat maka sudah pasti kami menghimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar. Dalam lingkungan sekitar kita masih banyak permasalahan-permasalahan yang butuh pemecahan. Diantaranya permasalahan yang timbul adalah kehidupan masyarakat marjinal. “Untuk mengatasi persoalan kaum marginal Warung Sego Rongewu lahir memberi solusi jalan tengah atas berbagai ketimpangan ekstrim yang ada di tengah masyarakat yang kurang mampu, dengan menjual nasi yang layak gizi dengan harga 2.000 rupiah,” kata Bambang disela kesibukannya membatu rekannya di larangan VIII sebagai titik lokasi, Minggu, (10/09).

Camat Bulak, Suprayitno S.sos.MM yang turut hadir memberikan semangat dan motivasi pada warganya disela acara mengatakan acara seperti ini harus sering diadakan di setiap wilayah sehingga kecerian dan kebersamaan bersama masyarakat dapat terwujud . “Saya salut dan mengangkat jempol 2 pada Ikasdasa yang sudah peduli dengan warga kami, saya berharap ada Ikasdasa–Ikasdasa lain,” ungkap pria yang sering memberikan motivasi pada warga dan akrab dipanggil pak prayit dengan didampingi lurah Sukulilo Baru, Ani Rofaidah.

Setelah senam lansia usai, seperti biasa dalam waktu kurang dari 30 menit, nasi kotakan yang sudah disiapkan panitia sebanyak 500 habis terjual. Selain sego rongewu, Ikasdasa juga menjual barang yang harganya dibawah harga pasar, semisal sepatu yang harganya jauh dibawah harga pasar juga menjual baju bekas yang berkualitas, artinya pakaian yang masih layak jual dan layak pakai. Subaidah salah satu warga larangan mengaku sangat senang mendapatkan makanan layak gizi dengan harga dua ribu rupiah. “Saya berharap ada acara seperti ini lagi setiap minggu, kami para lansia merasa bahagia sekali,” pungkas Subaidah setelah menghabiskan santapan sarapan pagi sego rongewunya. (Ron)

Related posts

Leave a Comment