Uncategorized 

Rawan!, Splittsing Memungkinkan Pelanggaran Azas Hukum, Bola Panas Ada di Tangan Kejari Perak

SURABAYA – Satu perkara 372 dengan 2 Tersangka Kusuma Gunawan dan M.Solehkan dalam berkas yang dipisah (splittsing), oleh penyidik Polrestabes Surabaya,di limpahkan ke Kejaksaan yang berbeda, satu di Kejari Surabaya yang satunya lagi di Kejari Perak.Riskan, rawan dan memungkinkan adanya pelangaran Azas hukum. perkara yang melibatkan terdakwa Kusuma Gunawan dan M.Solehkan dengan berkas dipisah (splitsing) akankah menemukan titik terang siapa pelakunya (pleger) dan siapa penyertaan dalam kasus perkara mengelabui korban dengan modus menjadi pemenang tender. Perlu untuk diketahui,berawal pada Kamis,(24/8/2017), persidangan dengan tersangka M.solehkan yang di tangani oleh Kejaksaan Negeri,Surabaya, sudah memasuki tahap pembelaan (pledoi). Sedangkan tersangka lainnya, yakni Kusuma Gunawan, berkas masih ngendon di Kejari Perak. Mengapa demikian?.
Dalam hal, perkara 372 dari pantauan awak media Opsi news,  M.Solehkan di persidangan mencatut nama Kusuma Gunawan yang memberi perintah dan uang sebesar Rp.4, 5 M yang di tuduhkan sudah di transfer kepada terdakwa M. Solehkan tidak benar. “Beberapa Giro dari Kusuma Gunawan oleh M.Solehkan tidak bisa di cairkan”, sangkalnya di depan Majelis Hakim.

Fakta di persidangan, di sertai bukti-bukti , yang bisa meringankan M.Solehkan yaitu, giro yang tidak bisa di cairkan namun, dalam BAP jumlah kerugian korban bernilai Rp.4,5 Milyard.
Apakah, giro yang tidak bisa di cairkan termasuk dalam kerugian korban sebesar Rp.4, 5 Milyard menjadi tanggung jawab terdakwa M.Solehkan?, lantas bagaimana  Kusuma Gunawan yang memberi giro kosong terhadap M. Solehkan?. Di ruang yang lain, saat awak media online www.opsinews.com konfirmasi ke Kejaksaan Perak dengan di temui Kasi Intel,lingga nuarie,SH., menerangkan, kita juga gak tau penyidiknya ( dari Polrestabes) kok, di serahkan ke Kejari perak, jadi kita lahap mas!, ujarnya. “Terkait perkara 372 yang melibatkan Kusuma Gunawan saat ini, masih belum P21, (belum sempurna)”, imbuhnya.
Pasalnya, akankah perkara 372, yang di limpahkan ke Kejaksaan Perak bisa me nentukan siapa pelaku (pleger) nya?, atau Kusuma Gunawan hanya sebagai deelneming (penyertaan) di depan meja hijau?, tunggu saja tanggal mainnya. (Bersambung).  (MET)

Related posts

Leave a Comment