HUKRIM 

Status Penetapan Sebagai Tersangka Tidak Sah, Henry J Gunawan Malah Menggugat Kajati Jatim dan Kajari Surabaya

SURABAYA – Persidangan gugatan permohonan pra peradilan yang diajukan Henry J Gunawan, atas dugaan yang di sangkakan dalam perkara kasus penipuan dan penggelapan,mulai di gelar oleh Pengadilan Negeri, Surabaya. Dalam pembacaan gugatan permohonan pra peradilan  dengan Nomor 35/Pid.Pra/2017/PN tertanggal 21 Agustus 2017 itu, gagal dibacakan lantaran tidak dihadiri pihak termohon, yaitu Kejati Jatim dan Kejari Surabaya. Hakim tunggal pra peradilan, Pujo Saksono, SH.MH,memutuskan menunda persidangan. “Sidang ditunda, Rabu (6/9/2017), karena tidak adanya konfirmasi dari pihak termohon “. Sembari Majelis Hakim, langsung mengetuk palu tanda berakhirnya persidangan.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, pada permohonan pra peradilan,Henry J Gunawan telah menunjuk tiga orang pengacara dari Jakarta, diantaranya, M. Sidik Latuconsina SH, S. Troy Latuconsina, SH., serta M. Halil Latuconsina SH. Dalam hal, permohonan pra peradilan , Tim kuasa hukum, Henry J Gunawan menyoal tentang tidak sahnya penetapan kliennya sebagai tersangka. Anehnya, mereka (kuasa hukum Henry J Gunawan) justru tidak melakukan gugatan terhadap Polrestabes, Surabaya, padahal yang menetapkan Henry J Gunawan sebagai tersangka adalah Penyidik dari jajaran  Polrestabes,Surabaya. Ada apa?.
Selain menyoal dugaan yang di sangkakan, mereka (kuasa hukum Henry J Gunawan) juga menyoal penahanan Bos PT.Gala Bumi Perkasa. “Tembusan surat perintah penahanan tidak sampai ke pihak keluarga juga dipermasalahkan”. Mereka menyebut, Kejaksaan telah melakukan tindakan sewenang-wenang yang bertentangan dengan ketentuan pasal 21 ayat (3) KUHAP sehingga, penahanan yang dilakukan adalah tidak sah karena cacat hukum, bebernya kepada awak media. Tim kuasa hukum, Henry J Gunawan juga menyinggung terkait materi pokok perkara, perbuatan kliennya dianggap tidak masuk dalam pidana melainkan perdata. Pernyataan itu dikatakan M Sidik Latuconsina, salah seorang tim kuasa hukum Henry J Gunawan saat dikonfirmasi usai persidangan.

“Ini adalah kasus perdata,”ucap M Sidik, Mantan Jaksa dari Kejaksaan Agung era tahun 2000. Perlu diketahui, pada 10 Agustus 2016 lalu, Kejari Surabaya telah menahan Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) itu ke Rutan Medaeng. Henry J Gunawan ditahan, usai menjalani proses pelimpahan tahap II dari penyidik Polrestabes, Surabaya, ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Penahanan itu sempat ditolak Henry J Gunawan,  dengan cara tidak mau menandatangani berita acara penahanan. Dalam hal ini, Henry J Gunawan dilaporkan oleh Notaris Caroline. Saat itu,  Caroline mempunyai seorang klien yang sedang melakukan jual beli tanah sebesar Rp 4,5 miliar. Setelah membayar ke Henry, korban tak kunjung menerima Surat Hak Guna Bangunan (SHGB). Namun, Saat korban ingin mengambil haknya, Henry J Gunawan mengaku, bahwa SHGB tersebut di tangan notaris Caroline. Namun setelah dicek bahwa SHGB tersebut, telah diambil seseorang yang mengaku sebagai anak buah Henry J Gunawan, ujar Caroline. Kabarnya, SHGB itu ternyata dijual lagi ke orang lain oleh Bos PT Gala Bumi Perkasa itu dengan harga Rp 10 miliar.   (MET)

Related posts

Leave a Comment