HUKRIM 

Kades Prambangan Kec. Kebomas, Gresik Akhirnya Ditahan

GRESIK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik akhirnya, resmi menahan Fahriantono, Kades Prambangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, terkait kasus pemalsuan surat tanah yang dilaporkan Felix Soesanto. Di kantor Kejari Gresik sekitar pukul 10.00 WIB. Fahriantono (Kepala Desa)  berangkat dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, sekitar pukul 09.00 WIB dengan menggunakan mobil tahanan. Dalam mobil tahanan, Fahriantono tidak sendirian, ia bersama Ayuni dan Sujiyono yang semua warga desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, juga tak luput dari bidikan Kejari Gresik ,guna di kirim ke Lapas Banjarsari, Cerme, Gresik, Senin (28/8/2017) sore.

Ketiganya, saat jelang tiba di kantor Kejari Gresik,  Satsabhara Polres Gresik langsung mensterilkan area (melakukan pengamanan) di kantor korps Adhiyaksa Gresik ini. Pengamanan sengaja di terjunkan lantaran di dasari, adanya pengerahan massa.Dari pantauan di lapangan, sejumlah kepala desa yang tergabung dalam AKD (Asosiasi Kepala Desa) se-Kecamatan Kebomas, melakukan aksi demo menolak penahanan Fahriantono. Atas adanya pengerahan massa ,pihak Kejari Gresik sedikit tegang, hal itu didasari, pihak kuasa hukum tersangka dan sejumlah AKD sempat menghalang-halangi eksekusi penahanan ketiganya. Menurut informasi yang  di berhasil di himpun, beberapa perwakilan sempat melakukan lobi-lobi kepada pihak Kejari Gresik, sayangnya, upaya mereka kandas tak digubris.

Disela-sela sengitnya adu argumentasi itu, salah satu tersangka Ayuni sempat tak sadarkan diri, namun dengan cekatan pihak Kejari Gresik melarikan Ayuni dengan mobil dinas ke rumah sakit terdekat. Perlu di ketahui, permasalahan bermula, atas laporan pemilik tanah Felix Soesanto ke Polda Jatim melalui laporan polisi (LP) nomor: PB/1241/2016/JTM/Direskrimum. Polda Jatim lantas melakukan tindak lanjut laporan tersebut, hingga menetapkan  Kades Prambangan Feriantono sebagai tersangka, (17 Oktober 2016). Surat kepemilikan tanah yang diduga dipalsukan Kades Prambangan adalah tanah seluas 3 hektar yang semula milik kakak-beradik Kaskan (almarhum) dan Ayuni, di Desa Prambangan. Padahal Felix telah membelinya senilai Rp 7 miliar dari pasangan almarhum Kaskan dan Ayuni dengan bukti kepemilikan sertifikat hak milik (SHM) 982. Selain Kades Prambangan, Polda Jatim juga menetapkan ibu dan anak, yakni Ayuni dan Suliyono sebagai tersangka. Ketiganya dijerat dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan.  (MET)

Related posts

Leave a Comment