Peristiwa 

PEDAGANG SEPATU DI GEMBONG YANG MASUK GANG DI BONGKAR SATPOL PP

SURABAYA – Para pedagang sepatu yang berjualan di dalam gangpun di bongkar oleh Satpol PP Surabaya. Padahal mereka berjualan tidak mengganggu akses jalan raya Kapasari, mereka para pedagang sepatu ini menepati lahan gang yang sudah di ijini oleh RT dan warga setempat.
Jumlah mereka para pedagang sepatu yang mendapatkan ijin dari warga dan RT 03 hanya berjumlah 6 orang. Itupun warga sangat menyesali dengan tindakan Satpol PP mengusur pedagang yang ada di dalam gang dan sudah dijini warga setempat karena disitu warga menandatangani kesepakatan warga terhadap pedagang sepatu yang ada di dalam gang 3 RT 03 – RW 05.
Menurut keterangan salah satu pedagang sepatu Moch. Hasan, bahwa yang mau digusur di luar pinggir jalan raya, bukan yang ada dalam gang 3 wilayah RT 03 karena yang mempunyai wewenang adalah warga, mengenai jualan di dalam gang ini. Kesepakatan warga dan pedagang yang di buat dalam kertas peryataan oleh pedagang sepatu sudah di sepakati sejak 14 Maret 2015 sampai sekarang. Dalam bunyi perjanjian pedagang dengan warga yaitu, “1. Sanggup menjaga kebersihan dan ketertiban kampung, 2. Sanggup untuk tidak jualan dan membantu bila ada kegiatan warga kerja bakti, 3. Sanggup tidak menambah pedagang yang lain kecuali yang tercantum namanya dan tidak boleh diperjual belikan.”
Itupun Satpol PP Surabaya dengan seenaknya membongkar lapak mereka yang sama sekali tidak mengganggu akses jalan raya Kapasari. Seharusnya Satpol PP cara memasukan pedagang dengan ditata terlebih dahulu untuk pedagang yang ada di pinggir jalan raya dulu, bukan secara global lansung memasukan agar bisa terkesan rapi dan harmonis dengan pihak Satpol PP. (mujib)

Related posts

Leave a Comment