Peristiwa 

TINDAKAN AROGANSI PENERTIBAN YANG DILAKUKAN SATPOL PP SURABAYA

SURABAYA – Berawal dari penertiban yang ada di jalan Gembong Surabaya, ketika itu Satpol PP yang di komando oleh Saiful sedang menertibkan para pedagang yang ada di pinggir jalan maupun didalam gang. Perdebatan dan cekcok pun mulai terjadi di karenakan pihak dari Satpol PP bertindak semena mena, sangat disayangkan Satpol PP Surabaya pun tidak mau berbicara dengan santun, karena pergerakan mereka benar menurut perintah. Tanpa banyak bicara tiba tiba Satpol PP bersama jajaranya langsung merampas terpal dan beberapa barang jualan yang sedang didasar.
Dan akhirnya pergerakan Satpol PP beranjak ke toko tepi jalan, toko tepi jalan pun tak luput dari kebringasan Satpol PP, disitulah keadaan mulai memanas setelah pemilik toko melakukan perlawanan. Masyarakat dan pedagangpun mendengar dan mulai berdatangan untuk melakukan perlawanan dengan lari tunggang langgang, akhirnya para Satpol PP terbirit birit. Para pedagang sangat menyesalkan atas perlakuan yang semena mena, dan arogan Saiful selaku komandan Satpol PP hingga memancing kemarahan para pedagang. Para pedagang juga menuntut agar barang barang yang diambil oleh Satpol PP untuk segera dikembalikan. Barang barang yang rusak dan sudah diambil oleh Satpol PP akan segera diganti dan dikembalilan, tutur Bagus selaku pengganti Irvan Kasatpol PP.
Bahkan ada kata kata yang tidak pantas dituduhkan oleh jurnalis yang dianggap provokator oleh Bagus. Kericuhan pun berakhir setelah Kapolsek Genteng Kompol Ary Trisetiawan turun lapangan dan bernegoisasi dengan massa yang begitu banyak. Menurut Binmas Polsek Genteng pun, sebenarnya kegiatan Satpol PP itu tidak berkordinasi dengan Polsek, sehingga setelah Dishub perihal kejadian tersebut Polsek juga kaget. Mas Samsul selaku sesepuh para pedagang sangat menyayangkan tentang perilaku Satpol PP kenapa, di dalam toko dan gang kok juga ditertibkan, sedangkan menurut mas Samsul para pedagang yang didalam gang tersebut juga tidak mengganggu masyarakat, bahkan mas Samsul mengantongi surat pernyataan yang dibuat oleh Ketua RT yang intinya warga juga tidak keberatan apabila ada PKL yang ada di dalam gang. Setelah kejadian ini masyarakat Surabaya juga mengharapkan agar Pemerintah Kota Surabaya jangan semena mena untuk melaksanakan penertiban yang seharusnya juga mempertimbangkan nasib masyarakatnya dan jangan ada tebang pilih untuk melakukan penertiban. (frs/red)

Related posts

Leave a Comment