Jendela 

Belajar Dari Sejarah Perjalanan Bangsa Masa Lalu

SURABAYA – Rakyat Indonesia harus waspada pada setiap gerakan – gerakan politik siapapun. Ketika RI baru merdeka berbagai percobaan usaha kudeta baik dari sayap kanan maupun kiri di republik ini yang semuanya dapat ditumpas tuntas oleh Pemerintah. Atas dasar sejarah perjuangan bangsa dimasa lalu, Rakyat Indonesia menjadi waspada dengan gerakan gerakan politik yang terjadi. Perkenankan saya menyampaikan ulasan mengapa kami menolak keras kedatangan Ahmad Dhani – Neno Warisman dan kawan – kawan yang akan melaksanakan gelar acara deklarasi dengan seruan 2019 GANTI PRESIDEN.
Yang juga akan mendatangkan ribuan masa kumpul di Tugu Pahlawan Surabaya, memang kedengarannya sepele, tapi menganduing makna politis yang luar biasa. Setelah kami cermati dengan saksama, seruan 2019 ganti presiden bermakna ganda yang keduanya berbau makar (menggulingkan pemerintahan yang sah secara inkonstitusional). Dengan uraian sebagai berikut : Pertama : yang dimaksut ganti presiden bisa diganti Raja – Kaisar – Sultan dst. Yang ke dua, apakah Presiden RI yang sah sesuai UU yang berlaku akan diganti sesuai dengan keinginan mereka..?. Sedangkan di RI untuk menetapkan jabatan Presiden ada mekanisme yang mengatur didalam UUD 1945 Tentang Pemilihan Presiden,
Oleh sebab itu, jika yang dimaksut ganti presiden menyimpang dari mekanisme yang ada, maka ini bisa disebut makar. (merebut kekuasaan negara dengan cara semaunya sendiri inkonstitusional) yang sudah terjadi di beberapa negara. Diperkuat juga dengan seruan – seruan orasi Neno Warisman. Dimana mana selalu membawa agama, contoh Perang Ubut, Perang Badar seperti perjuangan Rosullullah pada jamannya, di bawa ke ranah politik itu sangat berbahaya dalam kehidipan berbangsa dan bernegara.
Akan terjadi pro dan kontra, ingat di Republik Indonesia untuk ganti atau tidaknya jabatan presiden ditentukan oleh keputusan politik melalui pemilu pilpres. Oleh sebab itu, sebagai warga Jawa Timur pada umumnya dan khususnya Surabaya tidak ingin masyarakat Jatim yang rukun, damai dan harmonis berubah menjadi saling curiga saling benci yang akan menimbulkan pertikaian dan perpecahan. Ahirnya pada kesimpulannya atas dasar uraian tersebut diatas, kami dari KOALISI ELEMEN BELA NKRI (KEB NKRI) sepakat menolak kedatangan Ahmad Dhani – Neno Warisman dan kawan – kawan datang ke Kota Surabaya untuk mendeklarasikan Tagar 2019 GANTI PRESIDEN disertai mengerahkan ribuan masa di halaman Tugu Pahlawan Kota Surabaya. Demikian uraian ini disampaikan untuk dipahami semua pihak agar tidak ada persepsi yang lain. Yang selanjutnya dalam aksi damai penolakan Ahmad Dhani Prasetyo dilecehkan sebahai pendemo Idiot. (hadak)

Related posts

Leave a Comment