HUKRIM 

Merasa Dirugikan Kolega, Pengusaha Meubel Laporkan Dugaan Penipuan

BANYUWANGI – Niat Bang Hasyim membeli rumah yang ditawarkan Taufik Bin Mahdi salahsatu koleganya asal Bondowoso beberapa bulan yang lalu kini malah berujung laporan dugaan penipuan dan penggelapan ke Polisi. Hal itu dipicu oleh sikap Taufik Bin Mahdi yang berupaya menggagalkan transaksi jual beli rumah tersebut dengan menaikan harga secara sepihak padahal harga sudah disepakati sebelumnya dan Bang Hasyim selaku pembeli juga sudah memberikan uang muka sebagai tanda jadi. “Harga disepakati 1,5 Milyar rupiah, saya sudah kasih uang muka sebesar lebih kurang 600 jutaan mas, dan itu ada kwitansinya mas”, tutur Bang Hasyim saat dikonfirmasi awak media. “Sekarang tau-tau dia malah minta harga naik menjadi 2 Milyar, jelas saya merasa dirugikan jika seperti itu sedangkan saya hanya diberi srtifikat yang masih atas nama bapaknya bukan atas nama dia sendiri, padahal jika sertifikat itu belum bisa saya balik nama dengan nama saya sendiri sama saja saya hanya seperti pegang kertas tanpa ada artinya”, tambahnya.
Bang Hasyim yang juga dikenal sebagai pengusaha meubel itu juga menyebutkan jika sebenarnya dari awal sudah tidak mau ketika ditawari rumah itu oleh yang bersangkutan karena tahu karakternya yang dilingkungan kampung arab Bondowoso dikenal kurang baik. Dan menurut Bang Hasyim saat Taufik Bin Mahdi datang pertama kali untuk menemuinya harus menunggu seharian karena ditinggal tidur. Baru keesokan harinya saat Taufik datang lagi serta memaksa dengan memohon mohon karena butuh dana untuk keperluan keluarganya yang sangat mendesak akhirnya dengan terpaksa Bang Hasyim mau membeli rumah itu. Hanya saja yang disayangkan oleh Bang Hasyim setelah timbul permasalahan saat pihaknya berusaha meminta kepada Taufik Bin Mahdi agar menyelesaikan permasalahan itu dengan cara baik-baik tapi malah diabaikan dan seakan akan tidak pernah digubris.
Sedangkan saat Taufik Bin Mahdi dihubungi wartawan, melalui ponselnya menyebutkan jika dirinya memang membatalkan transaksi jual beli rumah itu dan tahu jika sudah dilaporkan ke Polisi. Namun dengan nada keras Taufik membantah jika dirinya melakukan penipuan dan penggelapan karena surat rumah yang dijualnya itu sudah diserahkan kepada Bang Hasyim. Bahkan masih menurut Taufik malah pihaknya saat ini sudah melaporkan Bang Hasyim ke Dirkrimsus Polda Jatim karena dianggap telah mencemarkan nama baiknya. “Saya memang membatalkan transaksi jual beli rumah itu karena pembayarannya selalu mundur, surat rumah sudah saya serahkan selama hampir satu tahun diurus tidak jadi sekarang saya minta naik harga kok dibilang menipu, Saya adalah Ketua Umum Rijjhal Se-DKI, lihat saja saya sudah laporkan dia ke Dirkrimsus Polda Jatim atas dugaan pencemaran nama baik”,papar Taufik dengan tegasnya.
Hanya saja pernyataan Taufik Bin Mahdi itu ditanggapi santai oleh Bang Hasyim, menurutnya semua yang dikatakan Taufik tidak lebih dari omongan orang yang kayak tidak tahu aturan. “Saya yang ditipu kok mau dilaporkan, si Taufik itu kayak orang yang kurang pendidikan dan tidak tau aturan saja, padahal dia adalah kakak kelas saya waktu kuliah, lihat saja dengan semua pernyataannya yang katanya sudah melaporkan saya terkait pencemaran nama baik itu, dia nanti malah akan kena jerat pasal pidana baru”,pungkas Bang Hasyim dengan tertawa geli. Setali tiga uang dengan Bang Hasyim, seorang Notaris yang diminta menjadi saksi saat proses transaksi jual beli rumah yang bernama H. Heru juga menyatakan hal yang sama. Menurut H. Heru bahwa harga sudah disepakati sebesar 1,5 Milyar oleh kedua belah pihak dan uang mukapun sudah diberikan oleh pembeli. “Sebenarnya jual beli itu sudah sah mas, bahkan sebagian uang muka ada yang melalui saya pembayarannya, saya juga ikut bertanda tangan kok di kwitansi pembayaran uang muka tanda jadi transaksinya”, pungkas H. Heru dengan santainya. (Tim)

Related posts

Leave a Comment