Peristiwa 

Tekad Penjual Ayam Unggas Keputran Bak Besi Baja

SURABAYA, www.opsinews.com – Surabaya Minggu 21/10/2018 Pasca sepekan terjadi kericuhan antara pedagang unggas Pasar Keputran dengan pihak Satpol PP, kini para pedagang unggas sudah mulai terlihat kondusif dan aman. Terlihat dari penjagaan yang dilakukan oleh petugas Satpol PP kini mulai terlihat menurun. Pintu masuk akses jalan selatan kini hanya di jaga oleh dua orang petugas saja. Aktifitas kini sudah bisa di lakukan meski pembongkaran ayam dilakukan ditepi sisi jalan raya. Tak luput kadang sering terjadi kemacetan karena kegiatan membongkar ayam ini dilakukan dengan manual, yaitu menurunkan ayam satu-satu lalu diangkut menggunakan gerobak pendorong ke dalam stand pasar.
Menurut penuturan H. Juta (55) salah seorang pedagang unggas di dalam Pasar Keputran Selatan menjelaskan. “Meskipun kami tidak boleh bongkar di sebelah selatan, kami selalu mentaati apa yang di minta oleh Pemerintahan ini. Kami rela mengalah membongkar dagangan kami di tepi jalan raya. Kami tetap butuh makan untuk menghidupi kebutuhan sehari hari keluarga kami”, jelasnya. Imbas dari pembongkaran pekan lalu sangat berpengaruh terhadap perputaran nilai jual ayam. Hal ini lantaran biasanya para pedagang bisa menghabiskan 4 ton ayam dalam semalam namun kali ini hanya sanggup menghabiskan 3.4 ton ayam per malam.
Para pedagang juga berharap kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk segera menyelesaikan permasalahan ini. Agar para pedagang tetap bisa berjualan di Pasar Keputran tanpa harus pindah ke pasar lain dan bisa membongkar daganganya di tempat awal, agar tidak menganggu jalanya aktivitas di jalan raya. (kkh)

Related posts

Leave a Comment