HUKRIM 

Dua Saksi Ungkapkan Modus Penipuan Henry J Gunawan.

SURABAYA – Sidang lanjutan, perkara penipuan yang disangkakan terhadap Henry Jocosity Gunawan selaku, Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (8/10/2018). Dalam persidangan, Anne Rusiane selaku Majelis Hakim tampak memberi kesempatan kepada dua saksi fakta yang dihadirkan oleh Darwis selaku, Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Surabaya, guna memberikan keterangan. Adapun dua saksi itu adalah Shindo Sumidomo alias Asoei, Pemegang saham PT Graha Nandi Sampoerna (GNS) dan saksi Torino Junaidi salah satu peserta joint operation Gala Megah Investment, yang memenangi tender pembangunan Pasar Turi Surabaya.
Di kesempatan tersebut, saat Asoei menyampaikan kesaksiannya, sempat terjadi ketegangan ketika saksi membongkar modus penipuan yang dilakukan terdakwa. Secara otomatis sesekali Majelis Hakim mengingatkan pada tim Penasehat Hukum terdakwa agar menyatukan pertanyaan dengan permasalahan yang diketahui saksi. “Saksi ini mengetahui stand Pasar Turi sudah laku terjual hingga triliunan namun, saham dan keuntungan yang dijanjikan terdakwa tidak juga diberikan”, ucapnya. Saksi menambahkan, “penggantian saham dan janji keuntungan yang dituangkan dalam kesepakatan antara PT GBP dan PT GNS pada 13 September 2013 lalu tidak pernah direalisasikan oleh terdakwa”, imbuhnya.
Masih menurut saksi, di kesempatan perdamaian yang pernah di mediasi oleh tokoh – tokoh Surabaya, terdakwa sepakat dan berjanji untuk mengembalikan saham dan keuntungan berupa giro senilai 120 miliar dan 57 unit gudang senilai Rp 120 miliar namun, saksi hanya menerima Cek giro kosong dan tidak ada secuil pun gudang yang telah di sepakati dalam upaya perdamaian, kata saksi. Selain itu, terdakwa sempat tersudut dan justru malah membuka kedoknya sendiri dengan mengungkapkan adanya perbedaan jual beli saham yang dipahami terdakwa. Sangkal keterangan saksi yang di lakukan terdakwa yaitu, melakukan klarifikasi saksi yaitu, “Kalau beli saham Gala Bumi Perseroan itu ada angka dan di akta kan, sedangkan yang saham Gala Bumi Joint Operation tidak ada angkanya”, papar terdakwa.
Sesi selanjutnya, Torino Junaidi dalam keterangannya, juga membenarkan adanya kesepakatan jual beli saham antara PT GBP dengan PT GNS. “Pembelian itu ada kompensasi sebesar 240 miliar,” bebernya. Di keterangan yang lain,Torino mengatakan, terdakwa mendepak saksi dari peserta perusahaan di saat laris manis penjualan kios. “Baru tiga minggu sudah laku 1,7 triliun serta saat itu ada keuntungan yang didapat sebesar 1 trilun karena biaya pembangunan hanya habis sekitar 600 juta,” terangnya. Masih menurut saksi, pendepak,an dari peserta juga di alami Totok Lusida dan terdakwa janji akan memberikan kompensasi sebesar 440 milliar. “Tapi kenyataanya tidak sesuai dengan yang dijanjikan,” aku saksi.
Upaya lain yang dilakukan terdakwa yaitu, mengganti nomor rekening perusahaan joint operation ke rekening PT GBP guna mengelabuhi para kongsinya. “Rekening itu untuk menampung hasil penjualan stand pasar turi,” ungkap saksi. Atas perbuatan terdakwa ke tiga pengusaha asal Surabaya, Shindo Sumidomo alias Asoei, Teguh Kinarto dan Widjojono Nurhadi menyeret Henry Jocosity Gunawan di kursi pesakitan. Perbuatan terdakwa Henry dianggap melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan dan 372 KUHP tentang penggelapan. (Tim)

Related posts

Leave a Comment