HUKRIM 

LSM di Pasuruan Memanas

PASURUAN – Pasca penangkapan salah satu anggota LSM bernama Khusairi oleh Polisi atas laporan Kades Karangasem, (Toyyip) Kec. Wonorejo membuat suhu di kalangan LSM Pasuruan memanas. Pasalnya, nama LSM tercoreng dan LSM seolah pada posisi yang paling bersalah. Hal ini membuat LSM bersatu untuk mengungkap adanya sumber masalah utamanya, yakni adanya penyelewengan anggaran di Desa Karangasem itu sendiri. Fakta adanya pemberian uang oleh Kades Karangasem terhadap Khusairi sebagaimana dilangsir banyak media membuktikan, bahwan Kades Toyib memang takut kasus penyelewengan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2017 dibongkar atau dilaporkan ke penegak hukum.
Logikanya, jika tidak bersalah kenapa harus takut dan memberi uang tutup mulut.
Penyelewengan anggaran DD harus diungkap. Keadilan harus ditegakkan. Jika Kades terbukti bersalah, wajib juga hukumnya ia harus dipenjara. Menindaklanjuti masalah ini, Selasa (02/10), sejumlah LSM terdiri LSM, Penjara Indonesia, LSM Garda Pantura, LSM Suropati, LSM GMBI, LSM KPK Nusantara, LSM LPK Pasopati, LSM M Bara dan LSM Laskar Merah Putih yang semuanya tergabung dalam Forum Komunikasi LSM (Forkom LSM) Kabupaten Kota Pasuruan turun ke Desa Karangasem guna melakukan pengamatan pada penggunaan Dana Desanya.Forkom LSM saat turun ke Desa Karangasem Dalam giat bertajuk kontrol pemerintah ini, sekitar dua puluh anggota Forkom LSM yang terbagi menjadi beberapa tim disebar untuk melakukan pengamatan di Empat dusun berneda yang ada di Desa Karangasem, yang meliputi Dusun Krajan, Dusun Triwung, Dusun Kutaan, dan Dusun Tegalan.
Kegiatan pengamatan dimulai pukul 09. 00 WIB dengan pengamanan dari pihak Polsek Wonorejo.Lokasi pertama yang dituju adalah kantor Desa Karangasem. Tim Forkom LSM berniat menemui sang Kades Toyib untuk diwawancara mengenai penggunaan Dana Desanya.Namun Toyib selaku Kades Karangasem tidak berada di tempat. Forkom LSM hanya ditemui sang Sekretaris Desa bernama Muallimin, serta dua orang perangkat desa. Keterangan Muallimin, Kades Karangasem tidak masuk kantor karena anaknya sedang sakit. “Pak Kades tidak ngantor hari ini, anaknya masuk rumah sakit, “kata Seketaris Desa Muallimin.Sementara itu, Saiful Rizal, ketua tim pengamatan kepada wartawan mengatakan, hasil pengamatan yang dilakukan, banyak temuan dugaan penyalahgunaan Dana Desa di Tahun 2017 dan Tahun 2018 di Desa Karangasem.
Saat Forkom LSM cek bangunan proyek di Desa karangasem “Kami sudah terima laporan hasil pengamatan dari anggota tim yang menyebar ke lapangan, intinya banyak dugaan kesalahan yang kami temukan di Empat dusun yang ada di Desa Karangasem, seperti dugaan pengurangan volume proyek, pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi, bahkan ada dugaan titik kegiatan yang fiktif di salah satu dusun, “ujar Saiful Rizal yang juga menjabat Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Pasuruan. Di kesempatan sama, Luqman Hakim, Koordinator Forkom LSM Kabupaten dan Kota Pasuruan menegaskan, temuan-temuan ini akan dikaji dan dibahas, yang nantinya akan diteruskan kepada pelaporan ke pihak penegak hukum.
“Seluruh temuan ini nanti kita bahas, kita dalami sisi hukumnya, lalu kita akan tindaklanjuti untuk dibawa ke ranah hukum. Kenapa kita lakukan, karena ini menyangkut uang negara yang dipercayakan ke desa untuk dikelola demi kemajuan desa. Jika terbukti diselewengkan oleh Kades, Ia harus bertanggungjawab secara hukum, “tandas Luqman Hakim yang juga Ketua Umum LSM Garda Pantura. (Usman)

Related posts

Leave a Comment