Peristiwa 

Lagi-lagi Satpol PP Kota Surabaya Bikin Ulah di Pasar Keputran Selatan

SURABAYA, www.opsinews.com – Selasa (02-10-2018) pedagang unggas di Pasar Keputran Selatan di buat bingung dan resah akibat perbuatan Satpol PP Kota Surabaya yang selalu bertugas menyalahi aturan dan sewenang-wenang terhadap para pedagang unggas di pasar Keputran, Satpol PP membuat aksi pemortalan tanpa adanya alasan yang jelas mengapa dan kenapa jalan tersebut di tutup bahkan mobil yang memuat unggas di larang untuk masuk ke tempat mereka beraktivitas, dan Satpol PP hanya memberi jawaban yang sama. Saya hanya diperintah menurut sprinta mas, dan apapun yang saya terima pasti saya tindak ” tegas salah satu oknum Satpol PP. Padahal dari hearing kemarin di kantor DPRD Kota Surabaya sudah sangat jelas bahwa tidak akan ada pembongkaran sebelum ada tempat relokasi yang layak bagi pedagang unggas dan tetap membiarkan mereka melakukan aktivitasnya seperti sediakala, Satpol PP menyalahi aturan yang sudah di sepakati saat hearing sebelumnya dengan alasan tempat IPAL tidak ada, jelas tempat IPAL adalah tugas daripada PD Pasar Surya selaku pengelola, para pedagang juga berhak menanyakan keberadaan IPAL yang harus di buat oleh PD pasar karena mereka juga masih aktif membayar dengan rutin uang retribusi perbulannya.
Aksi pemortalan yang di lakukan Satpol PP Kota Surabaya sempat terjadi kericuhan karna para pedagang tidak terima dengan perbuatan Satpol PP yang sangat jelas menyalahi aturan perda sendiri. Mereka hanya menjawab bahwa yang mereka lakukan hanyalah tugas yang langsung di peruntah oleh pimpinan mereka bapak Irfan selaku pimpinan Satpol PP kota Surabaya. Mereka tutup mata seolah mereka mempunyai kewenangan sendiri tanpa menghargai ibu Walikota Surabaya Tri Rishmaharini dan juga Anggota DPRD yang termasuk wakil rakyat di Kota surabaya yang juga ikut turun ke lokasi karena kesewenangan Satpol PP yang selalu menindas hak pedagang di Pasar Keputran Selatan, dan harapan pedagang hanya ingin beraktivitas dengan aman tidak ada keresahan karena mereka adalah pedagang yang legal dan aktif bayar retribusi. Dan yang harus di pertanyakan adalah kemana uang retribusi selama puluhan tahun yang mereka bayar tidak ada kejelasan atau renovasi yang lebih layak terutama tempat IPAL yang seharusnya tanggung jawab PD Pasar Surya. (ksl)

Related posts

Leave a Comment