Peristiwa 

Irfan Kasatpol PP Surabaya Bersembunyi di Ketiak Joko, Armuji Kecewakan Pedagang

SURABAYA, www.opsinews.com – Lagi lagi Satpol PP Surabaya menjadi momok bagi pedagang. Selasa malam (2/10/18) di Pasar Keputran tepatnya di rumah pemotongan ayam, terjadi adu otot antara pedagang VS Satpol PP. menurut sumber yang ada, Satpol PP berusaha menghalang halangi mobil pickup yang memuat ayam untuk di sembelih di tempat itu. Pasukan yang di pimpin langsung oleh Joko .S tetap bertahan meskipun massa tetap memaksa masuk. intruksi yang berasal dari Kasatpol PP Irfan melalui pesan singkat Whatsap yang di berikan di Grup WA Sstpol PP Surabaya untuk tetap bertahan. Inilah yang membuat darah para pedagang ayam ini mendidih. Tanpa pikir panjang Joko mnunjukan kepada massa bahwa ini perintah langsung dari Irfan. Ini menunjukan bahwa Irfan bersembunyi di ketiak Joko. (2/10/18).
Alasan apa yang di gunakan Satpol PP untuk menghalang halangi pekerjaan mereka, padahal mereka bukan PKL. Dan para pedagang ini memiliki ijin stand hingga tahun 2030. Secara hukum mereka memiliki legalitas yang jelas. namun ada apa di balik keinginan PD Pasar untuk merubah lokasi tersebut. Dari informasi yang di dapat oleh Media OPSI, Para pedagang ini akan di relokasi ke tempat yang lain, namun tempat tersebut belum memenuhi syarat untuk di jadikan lokasi pemotongan dan warga sekitar menolak dengan didirikannya lokasi pemotongan ayam yang baru.
Setelah Hearing di DPRD mereka juga tidak mendapatkan keputusan yang jelas, bahkan saat massa sedang bersikeras melawan Satpol PP, Ketua DPRD Surabaya pun hadir. Armuji dan H Budi Laksono yang saat itu tiba di area konflik tidak mendapat respon yang baik dari Satpol PP, bahkan mereka terkesan acuh tak acuh dengan saran maupun anjuran dari Armuji Ketua DPRD. Ada apa sebenarnya ini?, Apakah anggota dewan sudah tidak diperlukan lagi oleh pemerintahan?. Apakah Armuji masih berseberangan dengan Irfan?. Dengan hadirnya Armuji di Pasar Keputran dalam rangka membela para pedagang seakan tidak ada gunanya, warga menganggap Ketua Dewan sudah tak meniliki pengaruh dan tumpul. tentu hal ini membuat para pedagang menjadi heran dan kecewa. kenapa sampai demikian?.
Pedagang kecewa bukan main, harapan yang di miliki satu satunya adalah Wakil Rakyat. tetapi fakta di lapangan, sekelas Armuji di lawan oleh Satpol PP yang setiap harinya mengambil anggaran dan uang rakyat untuk gaji mereka, sangat memprihatinkan. Satpol PP yang hanya berstatus Outsorching berani melawan Ketua Dewan Kota Surabaya. “Apa kalau begini, Ketua Dewan Sudah gak sakti lagi, percuma kita punya dewan kalau begini caranya. Sama Satpol PP saja gak ngatasi (Kuwalahan), ”Teriakan seorang pedagamg saat adu dorong dengan Satpol PP.
Saat yang sama, Irfan belum bisa di hubungi. Pada akhirnya para pedagang memilih mengalah, pickup yang tidak boleh masuk ke area belakang pasar di alihkan ke depan pasar, dari seputar kejadian, Sebenarnya fungsi dari Satpol PP ini untuk apa?. Sesuai dengan kapasitasnya, mereka tidak berhak melakukan pelarangan pada pedagang yang akan melakukan aktifitas, apalagi mereka bukan PKL liar. ”Risma harus menjelaskan kepada kami dan Irfan harus bertanggung jawab. kalau ayam kami semuanya mati akan saya buang bangkainya ke Balai Kota, Sumpah demi Allah kami tidak terima, akan kami kejar Irfan sampai ke liang lahat, biar membusuk di Neraka”, umpat para pedagang sambil memberikan ekspresi kemarahan. (Kiki/kkh/sam/red)

Related posts

Leave a Comment