Jendela 

Jeritan Nasib Para Nelayan Pasca Dinon-fungsikan Jembatan Kenjeran

SURABAYA – Kondisi nasib para nelayan di pantai Kenjeran Surabaya semakin miris, mata pencaharian mereka masih belum jelas dengan kondisi pasca tidak berfungsinya jembatan besar yang di Kenjeran dan meluapnya lumpur basah di sekitar pantai. Warsito, ketua kelompok nelayan surabaya yang mengkoordinir 100 nelayan lebih, dan juga menghimpun 600 nelayan di Kecamatan Bulak mengatakan, Posisi nelayan saat ini mayoritas, harusnya sebagai pencari ikan. “Namun, mata pencaharian kami sekarang, beralih jasa persewaan perahu. Karena kami tidak bisa mencari ikan dengan kondisi lumpur basah yang semakin tinggi dan menjalar sampai hampir jauh dari pantai,” tuturnya. Senin, (01/10).
Dan apalagi banyaknya wisatawan yang datang untuk penasaran mengarungi laut dengan perahu yang mereka sewakan, tidak bisa bisa digunakan. Karena perahu tidak bisa masuk dan keluar dari banyaknya lumpur basah yang memuka dekat pantai. “Jembatan Surabaya yang di Kenjeran itu sudah tidak difungsikan lagi, entah kenapa sudah tidak digunakan lagi bagi kendaran yang melintasinya,” ucap salah satu nelayan saat cangkruk santai dengan LSM Saya Indonesia di Taman Kenjeran lama.
Kononnya, proses pembangunan jembatan tersebut menelan biaya sampai 270 miliar, saat dibangunpun, dermaga lama para nelayan dipotong. Karena dengan alasan menganggu proses pembangunan jembatan. Dengan serentak, harapan semua nelayan yang berkumpul disana, berharap dermaga lama bisa difungsikan kembali supaya bisa melakukan aktivitasnya di saat air surut. “Sia-sia jika jembatan megah dan menelan banyak biaya itu dinon-fungsikan karena ada alasan banyaknya kecelakaan dari trek-trekan atau balapan liar yang dilakukan warga sekitar Kenjeran,” ujar Eka Septia Darmawan yang selaku Ketua Umum LSM Saya Indonesia.
Dari hasil pertemuan tersebut, muncul pertanyaan untuk mencari solusinya, “Bagaimana nasib para nelayan untuk menafkahi keluarganya dan sikap tegas Pemerintah Kota Surabaya atas semua kejadian ini,” tegas pria yang disapa akrab EkaHope tersebut. (arianto)

Related posts

Leave a Comment