HUKRIM 

SALING LEMPAR KESALAHAN…?

SURABAYA – 26 September2018. Kota Surabaya dipimpin Walikota Risma yang diakui dunia beberapa penghargaan yang diperolehnya dalam memimpin Surabaya, dan sangat disiplin juga dalam memimpin birokrasinya sangat memihak masyarakat apabila masyarakat dimondar – mandirkan masalah pelayanan masyarakat di Surabaya (red-). Terkait warga Kedung Rukem 2 Tengah RT. 04, RW. 04, Herry Suseno dan pak RT, Pudjiono merasa bingung melihat birokrasi Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya yang dipimpin GIYATA.ST, melihat tata cara membuat surat keterangan ahli waris, yang mana draf/materinya dibuat pihak kelurahan staf tersebut bernama PANCA yang menjadi persoalan warga sebagai pemohon SKW, kenapa materinya SKW pada nomor AKTE KEMATIAN orang tuanya dua kali dibuat keliru, bahkan sudah ditanda tangani bermaterei cukup dan ada juga stempel cap jari jempul kiri para
Pewaris.
Pada hal sudah diberi konsepnya sama warga tersebut,sehingga saling melempar kesalahan para staf Kelurahan Kedungdoro diantaranya KASI DWI WAHYU dan Lebih konyol lagi para pewaris disalahkan alasanya pada waktu dibacakan kenapa tidak protes, begitu juga pak lurah yang membacakan SKW patut disalahkan kenapa tidak teliti waktu sebelum dibacakan dicocokan dengan berkas/alat bukti para pewaris cetus warga tesebut, alat bukti sebagai para pewaris maupun alat bukti orang tua meninggal (Akte kematian)dan duplikat nikah terlampir, kenapa kok sampai keliru…kata warga beserta pak RT?? kemungkinan–1) Lurahnya masih baru dan informasinya belum pernah sama sekali menjabat sebagai Lurah 2)kurang sosialisasi terhadap kinerja staf kelurahan…?? 3)perlunya diklat,supaya tidak teledor…?? 4) apa tidak diberinya unsur X…sehingga tidak diteliti pada waktu mengerjakan materi-materi SKW tersebut…??.
Jeritan protes?? pemohon para pewaris diataranya kenapa para pewaris dan dua orang saksi dihadirkan seperti sidang pengadilan disebut sidang kecil waris “dasar hukumnyatidak ada” pihak Lurah pakai dasar waspada alias hati-hati, sebetulnya syarat-syarat alatbukti sebagai anak dari orang tuanya yang meninggal sudah cukup dan alat bukti oramg tua yang meninggal sudah cukup. Kenapa masih hadir..? padahal bisa juga ditandatangani para pewaris dirumah masing-masing dan kenapa pakai stempel jari jempol kiri padahal para pewaris tidak ada yang BUTA HURUF cetus warga sebagai pewaris,pada waktu tanda tangan difoto atau di video. Kesan pelayanan tidak mempersulit warga dan bagaimana kalau kelurahan kedungdoro,terutama pak Lurah kinerjanya diketahui oLeh Walikota Surabaya, tunggu berita selanjutnya. (HS)
.

Related posts

Leave a Comment