OPSI JATIM 

Lemahnya Verifikasi PTPN XII Sebabkan Proyek Pengerasan Jalan Bergejolak

BANYUWANGI, – Proyek pengerasan jalan kebun tebu di wilayah PTPN XII Glenmore Banyuwangi yang dilaksanakan oleh PT. Anugerah Lahan Baru menuai masalah. Ada beberapa subkon yang selama ini mengirim material berupa agregat kepada PT. ALB dan ditempatkan di jalan kebun wilayah Kendenglembu belum dibayar. Herannya lagi setiap ditagih oleh subkon selalu beralasan bahwa pekerjaannya belum dibayar oleh PTPN XII. Padahal jumlah tagihan hanya berkisar antara 250 juta sampai 600 juta saja. Sedangkan nilai proyek PT. ALB sebesar 21 miliar. “Proyek 21 miliar tapi untuk membayar subkon dengan tagihan dibawah 1miliar saja tidak bisa, itu PT beneran apa abal abal, “ujar salah satu subkon material yang enggan disebutkan namanya. (10/9/18).
Bahkan subkon lain juga membenarkan kalau dia sudah memasukkan tagihan satu bulan yang lalu tapi belum dibayar juga oleh PT. ALB. Untuk ini rencananya mereka akan melaporkan kejadian ini ke Polda Jatim,karena menurut mereka pihak PTPN XII juga terlibat dalam penentuan pelaksana proyek yang ternyata perusahaan tersebut tidak mempunyai dana untuk membayar Subkon. “Nilai proyek sangat fantastis yaitu 21 miliar yang dikerjakan PT. ALB di Kebun Kendenglembu, tentunya verifikasi dari pihak PTPN XII harus ketat dan valid, terutama dari segi track record dan keuangan perusahaan. Tapi nyatanya mengerjakan proyek 21 miliar untuk membayar subkon dengan nilai dibawah 1 miliar tidak mampu.Terus verifikasi PTPN XII gimana mas….., jangan jangan ada permainan yang dilakukan oleh oknum PTPN XII dalam penentuan hasil lelang. Untuk itu kami akan melaporkan ke Polda Jatim maupun ke Kejaksaan Tinggi di Surabaya, karena sudah merugikan kami sebagai subkon, “jelas Bambang Hermanu yang juga menjadi subkon di PT. ALB (10/9/18).
Sementara itu pihak PT. ALB melalui Rudy Hartono, ST selaku Project Manager mengatakan bahwa kondisi keuangan perusahaannya sedang mengalami kesulitan sehingga saat ini hanya mengandalkan pembayaran termin dari PTPN XII untuk membayar Subkon. “Perusahaan kami saat ini tidak punya uang mas…., jadi untuk membayar Subkon kita nunggu pembayaran termin dari PTPN XII, “jelas Rudy Hartono, ST kepada media www.opsinews.com di kantornya beberapa waktu yang lalu. (Tim)

Related posts

Leave a Comment