HUKRIM 

Wakil Rakyat Tidak di Hormati oleh Pengelola PD Pasar Surya Surabaya

SURABAYA, www.opsinews.com – Rabu (05-09-2018) Satpol PP beserta PU Bina Marga kembali mendatangi dan membongkar Pasar Keputran Selatan dengan paksa dan menyalahi aturan SOP terkait penertiban di Pasar Keputran yang letaknya di sisi Sungai Kalimas. Terkait pembongkaran beberapa lapak yang ada di lokasi sebenarnya tidak ada dalam penyampaian edaran yang di turunkan dari pihak pengelola pasar dan di surat edaran tersebut hanya berbunyi tidak ada pemotongan unggas atau jual beli ayam hidup, lalu kenapa pihak PD Pasar Surya melangkahi surat edaran tersebut dengan adanya pembongkaran lapak yang tidak sesuai dengan keputusan ibu Tri Rishmaharini selaku Walikota Surabaya yang hanya ingin merenovasi dan memperbaiki pasar lebih layak Malah pihak PD Pasar makin antusias membongkar beberapa lapak tanpa penjelasan yang akurat.
Padahal pada hari selasa tanggal (04-09-2018) kemarin para pedagang unggas sempat mendatangi Pimpinan ketua DPRD Kota Surabaya untuk minta perlindungan atau solusi kepada bapak Ir Armudji.MH selaku ketua DPRD Kota Surabaya terkait rencana pemindahan dan pembongkaran pasar Keputran khususnya unggas. Setelah itu beliau perpesan dengan memberi keputusan kepada pihak ketua pengelola PD Pasar Surya yaitu Fery Ardiansyah agar supaya jangan membongkar sebelum ada tempat pemindahan yang layak dan lebih baik khususnya untuk pedagang unggas di Keputran.
Lalu Fery.A selaku ketua PD Pasar Surya menyetujui dan tidak adanya pembongkaran, tapi kenapa keputusan itu di langgar oleh ketua PD Pasar Surya sendiri, dan malah melakukan pembongkaran di lokasi pasar sehingga beberapa lapak ikan juga ikut terbongkar. Abdul Mujib selaku pedagang mengatakan, “yang dilakukan pengelola PD Pasar surya itu sudah melanggar HAM. mematikan ekonomi para pedagang. Yang lebih parah lagi ketua pengelola PD Pasar melanggar dan tidak menghormati keputusan ketua DPRD Kota Surabaya, dan ini patut di pertanyakan”, tegasnya demikian. (Ksl)

Related posts

Leave a Comment