Jendela 

PD PASAR SURYA DINILAI TIDAK BECUS MENGURUSI PASAR

SURABAYA – Resahnya para pedagang unggas yang ada di dalam pasar keputran selatan yang selalu tidak di bolehkan adanya pemotongan akhir akhir ini oleh pengelola PD PASAR SURYA dengan alasan masalah limbah pembuangan dan kebersihan. Padahal para pedagang ayam atau bebek yang sebut unggas mulai saat ini oleh pengelola PD ASAR SURYA KEPUTRAN SELATAN di larang untuk tidak melakukan aktifitas kegiatan usaha potong dan bubut unggas oleh pengelola PD PASAR SURYA KEPUTRAN SELATAN di suruh ganti usaha lain.
Padahal para pedagang unggas yang ada dalam pasar keputran selatan sudah puluhan tahun mereka jualan unggas dan jasa pemotongan mereka mengais rezeki dengan profesi sebagai pedagang ayam serta bebek bahkan jasa pemotongan ayam untuk para konsumen yang mau berbelanja di pasar keputran selatan, yang saat ini mau di larang oleh pengelolahnya sendiri yang tidak bisa menaungi pedagang yang ada dalam pasar tersebut. Para pedagang yang ada di pasar keputran selatan sudah mikir dan prihatin sekali dengan keadaan kondisi pasar yang tidak terawatnya pasar ini dan hanya pedagang unggas saja yang selalu di buat permasalahan oleh pengurus atau pengelola PD PASAR cabang keputran selatan untuk pelarangan pemotongan.
Alasan Pelarangan pemotongan unggas ini dinilai tidak masuk akal yg dilakukan pengelola PD PASAR SURYA KEPUTRAN SELATAN karena pemerintah kota (PEMKOT) tdk mungkin mencam puri urusan ekonomi pasar. Apalagi larangan untuk penjualan unggas dan pemotongan,,keputusan PD pasar ini tdk manusiawi,,,karena dengan keputusan PD PASAR SURYA, sama juga menyekek atau mengusir para pedagang unggas,,,tutur H.SOLIHIN pedagang pasar. Pengolah PD PASAR CABANG KEPUTRAN SELATAN tidak mau tahu soal tidak di perbolehkannya ke giatan jualan unggas dan pemotongan di pasar tersebut yang selalu adanya tekanan dari PEMKOT.
Padahal mereka para pedagang unggas tersebut selalu membayar kontribusi bulanan tepat waktu dan nominal pembayaran bulan sesuai luas besarnya stan yg di miliki pedagang, seperti milik H. LIHAN yang selalu rutin bayar 900.000 ribu rupiah untuk perbulannya. Kebijakan untuk mengayomi para pedagang yang berjualan di dalam pasar keputran selatan tidak pernah bertanggung jawab atas di tutupnya kegiatan pemotangan oleh PEMKOT atas semena menanya menutup usahanya orang (pedagang).
Para pedagang unggas dan pemotongan hanya menginginkan solusi terbaik agar profesi mereka sebagai pemotong dan penjual unggas jangan di tutup begitu saja oleh pemkot yang selalu menekan pengelola PD PASAR SURYA khususnya pasar keputran selatan. Usulan para pedagang agar pengolola PD PASAR SURYA tempat itu di renovasi dan di tata dengan rapi para pedagangnya agar tidak terlihat kumuh dan tak terawat , yang ujung ujungnya pedagang unggas selalu di buat kambing hitamkan. (frs/red)

Related posts

Leave a Comment