Nusantarta 

Leo Merupakan Sosok Pemersatu Para Pejuang Kebebasan Pers

JAKARTA – Mantan anggota Dewan Pers Sabam Leo Batubara dikabarkan meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto Jakarta usai terjatuh dari kamar mandir saat hendak menuju keruangannya. Berita kepergiannya tengah mengejutkan sahabat seperjuangannya Ozzy Sulaiman Sudiro yang notabene merupakan Ketua Umum Perkumpulan Komite Wartawan Reformasi Indonesia (PKWRI), yang juga selaku Sekjen Majelis Pers.
“Saya baru mendengar Pak Leo Batubara meninggal dunia usai tiba di Jakarta malam ini,” terangnya melalui keterangan tertulisnya yang disampaikan kepada sejumlah awak media. Ozzy mengatakan Leo Batubara merupakan sosok yang berkomitmen dalam memperjuangkan kemerdekaan pers di Indonesia. Pejuang pers 3 zaman ini sangat dikaguminya, beliau (Leo Batubara) sangat apresiatif atas lahirnya KWRI pada tanggal 22 Mei tahun 1998, sebagai pioner, pelopor organisasi wartawan reformis yang saat itu berani menumbangkan tirani kekuasaan rezim pemerintahan yang otoriter.
“Beliau (Leo Batubara) merupakan saksi dimana saat itu KWRI mendapatkan apresiasi dari Menteri Penerangan Yunus Yosfiah yang kemudian merekomendasikan melalui suratnya hingga bisa berkantor di Gedung Dewan Pers,” tukasnya. Dimata Ozzy, Leo Batubara merupakan guru dan sahabat yang dikaguminya. Saat era transisi berlangsung, Leo merupakan fasilitator yang mempertemukan sejumlah pemimpin organisasi pers hingga akhirnya bisa merumuskan Rancangan Undang-Undang (RUU) pers dan lahirlah UU Pokok Pers No. 40 tahun 1999 tentang Pers, yang mengamanah lahirnya Dewan Pers Independen.
Saya bersama almarhum turut mensosialisasikan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers kesejumlah daerah melalui seminar, diskusi dan berbagai pertemuan lainnya untuk menyikapi persoalan pers nasional. Ozzy mengatakan terakhir dirinya bertemu Leo Batubara saat terjadi permasalahan meninggalnya wartawan M. Yusuf yang ditengarai sebagai korban kriminalisasi Pers. “Leo adalah guru, sahabat yang selalu konsisten terhadap Perjuangan Pers Nasional. Walau kadang terjebak situasi yang salah hingga memicu kritikan unkonsisten atas statementnya. Saya tetap menghormati dan kagum dengan sikap dan pribadinya yang berkarakter. Selamat jalan tokoh pers nasional kita, guru, sahabat, semoga Allah SWT menerima amal kebaikannya, Aamiin,” ujar Ozzy. (red)

Related posts

Leave a Comment