Jendela 

Kebacut, Pasang Bendera Merah Putih Saja Gak Bisa

SURABAYA – Upaya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemedekaan Republik Indonesia, ratusan orang dari 14 ormas bergabung bersama untuk mengingatkan warga surabaya untuk memasang Bendera Merah Putih dan umbul-umbul yang bernuansa merah putih tanpa ada warna unsur lainnya, karena dinilai secara tidak sadar mengurangi rasa cinta kepada Sang Saka Merah Putih. Koordinator Aksi Wardoyo,SH mengatakan dalam orasinya, negara asing mulai menguasai negara kita dengan berbagai jalan dan upaya yang dia lakukan, sehingga banyak menimbulkan permasalahan konflik horizontal yang terjadi. “Kami hanya mengingatkan warga khususnya Surabaya untuk sadar akan pentingnya arti kemerdekaan, lambang negara dan bendera merah putih yang diperjuangkan dengan darah oleh para leluhur kita. Ini upaya pengkaburan jiwa nasionalis yang di desaign asing dalam sistem pinjam tangan,” terang pria ketua Paguyuban Kerukunan Warga (PKW) Surabaya seusai tabur bunga di makam WR,Soepratman pencipta lagu Indonesia Raya, Rabu (9/8).

Ketua Perjuangan Anak Bangsa (PAB), Suhadak menambahkan Kami hanya mengingatkan warga Indonesia khususnya Surabaya untuk mengibarkan Bendera Merah Putih dan meminta melepas atau mengganti umbul-umbul warna dengan umbul-umbul yang bernuansa merah putih pada rute yang kami lalui. Agenda kami Tabur Bunga di Makam WR.Soepratman jalan rangkah, Makam Bung Tomo di ngagel terus dilanjutkan ke Taman Makam Pahlawan jalan Mayjen Sungkono. “Saya berharap Walikota Surabaya segera mengeluarkan Perda atau Surat Keputusan yang bisa membuat masyarakat semakin sadar sehingga menumbuhkan kembali jiwa patriotisme bangsa Indonesia,” tegas pria yang akrab disapa pakpo hadak.

“Saya sangat prihatin disamping bendera Merah Putih ada bendera-bendera lain semisal di kampus UNAIR banyak dijumpai umbul-umbul warna warni, mungkin faktor ketidaktahuan karena selalu memikirkan pendidikan sehingga mengurangi jiwa nasionalisnya, yang lebih parah lagi Indomart dan Alfamart yang selalu kami jumpai tidak pernah mengkibarkan bendera Merah Putih. Padahal mereka hidup di Indonesia dan dalam keuntungan dagangnya selama setahun bisa meraup milyard bahkan trilyun, masak beli bendera Merah Putih seharga beberapa puluh ribu saja tidak bisa, kebacut gak itu mas,” ungkap Elly Yulianti salah satu peserta aksi pada awak media. (Ir)

Related posts

Leave a Comment