HUKRIM 

Memprihatinkan..!!! Pos Lantas Dijadikan Tempat Eksekusi Debt Kolektor Leasing

BANYUWANGI – Nurul Cholifah (41) warga Perumahan Kertosari Nomor 7 kelurahan kertosari kabuapaten Banyuwangi selaku Debitur dari PT.Mandiri Tunas Finance sangat Menyesalkan kejadian yang menimpa dirinya. Pasalnya dalam proses Eksekusi mobil di Pos KTL Karangente Banyuwangi yang dilakukan pihak leasing PT.Mandiri Tunas Finance dan didampingi dari pihak kepolisian pada tanggal 20 Juli 2018 menuai banyak kritikan. Saat dieksekusi oleh debt collektor yang meminta Pendampingan dari anggota Kepolisian Polres Banyuwangi yang sudah mendapat surat resmi persetujuan dan melalui tahapan prosedur dalam menjalankan proses pendampingan Fidusia.
Nurul selaku Debitur atau pemilik mobil saat dikonfirmasi awak media melalui selulernya mengatakan, memang mempunyai keterlambatan mau menginjak tiga bulan. “Adanya eksekusi tersebut saya memang mempunyai keterlambatan dua (2) bulan masuk ke tiga (3) bulan, tetapi waktu itu kalau telat tiga bulan saya bisa membayar langsung tiga bulan, tapi kenapa pada saat ini pihak Finance tidak mau nerima angsuran yang sudah telat itu, tau-tau ada yang mengikuti atau mengejar saya saat perjalanan dari Rogojampi menuju ke daerah Bangorejo”, ungkapnya.
Lanjut Nurul menyampaikan, “diwaktu diarea lokasi parkiran saya disuruh keluar sama Rozi selaku debtcolektor untuk keluar mobil tetapi saya tidak mau karena saya punya rumah dan saya menyarankan untuk kerumah, dan ditempat yang berbeda saya didatangi oleh dua mobil yang diduga debt collektor untuk berencana mengambil mobil saya, tetapi saya tidak mau karena saya masih punya niat mau membayar tanggungan tersebut”, terangnya.
“Pada akhirnya saya memutuskan pulang kerumah tau-tau di tengah perjalanan bersamaan dengan adanya Festival Agro, tiba – tiba sampai Pos lantas KTL karangente ada salah satu anggota kepolisian Polres Banyuwangi yang bernama Eko langsung berdiri ditengah jalan untuk memberhentikan mobil saya, padahal pada saat itu tidak ada operasi dan saya juga tidak merasa melanggar lalu lintas,lalu surat kelengkapan mobil saya diminta dan saya diarahkan masuk ke Pos KTL karena sudah banyak yang menunggu termasuk debt collektor yang mendatangi saya tadi”. Ungkap Debitur dengan sedikit kecewa.
Nurul melajutkan ceritanya “Ternyata setelah saya masuk di pos KTL karangente disitu sudah ada debt collektor yang mengikuti saya tadi bersama polisi, didalam pos KTL saya di introgasi oleh Bambang yang katanya selaku Kabag Hukum Polres Banyuwangi, disampaikan kalau mobil saya mau ditarik atau disuruh menyerahkan tetapi saya tidak mau karena saya masih sanggup mau membayar tanggungan dan saya meminta tempo sampai tanggal 2 bulan agustus 2018. Namun Bambang pun menolak dan juga menyampaikan bahwa tidak memperbolehkan karena surat ini sudah resmi dan ditandatangin oleh Kapolres untuk pendampingan fidusia”, jelas nurul menirukan perkataan Bambang.
Dari kejadian tersebut nurul selaku Debitur hanya dapat melihat mobilnya di eksekusi di lokasi Pos KTL Karangente dengan cara diderek dan pulang naik ojek. Adanya informasi yang didapat dan Diwaktu terpisah awak media mencoba mecari informasi kepada AKBP Donny Adityawarman selaku Kapolres Banyuwangi melalui whatsapnya dan beliau menjelaskan, Hal tersebut sudah melalui prosedur. “Hal tersebut terkait UU Fidusia, Kepolisian Polres Banyuwangi sebagai pendampingan fidusia sudah mengikuti prosedur, sudah dilakukan tahapan-tahapan proses untuk penyitaan Polri juga mempunyai wewenang setelah melalui atau menjalankan tahapan proses yang sudah ada, terkait tehnis dilapangan nanti saya ingatkan Kabag OPS”, tegas Donny selaku Kapolres Banyuwangi. (tim)

Related posts

Leave a Comment